
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dalam memerangi penyalahgunaan narkotika kembali ditegaskan melalui momentum malam ramah tamah bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen. Pol. Suyudi Ario Seto. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel, Rabu (22/4/2026), menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi lintas lembaga dalam menghadapi ancaman narkoba yang semakin kompleks. Sabtu (25/4/2026)
Gubernur Babel, Hidayat Arsani, dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas kunjungan kerja Kepala BNN RI beserta jajaran. Ia menilai kehadiran BNN RI di Babel bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi daerah, khususnya dalam upaya pemberantasan narkotika.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Babel, kami menyampaikan selamat datang kepada Kepala BNN RI. Kehadiran ini menjadi kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi kami semua,” ujar Hidayat.
Menurutnya, pertemuan dalam suasana penuh keakraban tersebut memiliki makna penting sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus membangun kesepahaman dalam menghadapi persoalan narkoba yang kini menjadi ancaman serius bagi generasi bangsa. Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Hidayat juga menekankan pentingnya langkah konkret dari pemerintah kabupaten dan kota di Babel untuk mendukung penguatan kelembagaan BNN di daerah. Ia secara tegas meminta para kepala daerah segera menyiapkan lahan untuk pembangunan kantor BNN sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemberantasan narkoba.
“Saya minta para bupati dan wali kota se-Babel segera menyiapkan lahan untuk BNN. Minimal ada tanah terlebih dahulu agar proses pembangunan bisa segera berjalan. Ini penting agar kita bisa bergerak cepat,” tegasnya.
Langkah tersebut, lanjut Hidayat, merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kehadiran negara di daerah dalam mengawasi, mencegah, serta menindak peredaran narkotika. Ia juga menilai bahwa keberadaan fasilitas BNN yang memadai akan meningkatkan efektivitas program rehabilitasi dan penindakan.
Selain itu, Gubernur Hidayat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lengah terhadap ancaman narkoba. Ia menekankan bahwa perang melawan narkotika merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran kolektif.
“Kita harus bersama-sama menjaga generasi muda. Narkoba ini musuh bersama, dan hanya bisa dilawan dengan kerja sama yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BNN RI, Komjen. Pol. Suyudi Ario Seto, menyampaikan rasa bangga dapat melakukan kunjungan langsung ke Babel. Ia menyebut kunjungan ini sebagai yang pertama sejak menjabat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dengan seluruh jajaran BNN di daerah.
“Saya bangga bisa hadir langsung di Babel. Ini kesempatan untuk bersilaturahmi dan bertatap muka dengan jajaran BNN Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” kata Suyudi.
Dalam sambutannya, ia juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung pemberantasan narkoba. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah rencana hibah lahan untuk pembangunan gedung BNN serta balai rehabilitasi.
“Ini adalah bentuk kecintaan kepala daerah terhadap wilayahnya. Dukungan seperti ini sangat penting untuk menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Suyudi mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun 2025, prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia mencapai 2,11 persen dari total populasi, atau setara dengan sekitar 4,9 juta jiwa. Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan narkoba masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi seluruh pihak.
“Ini tidak bisa dianggap remeh. Narkoba sudah masuk ke berbagai lapisan masyarakat, bahkan lingkungan terdekat kita,” jelasnya.
Ia juga menyoroti perkembangan modus peredaran narkotika yang semakin canggih dan sulit dideteksi. Salah satu tren terbaru adalah perubahan bentuk narkotika menjadi cair serta adanya sistem distribusi ulang yang mempersulit pengawasan aparat.
“Sekarang narkotika tidak lagi dalam bentuk konvensional. Ada yang berbentuk cair, bahkan menggunakan sistem isi ulang. Ini tentu menjadi tantangan baru, namun kami terus berupaya mengungkap dan menindak tegas,” tegas Suyudi.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, BNN RI terus memperkuat strategi, baik dari sisi pencegahan, penindakan, maupun rehabilitasi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan upaya tersebut sangat bergantung pada dukungan seluruh elemen masyarakat.
Ia menekankan pentingnya peran tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga dalam membentengi lingkungan dari pengaruh narkoba. Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu kunci efektif dalam mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini.
“Perang melawan narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat. Perlu keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat dan tokoh agama,” katanya.
Kegiatan malam ramah tamah ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kerja sama antara BNN RI dan Pemerintah Provinsi Babel. Dengan sinergi yang semakin solid, diharapkan berbagai program pencegahan dan pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Babel sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung langkah-langkah strategis BNN, termasuk dalam penyediaan infrastruktur, penguatan regulasi, serta edukasi masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Dengan kolaborasi yang terbangun kuat, Babel optimistis dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba, sekaligus melahirkan generasi emas yang sehat, produktif, dan berkualitas. (Budi Yanto)















