KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Peringatan Hari Jadi ke-25 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) berlangsung meriah dan penuh makna di Halaman Kantor Gubernur, Jumat (21/11/2025). Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Babel memadati lokasi acara untuk menyaksikan rangkaian kegiatan, mulai dari deklarasi anti narkoba hingga penampilan Tarian Bedincak oleh Gubernur Hidayat Arsani. Sabtu (22/11/2025)
Momentum seperempat abad perjalanan Babel ini dijadikan ajang konsolidasi bersama untuk memperkuat komitmen pembangunan daerah, sekaligus menegaskan sikap tegas pemerintah terhadap penyalahgunaan narkoba. Gubernur Hidayat Arsani, didampingi Forkopimda Provinsi Kep. Babel, membacakan Deklarasi Anti Narkoba Provinsi Kep. Babel secara terbuka di hadapan peserta upacara yang diperkirakan mencapai 15 ribu orang.
Dalam deklarasinya, Gubernur menyampaikan komitmen kuat pemerintah daerah untuk memerangi narkoba hingga ke akar-akarnya.
“Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kami menyatakan perlawanan terhadap setiap tindakan yang merusak generasi dan masa depan daerah ini,” kata Hidayat Arsani dalam pembacaan deklarasi yang disambut tepuk tangan panjang masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sebagai langkah konkret menjaga Babel tetap aman dan bebas dari ancaman narkotika.
“Kami mendukung sepenuhnya P4GN untuk mewujudkan Babel bersih dari narkoba. Ini bukan hanya komitmen pemerintah, tetapi tugas bersama seluruh masyarakat,” tambahnya.
Usai pembacaan deklarasi, suasana acara mendadak berubah meriah ketika Gubernur Hidayat Arsani secara spontan naik ke panggung dan menampilkan Tarian Bedincak, tarian tradisional khas Melayu Bangka Belitung. Aksinya sontak menjadi pusat perhatian ribuan peserta yang hadir.
Gubernur tidak tampil sendirian. Ia didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kep. Babel, Noni Hidayat Arsani, serta seluruh jajaran Forkopimda dan kepala daerah kabupaten/kota se-Babel yang turut ikut menari. Penampilan spontan tersebut mendapat sambutan hangat dan riuh tepuk tangan dari masyarakat yang memadati area acara. Banyak warga mengangkat ponsel mereka untuk mengabadikan momen langka tersebut.
“Ini adalah warisan budaya leluhur yang harus kita jaga. Tarian Bedincak bukan sekadar tarian, tetapi simbol kebersamaan masyarakat Bangka Belitung,” ujar Gubernur Hidayat Arsani usai menari di atas panggung.
Menurut warga yang hadir, aksi Gubernur menjadi salah satu bagian paling menarik dalam peringatan hari jadi tahun ini.
“Kami bangga melihat pemimpin daerah mau turun langsung menari bersama rakyat. Ini bentuk kedekatan yang jarang terjadi,” kata Rudi, warga Pangkalpinang yang turut menyaksikan penampilan tersebut.
Setelah suasana meriah dengan tarian tradisional, acara berlanjut dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, doa, dan harapan bagi kemajuan Babel pada usia ke-25. Pemotongan tumpeng dilakukan Gubernur Hidayat Arsani bersama para pejabat daerah.
Memasuki penghujung acara, pemerintah provinsi membagikan ratusan doorprize kepada masyarakat yang hadir. Hadiah yang disiapkan antara lain sepeda listrik, sepeda, dan berbagai perlengkapan rumah tangga. Pengundian doorprize semakin menambah antusiasme masyarakat yang sejak pagi mengikuti rangkaian kegiatan hari jadi.
Peringatan Hari Jadi ke-25 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun ini mencerminkan dua pesan besar: komitmen tegas melawan narkoba dan tekad melestarikan budaya lokal. Melalui deklarasi anti narkoba, pemerintah daerah menunjukkan keseriusan dalam menjaga generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Sementara itu, penampilan Tarian Bedincak menjadi pengingat pentingnya menjaga identitas budaya di tengah modernisasi.
Dengan terselenggaranya rangkaian perayaan ini, Gubernur Hidayat Arsani berharap seluruh elemen masyarakat semakin solid dalam pembangunan Babel. “
Semoga usia ke-25 ini menjadi momentum bagi kita untuk terus bersatu, menjaga daerah agar tetap bersih dari narkoba, sekaligus melestarikan budaya leluhur yang menjadi jati diri kita,” tutupnya.
Perayaan ini pun menjadi simbol bahwa Babel bukan hanya sedang membangun fisik daerah, tetapi juga membangun karakter, budaya, dan generasi masa depan yang lebih baik. (KBO Babel)











