KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Dugaan pesta narkoba di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Depok menjadi sorotan setelah sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pria berjoget dan diduga mengonsumsi narkoba beredar luas di media sosial. Senin (5/10/2026)
Pihak Rutan Depok membenarkan bahwa peristiwa yang ramai diperbincangkan tersebut terjadi di lingkungan Rutan Depok. Untuk mengungkap fakta sebenarnya, sebanyak 22 warga binaan dan dua petugas telah menjalani pemeriksaan.
Kepala Rutan Depok, Ario Galih Maduseno, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap warga binaan yang berada di kamar atau ruangan yang menjadi lokasi kejadian.
“Kalau kita pemeriksaan di kamar itu ada kurang lebih 22 warga binaan dan yang kami dalami lagi ada sekitar 3 sampai 4 orang,” ujar Ario kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).
Menurut Ario, pemeriksaan tersebut masih berlangsung untuk mendalami siapa saja yang diduga mengetahui atau terlibat dalam peristiwa yang terekam dalam video tersebut.
Selain warga binaan, pihak Rutan Depok juga memeriksa dua orang petugas. Keduanya merupakan pegawai Rutan Depok yang bertugas di jajaran satuan pengamanan dan staf bimbingan kerja.
“Untuk sementara ini 2 orang,” kata Ario.
Ia menjelaskan pemeriksaan terhadap petugas dilakukan untuk mendalami dugaan adanya keterlibatan atau kemungkinan pemberian fasilitas terhadap pelanggaran yang terjadi di dalam rutan.
“Jelas petugas kami, pegawai Rutan Depok. Posisinya ada di jajaran satuan pengamanan dan staf di bimbingan kerja,” ujarnya.
Dilaporkan ke Polisi
Pihak Rutan Depok telah mengambil sejumlah langkah setelah video tersebut beredar dan menjadi perhatian publik.
Ario mengatakan pihaknya telah melaporkan dugaan pelanggaran tersebut kepada kepolisian. Laporan juga disampaikan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mendapatkan arahan terkait penanganan perkara.
“Langkah-langkah penanganan sudah secara tepat kami lakukan. Termasuk langkah pelaporan ke pihak kepolisian terkait dugaan adanya petugas membantu memfasilitasi pelanggaran seperti yang dilaporkan atau yang ramai beredar,” jelasnya.
Menurutnya, laporan tersebut diperlukan agar dugaan pelanggaran dapat ditangani melalui proses pemeriksaan yang objektif. Pihak rutan juga tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum seluruh fakta dan bukti diperoleh.
“Kami juga melaporkan kepada kepala kantor wilayah dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mendapatkan arahan dan langkah penanganan,” tambah Ario.
Tim Gabungan Dalami Video
Untuk mengurai persoalan tersebut, pemeriksaan akan dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Ditjenpas, dan Rutan Depok.
Tim tersebut akan mendalami berbagai informasi yang muncul, termasuk video yang beredar di media sosial, identitas orang-orang yang berada di dalam ruangan serta kemungkinan adanya pelanggaran tata tertib maupun tindak pidana narkotika.
Pemeriksaan juga diharapkan dapat menjawab bagaimana barang atau alat yang diduga berkaitan dengan narkotika bisa berada di dalam lingkungan rutan.
Ario menegaskan pihaknya berkomitmen bersikap transparan dalam menangani persoalan tersebut. Setiap orang yang nantinya terbukti terlibat akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami juga berjanji untuk transparan dan responsif, siapa pun yang terbukti terlibat melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga menegaskan komitmen Rutan Depok untuk memberantas peredaran gelap narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami Rutan Depok berkomitmen perang terhadap peredaran gelap narkoba,” katanya.
Video Viral Jadi Bahan Pemeriksaan
Sebelumnya, video yang menjadi pemicu pemeriksaan tersebut beredar di berbagai platform media sosial.
Dalam video itu terlihat sejumlah pria berada di sebuah ruangan sambil berjoget dengan iringan musik yang terdengar cukup keras. Salah seorang pria terlihat memegang sebuah botol yang dalam narasi video disebut sebagai alat pengisap sabu atau bong.
Narasi yang menyertai video menyebut lokasi kejadian berada di Lapas Depok.
Namun, terkait isi video tersebut, pihak Rutan Depok masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi, lokasi, waktu kejadian, identitas para penghuni ruangan serta dugaan penggunaan narkotika.
Pihak rutan juga perlu memastikan apakah benda yang terlihat dalam rekaman benar merupakan alat yang digunakan untuk mengonsumsi narkotika. Kepastian tersebut nantinya akan bergantung pada hasil pemeriksaan dan penyelidikan aparat berwenang.
Kasus ini menjadi perhatian karena dugaan pelanggaran terjadi di lingkungan pemasyarakatan yang seharusnya memiliki pengawasan ketat.
Selain dugaan penggunaan narkoba, pemeriksaan juga penting untuk mengungkap kemungkinan adanya kelalaian atau keterlibatan petugas dalam memberikan akses maupun fasilitas kepada warga binaan.
Dengan pemeriksaan terhadap 22 warga binaan dan dua petugas, serta keterlibatan tim gabungan dari jajaran pemasyarakatan dan kepolisian, pihak Rutan Depok berupaya mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh.
Hasil pemeriksaan nantinya akan menentukan apakah terdapat pelanggaran disiplin, keterlibatan petugas, maupun unsur tindak pidana narkotika yang dapat diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku. (Sumber : detiknews, Editor : KBO Babel)











