KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Sebanyak 11 kecamatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga akhir 2025 tercatat belum memiliki Markas Kepolisian Sektor atau Mapolsek sendiri. Kondisi tersebut membuat pelayanan kepolisian di sejumlah wilayah masih harus ditangani oleh satu polsek yang membawahi dua kecamatan, bahkan sebagian hanya dilayani melalui Polsubsektor. Jum’at (2/1/2026)
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T Sihombing menjelaskan, keterbatasan jumlah Mapolsek menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas jangkauan pelayanan kepolisian. Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa fungsi pengamanan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan melalui pengaturan wilayah kerja yang ada.
“Untuk sementara ini satu polsek ada yang membawahi dua kecamatan dan ada juga yang dibantu dengan Polsubsektor, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” kata Viktor saat rilis akhir tahun Polda Bangka Belitung, Rabu (31/12/2025).
Viktor menyebutkan, pembentukan Mapolsek baru telah diusulkan dan akan dilakukan secara bertahap. Menurut dia, saat ini Polda Bangka Belitung telah mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Dengan adanya dukungan tersebut, penambahan polsek diharapkan dapat mulai direalisasikan pada 2026.
“Tahun depan kita harapkan ada penambahan polsek dan ini sudah ada dukungan dari pemda. Namun tetap harus melalui kebijakan di Mabes Polri dan menyesuaikan dengan kondisi keuangan negara,” ujar Viktor.
Ia menjelaskan, secara ideal setiap kecamatan seharusnya memiliki satu Mapolsek agar pelayanan kepolisian bisa lebih cepat dan efektif. Namun, keterbatasan anggaran, personel, serta prioritas pembangunan menjadi faktor yang membuat target tersebut belum sepenuhnya tercapai.
Adapun kecamatan yang hingga kini belum memiliki Mapolsek antara lain Kecamatan Girimaya dan Kecamatan Gabek di Kota Pangkalpinang. Selain itu, Kecamatan Simpang Renggiang dan Kecamatan Damar di Kabupaten Belitung Timur juga masih belum memiliki Mapolsek mandiri.
Secara keseluruhan, saat ini wilayah Kepulauan Bangka Belitung dinaungi oleh tujuh Mapolres dengan total 37 Mapolsek dan sembilan Polsubsektor. Jumlah tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan seiring dengan pertumbuhan wilayah, jumlah penduduk, serta dinamika gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kita sama-sama berdoa agar nanti pembangunan Mapolsek di setiap kecamatan bisa terlaksana sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ucap Viktor.
Di sisi lain, Kapolda menegaskan bahwa keberadaan Bhabinkamtibmas menjadi ujung tombak kepolisian di tengah masyarakat, khususnya di wilayah yang belum memiliki Mapolsek. Setiap desa dan kelurahan di Bangka Belitung telah memiliki Bhabinkamtibmas yang berperan dalam pembinaan, pencegahan, serta pemberian edukasi hukum kepada warga.
“Bhabinkamtibmas kita sudah ada di setiap desa dan kelurahan. Ini menjadi harapan kita bagaimana mereka bisa memberi kesadaran hukum dan upaya preventif kepada masyarakat,” ujar mantan Kadivkum Mabes Polri tersebut.
Peran kepolisian di tingkat akar rumput dinilai semakin penting mengingat adanya peningkatan jumlah kasus kejahatan sepanjang 2025. Data Polda Bangka Belitung mencatat, jumlah kasus kriminal naik dari 2.645 kasus menjadi 2.971 kasus atau mengalami peningkatan sebesar 12,33 persen.
Dari total kasus tersebut, tindak pidana narkoba dan pencurian dengan pemberatan tercatat sebagai kasus terbanyak, masing-masing sebanyak 464 kasus. Kondisi ini menjadi perhatian serius jajaran kepolisian dalam menentukan langkah pencegahan dan penindakan ke depan.
Secara khusus, Viktor menyoroti keterkaitan antara penyalahgunaan narkoba dengan aktivitas penambangan di Bangka Belitung. Menurutnya, terdapat hubungan timbal balik yang memicu meningkatnya kedua persoalan tersebut.
“Ada yang merasa menggunakan narkoba untuk menambang, tapi kita lihat juga ada yang menambang untuk beli narkoba. Ini yang terus kita awasi dan tindak,” kata Viktor.
Kapolda menambahkan, penguatan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci menjaga stabilitas keamanan. Ia berharap partisipasi aktif warga dalam melaporkan potensi gangguan kamtibmas dapat membantu tugas kepolisian. Dengan dukungan anggaran, personel memadai, serta kesadaran hukum masyarakat, Viktor optimistis pelayanan kepolisian di Bangka Belitung akan semakin merata dan responsif di masa mendatang. Ia menegaskan komitmen Polda untuk terus berbenah demi rasa aman berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Bangka Belitung secara adil. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

















