KBOBABEL.COM (BANGKA SELATAN) — Suasana duka menyelimuti sebuah rumah papan di Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kamis (4/9/2025) pagi. Seorang bocah laki-laki harus menanggung luka batin mendalam setelah mendapati ibunya, Mega (33), tewas gantung diri di dalam rumah. Kamis (4/9/2025)
Tangisan histeris bocah tersebut terdengar hingga ke luar rumah dan mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah tetangga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk memastikan kabar yang mengejutkan itu. Warga berusaha menenangkan bocah yang terus menangis, meski tangisannya tak kunjung reda. Bahkan saat jenazah ibunya dievakuasi ke RSUD Junjung Besaoh, bocah tersebut tetap tersedu-sedu dan menutup wajahnya dengan kerah baju hitam yang dipakainya.
Kapolsek Toboali, Iptu Muhammad Syah Petrianto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya seorang perempuan yang ditemukan tewas di rumahnya dengan kondisi gantung diri.
“Benar, korban ditemukan dalam kondisi gantung diri di dalam rumahnya,” ujar Syah Petrianto kepada wartawan.
Ditemukan Anak Sekitar Pukul 08.00 WIB
Berdasarkan keterangan polisi, korban pertama kali ditemukan oleh anak laki-lakinya sendiri sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu sang anak melihat ibunya sudah tergantung tidak bernyawa. Panik dan kaget, bocah itu langsung berteriak histeris hingga warga sekitar berdatangan ke rumah tersebut.
Setelah memastikan kebenaran kabar itu, warga kemudian segera melaporkan kejadian ke aparat kepolisian setempat. Tak berselang lama, sekitar pukul 08.30 WIB, tim Inafis Polres Bangka Selatan bersama anggota Polsek Toboali tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah.
“Kami langsung datang ke lokasi setelah menerima laporan. Proses evakuasi dan olah TKP langsung dilakukan,” jelas Syah Petrianto.
Ditemukan Surat Misterius
Dalam pemeriksaan awal di TKP, petugas mendapati sejumlah benda mencurigakan. Salah satunya adalah selembar surat yang diduga ditulis korban sebelum mengakhiri hidupnya. Namun, polisi belum bersedia mengungkap isi surat tersebut karena masih dalam tahap penyelidikan.
“Dalam penanganan olah TKP ditemukan beberapa benda termasuk salah satu surat yang ditinggalkan oleh almarhumah,” ungkapnya.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah peristiwa ini murni tindakan bunuh diri atau terdapat indikasi lain yang mengarah pada tindak kriminalitas. Beberapa saksi telah dimintai keterangan untuk memperkuat proses penyelidikan.
Keterangan Warga Sekitar
Sejumlah warga sekitar mengatakan, korban selama ini tinggal di rumah tersebut hanya berdua bersama anak laki-lakinya. Malam sebelum peristiwa tragis itu, korban diketahui sempat berkaraoke di rumahnya.
“Korban tinggal berdua dengan anaknya. Dia memang punya pacar, tapi tidak tinggal satu rumah. Malam sebelumnya sempat berkaraoke,” kata salah seorang warga.
Informasi ini juga dibenarkan Kapolsek Toboali. Menurutnya, korban memang diketahui memiliki seorang kekasih yang kerap datang ke rumah, tetapi tidak menetap di sana.
“Korban tinggal berdua dengan anaknya juga mempunyai pacar. Tetapi tidak tinggal satu rumah,” jelas Kapolsek.
Pemeriksaan Barang Bukti
Dalam proses olah TKP, polisi turut membawa sebuah speaker berwarna cokelat dari rumah korban. Petugas melakukan pemeriksaan sidik jari pada perangkat tersebut. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila nantinya ditemukan indikasi adanya campur tangan orang lain dalam kematian korban.
“Kami tetap teliti semua barang yang ada di lokasi untuk memastikan apakah peristiwa ini murni gantung diri atau ada hal lain,” kata seorang anggota tim Inafis di lokasi.
Jenazah Dibawa ke RSUD Junjung Besaoh
Setelah dilakukan evakuasi, jenazah Mega dibawa ke RSUD Junjung Besaoh untuk dilakukan visum. Pemeriksaan medis ini penting untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban. Hasil visum akan dituangkan dalam laporan resmi dokter yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan, terutama apabila ada dugaan tindak pidana.
“Visum dilakukan agar jelas penyebab kematian korban. Hasilnya akan menjadi bagian dari proses penyelidikan kami,” ujar Kapolsek.
Trauma Mendalam Bagi Sang Anak
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam, terutama bagi anak korban yang menjadi saksi pertama kali. Bocah tersebut terlihat terpukul dengan peristiwa yang menimpa ibunya. Beberapa warga menuturkan, tangisannya terus terdengar bahkan hingga jenazah dibawa ke rumah sakit.
“Kami semua ikut sedih melihat anak itu. Dia terus menangis memanggil ibunya,” kata seorang tetangga dengan mata berkaca-kaca.
Warga berharap pihak kepolisian bisa segera mengungkap penyebab pasti kematian korban agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.
Polisi Masih Selidiki Motif
Hingga kini, polisi belum bisa memastikan motif di balik tindakan nekat korban. Sejumlah kemungkinan masih terbuka, baik faktor depresi, persoalan pribadi, maupun dugaan adanya campur tangan pihak lain.
“Kami masih mendalami kasus ini. Semua kemungkinan akan kami telusuri. Mohon bersabar karena penyelidikan masih berlangsung,” pungkas Kapolsek Toboali.
Peristiwa tragis ini menambah daftar kasus gantung diri yang belakangan terjadi di Bangka Belitung. Aparat kepolisian terus mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama jika ada keluarga atau kerabat yang menunjukkan gejala depresi.
Pihak berwenang juga mengingatkan pentingnya dukungan psikologis dan sosial bagi mereka yang menghadapi tekanan hidup, agar tidak mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidup. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)











