KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) – Suasana riang dan penuh kebahagiaan tampak memenuhi Gedung Graha Aparatur Mentok pada Rabu (22/10/2025) saat digelarnya Festival Anak Kabupaten Bangka Barat. Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Bangka Barat, Markus, S.H., ini menjadi ajang ekspresi dan kreativitas bagi anak-anak sekaligus mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak. Sabtu (25/10/2025)
Festival yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas Pendidikan dan Bunda PAUD ini menampilkan beragam kegiatan menarik. Mulai dari tari kreasi, penampilan musik anak-anak, hingga peluncuran Lagu Mars PAUD Bangka Barat berjudul “Ayo Sekolah”, yang menjadi simbol semangat pendidikan anak usia dini di daerah tersebut.
Bupati Markus dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memberikan ruang positif bagi tumbuh kembang anak. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, guru, dan orang tua dalam membentuk karakter serta kecerdasan anak sejak usia dini.
“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi momentum penting untuk memperkuat peran keluarga dalam pendidikan anak. Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi agenda berkelanjutan agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar Markus.
Lebih lanjut, Markus menekankan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Bangka Barat untuk menciptakan lingkungan ramah anak, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan kesejahteraan keluarga sebagai fondasi utama.
“Pemerintah terus berkomitmen menjadikan Bangka Barat sebagai kabupaten yang ramah anak. Itu berarti kita semua—pemerintah, sekolah, dan keluarga—harus bersinergi menciptakan ruang aman, sehat, dan menyenangkan bagi tumbuh kembang anak-anak,” tambahnya.
Salah satu momen menarik dalam festival ini adalah partisipasi aktif para orang tua yang turut mendampingi anak-anak mereka dalam berbagai kegiatan. Dari latihan hingga hari pelaksanaan, kolaborasi antara anak dan orang tua menjadi pemandangan yang menyentuh.
Bapak Janus Malalu, salah satu orang tua peserta, mengungkapkan kebanggaannya bisa terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menceritakan bagaimana proses persiapan menghadapi festival menjadi pengalaman berharga bersama anaknya.
“Anak saya jadi pemimpin Drum Band TK Santa Maria, sudah latihan dua minggu. Kita bangun pagi-pagi sudah mandiin dia, suapin dia biar lebih semangat, biar mood-nya gak hilang, terus semangatin dia lagi,” tuturnya penuh haru.
Janus berharap kegiatan seperti ini terus dipertahankan karena bukan hanya memberi hiburan, tapi juga menjadi wadah memperkuat ikatan antara orang tua dan anak. “Untuk ke depannya dipertahankan dan ditingkatkan, karena untuk motivasi anak agar jadi lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, Evi Astura Markus, selaku Bunda PAUD Bangka Barat, dalam sambutannya menegaskan bahwa festival ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pentingnya pendidikan dan kesejahteraan anak sejak dini. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya ajang menampilkan bakat, tetapi juga sarana membangun kedekatan emosional antara keluarga dan sekolah.
“Festival Anak ini adalah wujud komitmen kita bersama untuk memberikan ruang aman bagi anak berekspresi, berkreasi, dan menggali bakat. Namun lebih dari itu, ini adalah momentum emas mempererat hubungan antara orang tua dan anak,” kata Evi.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam memberikan dukungan, perhatian, dan kasih sayang kepada anak-anak. “Sudah menjadi tugas kita bersama untuk terus memberikan perhatian, kasih sayang, dan pendidikan terbaik bagi tumbuh kembang mereka,” tambahnya.
Acara yang berlangsung meriah itu juga diwarnai dengan peluncuran Mars PAUD Bangka Barat – Ayo Sekolah, lagu yang diciptakan khusus untuk menumbuhkan semangat belajar dan rasa cinta terhadap dunia pendidikan sejak usia dini. Lagu tersebut disambut antusias oleh para peserta dan tamu undangan yang ikut bernyanyi bersama.
Dengan suksesnya penyelenggaraan Festival Anak tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin yang mendorong penguatan pendidikan karakter dan peran keluarga dalam mendukung perkembangan anak.
“Harapan kami, melalui kegiatan seperti ini, anak-anak Bangka Barat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia. Kebersamaan antara orang tua, guru, dan pemerintah adalah kunci utama menuju masa depan yang lebih baik,” pungkas Bupati Markus.
Melalui semangat kebersamaan dan dukungan semua pihak, Festival Anak Bangka Barat membuktikan bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga kolaborasi keluarga dan masyarakat dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi masa depan. (Yopi Herwindo/KBO Babel)











