KBOBABEL.COM (JAKARTA) – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendorong PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk mengoperasikan kembali layanan kapal cepat rute Jakarta–Belitung sebagai solusi atas tingginya harga tiket pesawat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Rabu (8/7/2026)
Usulan tersebut disampaikan dalam audiensi antara jajaran DPRD Bangka Belitung dan manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Edi Nasapta, menegaskan bahwa kebutuhan akan moda transportasi laut yang cepat, nyaman, dan terjangkau semakin mendesak, terutama bagi masyarakat Belitung yang selama ini masih bergantung pada transportasi udara.
Menurut Edi, tingginya harga tiket pesawat menjadi kendala utama mobilitas masyarakat sekaligus berdampak terhadap perkembangan sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi.
“Hari ini masyarakat Bangka Belitung mengalami kesulitan transportasi karena harga tiket pesawat relatif tinggi, sementara konektivitas laut belum mampu memberikan pelayanan yang cepat dan stabil,” ujar Edi.
Ia menilai kondisi tersebut membutuhkan solusi jangka panjang melalui penyediaan layanan kapal cepat komersial yang memiliki jadwal pelayaran tetap serta mampu memberikan pelayanan profesional kepada masyarakat.
Belitung Dinilai Tak Lagi Membutuhkan Pelayaran Perintis
Edi mengatakan, khusus untuk Kabupaten Belitung, kebutuhan masyarakat saat ini bukan lagi sekadar layanan pelayaran perintis, melainkan transportasi laut komersial yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas penumpang secara efektif.
Karena itu, DPRD Babel mengusulkan agar ASDP menghidupkan kembali layanan kapal cepat yang sebelumnya pernah beroperasi melayani rute Jakarta–Belitung menggunakan kapal Mahakam dan Cisadane.
Menurutnya, kedua kapal tersebut pernah menjadi pilihan masyarakat karena mampu memangkas waktu perjalanan dibandingkan kapal konvensional.
“Kami berharap ASDP dapat menghitung kembali peluang menghadirkan kapal cepat seperti Mahakam dan Cisadane yang dulu pernah melayani rute Jakarta–Belitung,” katanya.
Edi optimistis layanan tersebut akan mendapat respons positif apabila tarif yang ditawarkan masih terjangkau.
Ia memperkirakan harga tiket sekitar Rp500 ribu per penumpang akan cukup kompetitif dibandingkan biaya perjalanan menggunakan pesawat.
“Kalau harga tiket berada di kisaran Rp500 ribu, kami yakin masyarakat akan sangat berminat menggunakan kapal cepat,” ujarnya.
Dorong Pariwisata dan Perekonomian
Selain menjadi solusi transportasi masyarakat, keberadaan kapal cepat juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Edi menjelaskan, kemudahan akses menuju Belitung akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang investasi baru.
Ia menilai sektor pariwisata Belitung saat ini mulai menunjukkan tren pemulihan setelah terdampak pandemi COVID-19.
Dengan dukungan transportasi yang memadai, potensi pertumbuhan ekonomi daerah diyakini akan semakin besar.
“Kapal cepat bukan hanya soal transportasi, tetapi juga menjadi penggerak sektor pariwisata, perdagangan, dan perekonomian masyarakat Bangka Belitung,” katanya.
ASDP Akan Lakukan Kajian Menyeluruh
Menanggapi usulan tersebut, Direktur Keuangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Bunga Herlina Oktaviyanti, menyatakan perusahaan menyambut baik aspirasi yang disampaikan DPRD Bangka Belitung.
Namun sebelum mengambil keputusan, ASDP akan melakukan kajian secara komprehensif terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan kemungkinan pengoperasian kembali kapal cepat.
Kajian tersebut meliputi aspek teknis, operasional, kelayakan bisnis, potensi jumlah penumpang, hingga ketersediaan armada yang sesuai dengan kebutuhan lintasan Jakarta–Belitung.
“Kami akan melakukan kajian secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan terkait usulan tersebut,” ujar Bunga.
Ia menjelaskan, kapal Mahakam dan Cisadane yang sebelumnya melayani rute tersebut saat ini sudah tidak lagi dimiliki ASDP.
Menurutnya, setelah masa operasional berakhir, kedua kapal tersebut telah dihibahkan kepada Kementerian Pertahanan.
Karena itu, apabila layanan kapal cepat kembali dioperasikan, perusahaan harus mempertimbangkan pengadaan armada baru atau alternatif kapal lain yang memiliki spesifikasi serupa.
Pernah Dihentikan Karena Tiket Pesawat Lebih Murah
Bunga mengungkapkan bahwa pada saat masih beroperasi, layanan kapal cepat Jakarta–Belitung sebenarnya cukup diminati masyarakat.
Namun kondisi berubah ketika harga tiket pesawat mengalami penurunan hingga hampir setara dengan tarif kapal cepat.
Situasi tersebut menyebabkan jumlah penumpang kapal menurun sehingga operasional dinilai tidak lagi layak secara bisnis.
Akibatnya, layanan kapal cepat akhirnya dihentikan.
DPRD Optimistis Kondisi Kini Berbeda
Menanggapi penjelasan tersebut, Edi Nasapta menilai situasi saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.
Menurutnya, harga tiket pesawat kini kembali mengalami kenaikan sehingga masyarakat membutuhkan alternatif transportasi yang lebih ekonomis.
Di sisi lain, pemerintah pusat juga terus mendorong pengembangan Belitung sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan nasional.
Karena itu, ia meyakini peluang bisnis kapal cepat saat ini jauh lebih menjanjikan dibandingkan sebelumnya.
“Insya Allah kondisi sekarang tidak akan sama seperti dulu. Harga tiket pesawat relatif tinggi sehingga masyarakat membutuhkan transportasi alternatif yang cepat, nyaman, dan terjangkau,” ujarnya.
Edi juga menilai meningkatnya aktivitas wisata ke Belitung akan menjadi pasar potensial bagi layanan kapal cepat apabila dikelola secara profesional.
Menurutnya, pengoperasian kembali kapal cepat bukan hanya menguntungkan masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi, tetapi juga berpotensi memberikan keuntungan secara komersial bagi operator.
Jawaban Dijanjikan Dua Bulan
Dalam audiensi tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan siap menindaklanjuti usulan DPRD Bangka Belitung melalui proses kajian internal.
Manajemen ASDP meminta waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikan seluruh kajian sebelum menyampaikan keputusan resmi mengenai kemungkinan pengoperasian kembali kapal cepat rute Jakarta–Belitung.
Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk aspek investasi, operasional, serta model bisnis yang dinilai paling tepat.
Audiensi itu turut dihadiri Direktur Keuangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Bunga Herlina Oktaviyanti, Group Head Operasional Pelayaran Krista Barus, Group Head Bisnis Pelayaran Komersial Rizki Dwianda, Group Head Perencanaan Organisasi dan Pembelajaran Yasirwan, serta Group Head Teknologi Informasi Khoirush Sholih.
Sementara dari DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hadir Wakil Ketua DPRD Edi Nasapta, Wakil Ketua Komisi III Imelda, Anggota Komisi III Levian, serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangka, M. Taufik Koriyanto.
DPRD berharap hasil kajian ASDP nantinya memberikan kepastian bagi masyarakat Bangka Belitung yang telah lama menantikan hadirnya kembali layanan kapal cepat sebagai moda transportasi yang mampu meningkatkan konektivitas, memperkuat sektor pariwisata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Daniel Johanes L/KBO Babel)















