KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Kota Pangkalpinang menghadapi peningkatan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang tahun 2025. Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mencatat, hingga Oktober 2025 jumlah kasus ISPA mencapai 26.243 kasus, meningkat tajam dari periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 20.906 kasus. Lonjakan lebih dari 5.300 kasus tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kota karena berkaitan dengan kualitas udara dan perubahan cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Jumat (21/11/2025)
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Muhammad Thamrin, mengatakan peningkatan kasus ISPA tidak lepas dari tingginya paparan polusi di lingkungan masyarakat. Aktivitas luar ruang yang meningkat, ditambah debu jalanan dan perubahan cuaca yang cepat, membuat warga lebih rentan terserang penyakit pernapasan ini.
“Aktivitas di luar rumah, paparan polusi, serta perubahan cuaca ekstrem menjadi faktor yang memicu tingginya kasus ISPA di masyarakat,” ujar Thamrin, Rabu (19/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa kondisi lingkungan pada musim peralihan sering kali memunculkan persebaran partikel halus di udara. Dalam kondisi demikian, daya tahan tubuh masyarakat akan lebih mudah turun, sehingga infeksi saluran pernapasan cepat menyebar.
“Pergantian musim yang cepat, debu jalanan, dan kelembapan udara tinggi dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga masyarakat lebih rentan terserang ISPA,” tambahnya.
Didominasi Usia Produktif
Dari keseluruhan jumlah kasus, kelompok usia 19–59 tahun mencatat angka tertinggi, yakni 15.362 kasus. Angka tersebut menunjukkan bahwa usia produktif—yang paling sering terpapar polusi saat beraktivitas di luar rumah—menjadi kelompok paling rentan. Disusul kemudian kelompok lansia serta anak-anak, dua golongan yang memiliki sistem imun cenderung lebih lemah.
Pemerintah Kota Pangkalpinang mengakui bahwa peningkatan mobilitas masyarakat selama bulan-bulan terakhir berperan besar dalam memperburuk situasi ini. Kendaraan bermotor yang meningkat, proyek pembangunan yang menghasilkan debu, serta cuaca panas berkepanjangan membuat kualitas udara menurun.
Penguatan Germas dan Posyandu
Untuk mengendalikan situasi, Dinas Kesehatan melakukan langkah-langkah pencegahan dengan mengintensifkan Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat (Germas). Program ini dilakukan melalui edukasi publik, pemeriksaan kesehatan gratis, kegiatan olahraga bersama, dan kampanye pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Thamrin menjelaskan bahwa pihaknya juga memperkuat fungsi posyandu, terutama untuk deteksi dini pada balita dan anak-anak—kelompok yang sangat rentan terhadap komplikasi ISPA. Pemeriksaan rutin, penanganan cepat, serta edukasi ibu balita menjadi fokus yang terus digencarkan.
“Posyandu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini gejala ISPA pada anak-anak. Dengan penguatan posyandu, kita ingin memastikan penanganan cepat agar tidak berkembang menjadi kondisi berat,” kata Thamrin.
Ketersediaan Vaksin PCV dan Fasilitas Kesehatan Siaga
Sebagai bagian dari upaya pencegahan jangka panjang, pemerintah juga menyediakan vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) bagi bayi usia 2, 3, dan 12 bulan. Vaksin PCV penting untuk mencegah pneumonia—salah satu bentuk ISPA berat yang dapat menyebabkan komplikasi serius.
Thamrin memastikan seluruh fasilitas kesehatan di Pangkalpinang berada dalam kondisi siap untuk menghadapi potensi lonjakan pasien ISPA, terutama pada saat cuaca tidak menentu.
“Kami memiliki tenaga medis yang mumpuni, ketersediaan obat-obatan dan alat pelindung diri seperti masker yang cukup, serta rumah sakit rujukan untuk menangani kasus pneumonia berat,” ujarnya.
Imbauan kepada Masyarakat
Menutup penjelasannya, Thamrin mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin menjaga kesehatan diri dan keluarga. Ia meminta warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala ISPA seperti batuk, demam, atau sesak napas.
“Kami berharap kesadaran masyarakat meningkat dalam menjaga daya tahan tubuh dan menghindari paparan polusi. Dengan kolaborasi semua pihak, angka kasus ISPA dapat kita tekan bersama,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah pengendalian polusi dan peningkatan layanan kesehatan ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap tren kasus ISPA dapat segera menurun dan kondisi udara di kota tersebut dapat membaik demi kesehatan seluruh warga. (Sumber : Babel News, Editor : KBO Babel)

















