KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bergerak cepat mencari solusi atas terhambatnya distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada masyarakat Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, khususnya warga dan nelayan di sekitar Desa Tanjung Rusa. Rabu (3/6/2026)
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, Wakil Ketua DPRD Babel Edi Nasapta bersama jajaran Komisi III DPRD Babel melakukan koordinasi dan pertemuan dengan pihak Pertamina pada Selasa (2/6/2026). Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas langkah percepatan penyaluran kembali BBM yang sempat terganggu akibat penutupan SPBU khusus nelayan di Desa Tanjung Rusa.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Pertamina diwakili oleh Wicak, Rafi, dan Raka. Sementara dari DPRD Babel hadir Wakil Ketua DPRD Babel Edi Nasapta bersama anggota Komisi III DPRD Babel, yakni Taufik Rizani, Imelda, dan Dr. Zaril.
Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh semangat kolaborasi. Fokus utama pembahasan adalah mencari solusi terbaik agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengabaikan proses hukum yang sedang berjalan.
Sebagaimana diketahui, penyaluran BBM di wilayah tersebut mengalami kendala setelah SPBU khusus nelayan di Desa Tanjung Rusa ditutup sementara. Penutupan tersebut berkaitan dengan proses penyelidikan yang tengah dilakukan aparat kepolisian terkait dugaan penyalahgunaan distribusi solar atau BBM bersubsidi.
Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama para nelayan yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM untuk melaut. Selain itu, sejumlah pelaku usaha lokal juga merasakan dampak dari terhambatnya distribusi bahan bakar tersebut.
DPRD Babel menegaskan bahwa kebutuhan BBM masyarakat tidak boleh terganggu terlalu lama. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah percepatan agar distribusi dapat kembali berjalan melalui mekanisme yang sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.
Dalam rapat tersebut, pihak Pertamina menyampaikan komitmennya untuk segera membantu penyaluran kembali BBM kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun demikian, proses tersebut memerlukan dukungan administrasi berupa surat rekomendasi dari Dinas Perikanan Kabupaten Belitung terkait pengalihan titik penyaluran sementara.
Rekomendasi tersebut menjadi syarat penting agar proses distribusi dapat dilakukan secara legal dan tepat sasaran selama fasilitas penyalur sebelumnya masih dalam proses pemeriksaan.
Sebagai tindak lanjut, dalam pertemuan tersebut dilakukan komunikasi langsung dengan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Ade Winarco. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses penerbitan rekomendasi yang dibutuhkan sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak mengalami keterlambatan yang berkepanjangan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung menyatakan kesiapannya untuk segera menindaklanjuti kebutuhan administrasi tersebut. Respons cepat tersebut mendapat apresiasi dari DPRD Babel yang menilai sinergi antarinstansi sangat penting dalam menyelesaikan persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Babel Edi Nasapta mengatakan hasil pertemuan tersebut memberikan harapan positif bagi masyarakat Membalong yang selama beberapa waktu terakhir mengalami kesulitan memperoleh BBM.
Menurut Edi, seluruh pihak yang hadir dalam pertemuan memiliki komitmen yang sama untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sambil menunggu proses hukum terhadap penyalur sebelumnya selesai.
“Alhamdulillah, hasil pertemuan hari ini menghasilkan kesepahaman bahwa kebutuhan BBM masyarakat Membalong yang sempat terhambat akibat penyalur yang sedang dalam proses pemeriksaan dapat segera ditangani. Kami berharap masyarakat dapat bersabar beberapa waktu sampai proses penyaluran kembali benar-benar terealisasi,” ujar Edi.
Ia menegaskan DPRD Babel akan terus mengawal proses ini hingga distribusi BBM kembali normal. Menurutnya, keberlangsungan aktivitas nelayan dan pelaku usaha lokal harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan roda perekonomian masyarakat.
Edi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif dan memberikan ruang kepada aparat penegak hukum dalam menjalankan proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
DPRD Babel berharap seluruh tahapan administrasi yang diperlukan dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat sehingga penyaluran BBM dapat kembali berjalan normal tanpa menimbulkan gangguan yang lebih luas terhadap aktivitas masyarakat.
Dengan adanya komitmen bersama dari Pertamina, Pemerintah Kabupaten Belitung, dan DPRD Babel, diharapkan solusi yang tengah dipersiapkan dapat segera direalisasikan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat Membalong, khususnya nelayan dan pelaku usaha lokal yang selama ini menggantungkan aktivitas ekonominya pada pasokan bahan bakar yang memadai.
Sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah, DPRD, dan Pertamina menjadi modal penting dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Masyarakat pun diharapkan segera kembali memperoleh akses BBM yang lancar sehingga aktivitas ekonomi dan produktivitas di wilayah Membalong dapat kembali normal seperti sediakala. (Desi Gustianti/KBO Babel)

















