Eksistensi Warkop Doi ditengah menjamurnya kedai kopi modern

Di sepanjang jalan bukit merapin tepatnya sebelum Lapas Tuatunu ada sebuah warung kopi bernama Warkop Doi

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Pangkalpinang) – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan masyarakat, warung kopi (Warkop) tetap menjadi tempat persinggahan yang akrab bagi berbagai kalangan dan menjadi salah satu tempat favorit. Tak sekadar menyajikan secangkir kopi, warung kopi kini berfungsi sebagai ruang sosial tempat silaturahmi, bertukar cerita, berdiskusi, hingga melepas penat setelah beraktivitas sehari-hari.

Di sepanjang jalan bukit merapin tepatnya sebelum Lapas Tuatunu ada sebuah warung kopi bernama Warkop Doi yang tampak sederhana dan ramai sejak pagi hari. Beberapa pelanggan terlihat menikmati kopi hitam dan menikmati makanan sambil berbincang mengenai kegiatan atau isu yang berkembang, sementara lainnya banyak juga anak muda yang sedang asyik bermain game online.

banner 336x280

Warkop Doi Mulai buka pada awal Tahun 2025 dengan jam operasional dari 09.00 – 24.00 WIB. Warkop Doi memiliki jumlah karyawan 4 orang yang dibagi tugas menjadi 2 shift. Ide untuk membuka warkop ini pun bermula dari pemilik yang ingin membangun silaturahmi dan relasi dengan teman – teman bisnisnya.

 

Caption : Aktivitas Warkop Doi pada malam hari

Pemilik warkop Doi, Dodoi (48), mengatakan bahwa warung kopi sekarang sudah banyak variasi dan mengikuti era modern dan juga bukan hanya tempat usaha, tetapi juga ruang kebersamaan tempat berkumpul dan juga merupakan kebiasaan warga disini. “Di sini semua orang bisa beristirahat dengan santai, ngopi sambil bekisah dan ada juga yang bermain game online karna kami dsini menyediakan wifi gratis dengan koneksi yang stabil ,” ujarnya saat ditemui wartawan, Rabu (14/01/2026)

Menurut Dodoi keberadaan warung kopi Doi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Selain membuka lapangan kerja, warung kopi menjadi penggerak usaha kecil, mulai dari petani kopi hingga pedagang makanan ringan. Harga yang terjangkau membuat warung kopi tetap diminati di tengah menjamurnya kedai kopi modern.

Di warkop doi status sosial seolah melebur dari beberapa kalangan seperti karyawan kantoran, pekerja harian, pedagang, Mahasiswa dan lain-lain. Semuanya bersatu dalam satu tujuan, menikmati kopi sambil berbagi cerita.

“ Selain kopi disini juga banyak menu yang bisa dicoba seperti, Es Cincau, Dalgona Kopi, Susu Gula aren juga  makan berat seperti pecel ayam, Mie bangladesh, nasi goreng Dan lain-lainnya” Tambah dodoi yang merupakan asli pulau Besar Bangka selatan ini.

Sementara itu salah satu pelanggan dr. Rusdi Alfan mengatakan berkumpul atau nongkrong di warung kopi sudah menjadi kebiasaan setiap hari. “ Warkop biasanya tempat kita bertemu dan berbincang dan menjadi ajang silaturahmi setelah pulang kerja” Ucapnya.

Rusdi juga menambahkan warkop doi salah satu menjadi tempat favorit buat ngopi. “ Selain tempat yang mudah di jangkau, harga menu yang ditawarkan sangat terjangkau” tambah dokter spesialis kandungan yang berpraktek di salah satu rumah sakit swasta ini.

Disamping itu Andi yang merupakan mahasiswa sering terlihat ngopi dan mabar game online bersama teman-temannya. “ Kami sering ngumpul di warkop doi mabar kek kawan- kawan dan jaringan internet e juga bagus” Jelasnya.

 

Caption : menu di warkop Doi

Warung kopi Doi terus berkembang sebagai bagian dari budaya masyarakat dan dengan ciri khasnya yaitu suasana sederhana pelayanan yang akrab dan rasa kebersamaan menjadi daya tarik yang sulit tergantikan. Di tempat inilah percakapan kecil sering kali melahirkan ide besar, ditemani aroma kopi yang tak pernah berubah.

Bagi banyak orang, ngopi di warung adalah tentang kebersamaan. Kopi murah di gelas sederhana menjadi alasan kuat untuk berkumpul, berdiskusi ringan, atau sekadar mengisi waktu. Ini adalah tradisi yang menguatkan tali persaudaraan. (Rafli/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *