KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Pemerintah pusat terus mempercepat pemulihan layanan dasar di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatera. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pengiriman 1.000 unit generator set (genset) ke sejumlah daerah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut diharapkan dapat menopang kebutuhan listrik masyarakat sekaligus mendukung operasional posko pengungsian dan layanan darurat pascabencana. Senin (29/12/2025)
Pengiriman genset tersebut dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai bagian dari upaya pemulihan kelistrikan di daerah yang jaringan listriknya rusak akibat bencana. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan bantuan ini disalurkan secara bertahap ke tiga provinsi terdampak.
“Menteri ESDM mengirimkan 1.000 genset yang akan dibagi di tiga provinsi,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers daring, Minggu (28/12/2025).
Abdul menjelaskan, distribusi genset dilakukan menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara (AU) pada Sabtu (27/12/2025). Penggunaan pesawat angkut militer ini dilakukan untuk memastikan bantuan dapat segera tiba di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat akibat kerusakan infrastruktur.
Genset yang dikirim memiliki kapasitas rata-rata 5 hingga 7 KVA. Peralatan tersebut diprioritaskan untuk daerah yang hingga kini belum kembali teraliri listrik, baik di rumah-rumah warga maupun di tenda-tenda pengungsian. Selain untuk penerangan, genset juga sangat dibutuhkan untuk mendukung layanan kesehatan, dapur umum, serta fasilitas komunikasi darurat.
“Ini sudah diterima di posko kita di Bener Meriah sebanyak 125 genset,” kata Abdul. Ia menambahkan, pendistribusian ke kabupaten dan kecamatan lainnya akan terus dilakukan sesuai kebutuhan dan tingkat kerusakan di lapangan.
Sementara itu, pemerintah juga menyampaikan perkembangan positif terkait pemulihan jaringan listrik di sebagian besar wilayah terdampak bencana. Dalam forum terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyebutkan bahwa secara bertahap kondisi kelistrikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai membaik.
“Terkait pelayanan dasar, kondisi jaringan listrik di sebagian besar kabupaten kota telah berangsur pulih meskipun masih terjadi gangguan di beberapa desa akibat kerusakan jaringan dan tiang listrik,” ujar Pratikno dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (19/12/2025).
Menurut Pratikno, gangguan listrik masih terjadi terutama di wilayah terpencil dan daerah yang mengalami kerusakan parah. Oleh karena itu, keberadaan genset dan sumber energi darurat menjadi sangat penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat serta layanan pemerintahan dan kemanusiaan.
Selain kelistrikan, layanan komunikasi juga menjadi perhatian serius pemerintah. Pratikno mengungkapkan bahwa jaringan komunikasi di wilayah terdampak juga menunjukkan perbaikan, meski belum sepenuhnya normal. Di beberapa daerah terpencil, layanan komunikasi masih mengandalkan perangkat darurat.
“Jaringan komunikasi juga berangsur membaik meskipun di wilayah terpencil masih mengandalkan dukungan perangkat darurat seperti Starlink, radio HT, dan telepon satelit,” jelasnya.
Tak hanya itu, pemulihan layanan air bersih juga terus diupayakan. Pratikno menyebutkan bahwa di wilayah Sumatera Barat dan Sumatera Utara, sebagian besar kebutuhan air bersih masyarakat telah kembali berfungsi. Perbaikan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dengan melibatkan kementerian terkait, pemerintah daerah, serta dukungan TNI dan Polri.
Proses pemulihan pascabencana ini dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus melakukan pendataan kerusakan, menyalurkan bantuan logistik, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Partisipasi masyarakat dan relawan juga dinilai sangat membantu percepatan pemulihan di lapangan.
“Berkat kerja keras seluruh komponen bangsa, telah tercapai cukup banyak kemajuan dan perkembangan yang signifikan,” kata Pratikno.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat terdampak hingga kondisi benar-benar pulih. Selain pemulihan layanan dasar, tahap selanjutnya akan difokuskan pada rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat kembali berjalan normal. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

















