
KBOBABEL.COM (BANGKA) – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dimanfaatkan Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung untuk memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan reklamasi dan penanaman pohon. Dipimpin langsung Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Inspektur Jenderal Polisi Viktor T. Sihombing, kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Pantai Rebo, Kabupaten Bangka, Rabu (8/7/2026).
Aksi penanaman pohon ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial dalam rangka Hari Bhayangkara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya nyata Polri untuk mengembalikan fungsi lingkungan yang mengalami kerusakan akibat pemanfaatan sumber daya alam yang belum diimbangi dengan proses pemulihan.

Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing mengatakan, reklamasi dan penghijauan merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keseimbangan alam. Menurutnya, selama ini eksploitasi sumber daya alam telah memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, namun di sisi lain meninggalkan pekerjaan rumah berupa kerusakan lingkungan yang harus segera dipulihkan.
“Kegiatan reklamasi dengan penanaman pohon ini merupakan bentuk aksi positif agar alam memberikan reaksi positif kepada kita. Selama ini banyak pohon yang ditebang, tetapi tidak semuanya diganti dengan penanaman kembali. Artinya kita masih memiliki utang terhadap lingkungan,” ujar Viktor.
Ia menjelaskan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam. Mulai dari sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan hingga kelautan telah menjadi penopang utama kehidupan masyarakat selama puluhan tahun.
Namun, pemanfaatan sumber daya alam yang tidak diiringi dengan upaya konservasi dan rehabilitasi lahan, kata Viktor, berpotensi memunculkan berbagai persoalan lingkungan yang dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Menurutnya, kerusakan lingkungan bukan hanya mengurangi keindahan alam, tetapi juga mengancam ketahanan ekologi, mengganggu ketahanan pangan, hingga berdampak terhadap keberlangsungan hidup masyarakat.
“Dampaknya bukan hanya terhadap estetika atau pemandangan, tetapi juga terhadap ketahanan ekologi, ketahanan pangan, bahkan keberlangsungan hidup masyarakat Bangka Belitung,” tegasnya.
Kapolda juga mengingatkan bahwa alam akan memberikan respons sesuai dengan perlakuan manusia terhadap lingkungan. Karena itu, menjaga kelestarian alam merupakan investasi penting bagi kehidupan generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Ia mencontohkan berbagai bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah daerah sebagai salah satu bentuk peringatan akibat menurunnya kualitas lingkungan.
“Kalau aksi kita positif, alam akan bereaksi positif. Sebaliknya, kalau aksi kita negatif, alam juga akan memberikan reaksi negatif kepada kita,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Viktor memaparkan capaian penghijauan yang telah dilakukan Polda Kepulauan Bangka Belitung selama beberapa tahun terakhir. Sejak tahun 2022 hingga 2025, Polda Babel bersama jajaran telah menanam sekitar 150.620 bibit pohon di lahan seluas kurang lebih 297,1 hektare.
Meski demikian, ia mengakui bahwa luas lahan yang membutuhkan rehabilitasi masih jauh lebih besar dibandingkan kemampuan pemerintah maupun aparat kepolisian dalam melakukan pemulihan.
Karena itu, ia menilai keberhasilan menjaga lingkungan hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen masyarakat ikut berpartisipasi, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, akademisi hingga masyarakat umum.
Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini, kegiatan penanaman pohon dilaksanakan secara serentak oleh seluruh jajaran Polres di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Secara keseluruhan, luas lahan reklamasi yang menjadi lokasi kegiatan mencapai sekitar 14 hektare.
Sementara itu, di lokasi utama kegiatan di kawasan Pantai Rebo, dilakukan penanaman sebanyak 3.000 bibit pohon yang terdiri atas 2.000 bibit mangrove dan 1.000 bibit cemara laut di lahan seluas tiga hektare.
Pemilihan mangrove dan cemara laut dinilai memiliki manfaat besar dalam menjaga kawasan pesisir. Mangrove berfungsi menahan abrasi pantai, menjadi habitat berbagai biota laut, serta mampu menyerap karbon dalam jumlah besar. Sedangkan cemara laut berperan sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari terpaan angin kencang sekaligus membantu menjaga stabilitas tanah.
Selain memberikan manfaat ekologis, kawasan pesisir yang hijau juga diharapkan mampu mendukung sektor pariwisata dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat sekitar.
Kapolda menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan tidak cukup hanya melalui kegiatan penanaman pohon. Pemeliharaan tanaman hingga tumbuh dengan baik juga menjadi bagian penting yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Polda Babel juga akan terus memperkuat langkah-langkah pencegahan kerusakan lingkungan melalui pendekatan yang berimbang, yakni preemtif, preventif dan represif.
Pendekatan preemtif dilakukan melalui edukasi dan penyadaran kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Sementara langkah preventif diwujudkan melalui pengawasan terhadap aktivitas pemanfaatan sumber daya alam.
Adapun langkah represif akan diterapkan melalui penegakan hukum secara tegas terhadap setiap pelanggaran yang berkaitan dengan perusakan lingkungan maupun pemanfaatan sumber daya alam yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurut Viktor, penegakan hukum tetap menjadi instrumen penting agar pemanfaatan sumber daya alam berlangsung secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Menutup kegiatan tersebut, Kapolda mengajak seluruh masyarakat Bangka Belitung untuk menjadikan pelestarian lingkungan sebagai gerakan bersama.
Ia berharap kawasan hutan, daerah aliran sungai, pesisir pantai, serta ruang terbuka hijau dapat terus dijaga sehingga tetap memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
“Pemulihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga hutan, pantai dan seluruh ruang publik sesuai peruntukannya agar anak cucu kita nanti masih dapat menikmati lingkungan yang hijau, sehat dan lestari,” tutup Viktor. (Sumber : terabasnews.com, Editor : KBO Babel)












