KBOBABEL.COM (LUBUK BESAR) – Kematian adalah sebuah kepastian yang tak terelakkan, namun beban yang ditinggalkannya sering kali menjadi badai bagi keluarga yang ditinggalkan. Di tengah suasana haru di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang, Rabu (06/05/2026), sebuah pesan kuat bergema: hiduplah tanpa menyusahkan, dan berpulanglah tanpa meninggalkan beban.
Kalimat bernada filosofis itu keluar dari lisan Kepala Desa Perlang, Yani Basaroni.
Pria yang akrab disapa Ronie ini tidak sekadar berteori. Ia berdiri tegak mendampingi dua orang ahli waris yang matanya masih sembab, mengawal proses klaim santunan Jaminan Kematian senilai Rp42 juta.
Secercah Harapan di Tengah Duka
Bagi keluarga yang baru saja kehilangan tulang punggung, angka tersebut bukan sekadar nominal, melainkan jaring pengaman di tengah jatuh bebasnya ekonomi keluarga.
“Uang Rp42 juta itu sangat membantu sekali. Bayangkan, di saat keluarga sedang kalut, mereka harus memikirkan biaya pemakaman hingga tahlilan. Dengan program ini, pemerintah hadir memeluk mereka melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Yani dengan nada serius.
Pahlawan di Balik Layar: Tim Perisai
Keberhasilan Desa Perlang meraih Predikat 2 Nasional kategori Desa BPJS Ketenagakerjaan tahun 2024 bukanlah sebuah kebetulan. Ini adalah hasil dari pergerakan “senyap” tiga orang Tim Perisai yang keluar masuk rumah warga, dari pesisir nelayan hingga ke dalam hutan perkebunan.
Semua profesi dirangkul tanpa kecuali:
* Petani yang bermandi keringat.
* Nelayan yang bertaruh nyawa di laut.
* Buruh serabutan hingga penambang rakyat yang bekerja di bawah bayang-bayang bahaya.
Saksi Bisu Sebuah Kepedulian
Selama, salah satu ahli waris yang hadir, tak mampu membendung rasa harunya. Baginya, pendampingan dari Pemerintah Desa Perlang terasa seperti kehadiran keluarga di saat paling gelap dalam hidupnya.
“Semua administrasi, semua urusan, bahkan sampai kami melangkah ke kantor ini, kami didampingi. Terima kasih telah melayani kami di saat kami hancur,” ungkap Selama dengan suara bergetar.
Pungkas: Warisan Tanpa Beban
Di akhir pendampingan, Yani Basaroni kembali mengingatkan warganya dengan pesan yang menohok sanubari. Ia mengajak seluruh warga untuk segera menemui Ketua RT atau petugas Perisai untuk mendaftar.
“Kalau bisa, semasa hidup jangan menyusahkan orang, meninggal duniapun demikian,” pungkasnya, menutup pagi itu dengan sebuah refleksi mendalam tentang martabat seorang manusia bahkan hingga ke liang lahat. (Herwandi/KBO Babel)

















