
KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan mutasi dan rotasi besar-besaran di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia pada akhir Juni 2026. Melalui tujuh surat telegram yang diterbitkan, sebanyak 1.121 personel Polri mengalami pergeseran, promosi, maupun penugasan baru. Sabtu (27/6/2026)
Mutasi tersebut mencakup berbagai tingkatan jabatan, mulai dari perwira menengah hingga perwira tinggi, termasuk pergantian sejumlah kepala kepolisian daerah (Kapolda) dan wakil kepala kepolisian daerah (Wakapolda) di beberapa wilayah Indonesia.

Kebijakan rotasi ini merupakan bagian dari pembinaan karier personel sekaligus upaya penyegaran organisasi guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.
Salah satu perubahan penting terjadi di jajaran Polda Aceh. Jabatan Kapolda Aceh kini dipercayakan kepada Brigjen Pol Ruddi Setiawan.
Ia menggantikan Irjen Pol Marzuki Ali Basyah yang memasuki masa purna tugas atau pensiun setelah menyelesaikan masa pengabdiannya di institusi Polri.
Selain Aceh, pergantian pimpinan juga terjadi di Polda Papua Barat.
Kapolda Papua Barat yang sebelumnya dijabat Brigjen Pol Gatot Hariwibowo kini diserahkan kepada Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru.
Pergantian tersebut dilakukan seiring memasuki masa pensiun Brigjen Pol Gatot Hariwibowo.
Selain jabatan Kapolda, sejumlah posisi Wakapolda juga mengalami pergeseran.
Brigjen Pol Iwan Saktia dipercaya menduduki jabatan Wakapolda Banten.
Ia menggantikan Brigjen Hendra Wirawan yang mendapatkan promosi sebagai Karobinkar SSDM Polri.
Penempatan Brigjen Iwan Saktia diharapkan dapat memperkuat kinerja Polda Banten dalam bidang pembinaan personel dan operasional kepolisian.
Di wilayah timur Indonesia, Brigjen Pol Arif Budiman ditunjuk menjadi Wakapolda Maluku.
Ia menggantikan Brigjen Imam Thobroni yang memperoleh jabatan baru sebagai Auditor Kepolisian Utama Tingkat I Itwasum Polri.
Mutasi juga menyentuh Polda Papua Barat Daya.
Kombes Pol Fernando Sanches Napitupulu dipercaya menduduki jabatan Wakapolda Papua Barat Daya.
Ia menggantikan Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa yang mendapat tugas baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II di Sespim Lemdiklat Polri.
Rotasi jabatan di tubuh Polri dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga dinamika organisasi agar tetap berjalan efektif dan profesional.
Pergantian pejabat tidak hanya bertujuan memberikan kesempatan pengembangan karier kepada personel, tetapi juga menjadi bagian dari evaluasi dan penguatan organisasi.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan mutasi dan promosi merupakan hal yang lazim dalam institusi kepolisian.
Menurutnya, rotasi jabatan menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” ujarnya.
Dengan adanya mutasi terhadap 1.121 personel tersebut, Polri berharap seluruh pejabat yang mendapatkan amanah baru dapat segera beradaptasi dan menjalankan tugas secara optimal.
Pergantian pimpinan di tingkat polda maupun satuan kerja lainnya diharapkan mampu memperkuat stabilitas keamanan, meningkatkan pelayanan publik, serta menjawab berbagai tantangan tugas kepolisian yang terus berkembang.
Mutasi besar yang dilakukan pada akhir Juni 2026 ini sekaligus menjadi salah satu rotasi personel terbesar di lingkungan Polri sepanjang tahun berjalan, mencakup berbagai wilayah dan fungsi kepolisian di seluruh Indonesia. (Sumber : Sindonews, Editor : KBO Babel)














