Harga Beras Naik di Pangkalpinang, Pemkot Pastikan Stok Aman dan Imbau Warga Tak Panik

Beras Medium Sentuh Rp13.500 per Kg, Pemerintah Minta Masyarakat Hindari Panic Buying

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi kenaikan harga beras medium yang saat ini melampaui harga eceran tertinggi (HET). Pemerintah memastikan stok beras di wilayah tersebut masih mencukupi dan tidak ada indikasi kelangkaan. Selasa (26/8/2025)

Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, menegaskan bahwa kenaikan harga beras yang terjadi hanya bersifat sementara. Menurutnya, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong yang justru bisa memicu kenaikan harga lebih tinggi.

banner 336x280

“Kami pastikan stok beras cukup setelah dicek langsung ke distributor. Jadi masyarakat tidak perlu panik. Kenaikan harga ini sifatnya hanya sementara, bukan karena kelangkaan stok,” kata Mie Go kepada awak media usai melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin (25/8/2025).

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang justru akan memperburuk kondisi.

“Kalau masyarakat panik lalu memborong, itu malah bisa membuat harga makin naik. Cukup ada kenaikan sedikit, jangan sampai melebar karena panic buying,” ujar Mie Go.

Sehari sebelumnya, Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melaksanakan sidak di sejumlah ritel modern yang ada di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sidak dilakukan untuk memastikan ketersediaan sekaligus memantau langsung perkembangan harga di pasaran.

Berdasarkan hasil sidak, harga beras medium tercatat berkisar Rp13.500 per kilogram. Angka ini mengalami kenaikan tipis dari HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp13.100 per kilogram.

Menanggapi hal tersebut, Mie Go menegaskan pemerintah bersama distributor telah berkomitmen untuk menekan harga beras agar tidak jauh melampaui HET. Selain itu, pemerintah juga mengambil langkah strategis dengan meminta tambahan pasokan beras dari Bulog, khususnya beras jenis SPHP, guna menstabilkan harga di pasaran.

“Kami harap masyarakat tetap tenang. Pemerintah terus melakukan pemantauan dan pengendalian agar harga kembali normal. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi ini,” tuturnya.

Diketahui, Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebelumnya telah menerbitkan Surat Keputusan Kepala Bapanas Nomor 2 Tahun 2025 yang mengatur tentang harga pembelian pemerintah untuk gabah dan beras di tingkat petani, penggilingan, hingga Perum Bulog. Regulasi tersebut juga memuat ketentuan harga eceran tertinggi atau HET beras medium dan premium tahun 2025, yang ditetapkan sama dengan tahun 2024.

Dalam keputusan itu, HET beras medium dan premium dibagi berdasarkan zonasi wilayah. Untuk HET beras medium, di zona I ditetapkan Rp12.500 per kilogram, zona II Rp13.100 per kilogram, dan zona III Rp13.500 per kilogram. Sementara untuk beras premium, HET di zona I sebesar Rp14.900 per kilogram, zona II Rp15.400 per kilogram, dan zona III Rp15.800 per kilogram.

Zona I meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi. Zona II mencakup Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan. Sedangkan zona III meliputi wilayah Maluku dan Papua.

Dengan adanya regulasi tersebut, pemerintah daerah berharap harga beras di Pangkalpinang tetap terkendali sesuai ketentuan. Upaya bersama antara pemerintah, distributor, dan Bulog diharapkan mampu menjaga kestabilan harga sekaligus menjamin ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

Masyarakat diminta tetap bijak dalam melakukan pembelian dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh suasana. Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan harga dan melakukan langkah pengendalian inflasi agar kebutuhan pokok tetap terjangkau. (Sumber: BabelNews.id, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed