DPRD Babel Turun Tangan, Edi Nasapta Minta Basarnas Maksimalkan Pencarian 4 Nelayan Belitung

4 Nelayan Belitung Hilang di Laut, Kapal Terbelah Ditabrak Kargo Saat Menuju Kalimantan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta, menyurati Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI untuk meminta perhatian khusus terhadap pencarian empat nelayan asal Belitung yang hingga kini masih belum ditemukan setelah kapal yang mereka tumpangi ditabrak kapal kargo di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Selasa (11/8/2026)

Musibah tersebut menimpa kapal nelayan KM Putra Buluh di sekitar perairan Pulau Pengikik, Kabupaten Bintan, Kepri, pada Sabtu (8/8/2026). Kapal nelayan tersebut dilaporkan ditabrak kapal kargo yang sedang berlayar menuju Kalimantan.

banner 336x280

Akibat benturan keras, KM Putra Buluh mengalami kerusakan berat hingga terbelah menjadi dua bagian. Dari lima nelayan yang berada di atas kapal, satu orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara empat lainnya masih dalam pencarian.

Edi mengatakan, dirinya mengetahui musibah tersebut dari Ketua DPW Partai NasDem Bangka Belitung, Fendi Haryono. Setelah mengetahui bahwa para nelayan tersebut merupakan warga Belitung yang berangkat dari Tanjungpandan, ia langsung mengambil langkah dengan mengirimkan surat kepada Kepala Basarnas RI.

“Saya mendapatkan informasi ini dari Ketua DPW NasDem Babel, Kak Fendi Haryono. Setelah saya baca dan mengetahui bahwa ternyata kapal ini berangkat dari Tanjung Pandan dan empat nelayan kita masih hilang. Saya langsung membuat surat kepada Kepala Basarnas RI untuk meminta bantuan dan atensi agar pencarian ini bisa disikapi dengan cepat dan dimaksimalkan,” kata Edi, Selasa (11/8/2026).

Menurut Edi, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena keluarga korban masih menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka. Karena itu, ia berharap operasi pencarian tidak hanya terus dilakukan, tetapi juga dapat dimaksimalkan dengan melibatkan seluruh unsur yang memiliki kemampuan dan sumber daya untuk mendukung operasi SAR.

“Kasihan keluarga mereka yang menunggu. Sudah beberapa hari belum ada kepastian. Kita tentu berharap mereka segera ditemukan. Itu sebabnya saya langsung meminta bantuan Basarnas agar pencarian terhadap empat nelayan kita ini mendapatkan perhatian,” ujarnya.

Empat nelayan yang masih dinyatakan hilang yakni Samsir Arwan (27), Andi Syamsu (53), Muhammad Irfan (28), dan Agustono (28).

Sementara seorang nelayan lainnya, Khairul (30), berhasil menyelamatkan diri setelah menggunakan tutup fiber sebagai alat bantu apung. Khairul kemudian ditemukan dan dievakuasi oleh kapal KM Lima Saudara Kandung.

Dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Basarnas RI tersebut, Edi meminta agar pencarian terhadap empat nelayan asal Belitung itu terus dilakukan secara maksimal. Jika diperlukan, ia juga berharap operasi pencarian dapat diperluas berdasarkan kondisi teknis di lapangan.

Menurutnya, pergerakan arus laut, kondisi cuaca serta kemungkinan pergeseran posisi korban perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan area pencarian.

“Kita memahami mencari orang hilang di laut bukan perkara mudah. Tim SAR tentu lebih memahami kondisi dan teknis di lapangan. Kita hanya memohon agar seluruh upaya yang memungkinkan bisa dimaksimalkan. Kalau diperlukan dukungan atau penambahan unsur pencarian, kita berharap itu juga bisa dilakukan,” ungkapnya.

Edi juga menyampaikan apresiasi kepada Kantor SAR Tanjungpinang bersama seluruh unsur yang telah bergerak melakukan pencarian sejak laporan kecelakaan tersebut diterima.

Ia menilai koordinasi lintas daerah menjadi hal penting dalam operasi pencarian karena para korban merupakan warga Belitung, sementara lokasi kejadian berada di wilayah perairan Kepri. Oleh sebab itu, koordinasi antara Kantor SAR Tanjungpinang dengan Kantor SAR Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten Belitung dan instansi terkait lainnya diharapkan terus diperkuat.

“Kita berterima kasih kepada Basarnas dan semua pihak yang sudah bekerja di lapangan. Sekarang yang terpenting bagaimana pencarian terus dimaksimalkan. Keluarga mereka di Belitung sedang menunggu dan kita semua tentunya berharap ada kabar baik,” katanya.

Berangkat dari Tanjungpandan

Sebelumnya, KM Putra Buluh dilaporkan membawa lima orang nelayan saat berangkat dari Tanjungpandan, Pulau Belitung, pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Mereka kemudian menuju perairan sekitar Pulau Pengikik untuk melakukan aktivitas memancing. Kapal tersebut berada di kawasan perairan itu selama beberapa hari, yakni sejak 4 hingga 7 Agustus 2026.

Namun, pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, terjadi insiden yang menyebabkan KM Putra Buluh ditabrak sebuah kapal kargo yang tengah berlayar menuju Kalimantan.

Tabrakan tersebut mengakibatkan kapal nelayan mengalami kerusakan parah. Bahkan, badan KM Putra Buluh dilaporkan terbelah menjadi dua bagian.

Dalam kejadian itu, Khairul berhasil bertahan hidup dengan memanfaatkan tutup fiber sebagai alat bantu apung hingga akhirnya ditemukan oleh KM Lima Saudara Kandung.

Sementara empat nelayan lainnya hingga kini masih dalam pencarian tim SAR.

Kantor SAR Tanjungpinang telah melakukan koordinasi dengan berbagai unsur untuk mendukung operasi pencarian. Sejumlah pihak yang dilibatkan antara lain SROP Tanjungpinang, KSOP Kelas II Tanjungpinang, HNSI Kepulauan Riau, Kantor SAR Pangkalpinang serta pihak pemilik kapal.

Koordinasi juga dilakukan dengan Kantor SAR Pontianak untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan korban akibat arus laut sekaligus membuka peluang dukungan unsur kapal SAR dalam operasi pencarian.

Edi berharap seluruh proses pencarian dapat terus berjalan secara optimal hingga empat nelayan tersebut ditemukan. Ia juga meminta perkembangan operasi disampaikan secara berkala kepada keluarga korban agar mereka mendapatkan informasi yang jelas mengenai proses pencarian.

Bagi Edi, keselamatan dan kepastian nasib empat nelayan tersebut menjadi prioritas. Ia berharap seluruh unsur yang terlibat dapat terus bekerja secara terpadu dan mengerahkan kemampuan terbaik dalam operasi pencarian di perairan Kepri tersebut. (Dwi Frasetio/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed