Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis di Toboali Masih Diselidiki, Polisi Periksa CCTV dan Saksi

Kasus Kekerasan terhadap Aktivis Lingkungan, Polda Babel Janji Ungkap Pelaku

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung terus mendalami kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis lingkungan, Muhammad Rosidi, yang terjadi di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Peristiwa tersebut berlangsung pada Selasa malam (17/2/2026) sekitar pukul 22.24 WIB dan hingga kini masih dalam proses penyelidikan intensif. Sabtu (4/4/2026)

Kepala Bidang Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Agus Sugiyarso, menyampaikan bahwa meski kejadian sudah berlangsung sekitar satu bulan, aparat kepolisian masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku.

banner 336x280

“Peristiwa ini sudah berlangsung sekitar satu bulan lalu dan hingga kini masih terus kami kembangkan. Kami melakukan penelusuran, termasuk pemeriksaan CCTV, saksi-saksi, serta korban,” ujar Agus di Pangkalpinang, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, proses penyelidikan menghadapi sejumlah kendala, terutama minimnya saksi di lokasi kejadian. Insiden tersebut terjadi pada malam hari di kawasan yang relatif sepi, sehingga menyulitkan aparat dalam mengumpulkan keterangan dari saksi mata.

“Saksinya sangat terbatas. Namun pada intinya, kami akan terus memproses kasus ini hingga tuntas,” tegasnya.

Dalam upaya mengungkap kasus tersebut, penyidik telah mengamankan sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut saat ini tengah dianalisis untuk mengidentifikasi pelaku maupun kronologi pasti peristiwa.

Selain itu, pemeriksaan terhadap korban juga menjadi bagian penting dalam proses penyidikan. Namun demikian, Agus menjelaskan bahwa pemeriksaan resmi terhadap Muhammad Rosidi baru dapat dilakukan setelah kondisi kesehatannya benar-benar membaik, mengingat luka yang dialami korban cukup serius.

Penanganan kasus ini melibatkan tim gabungan dari Polda Kepulauan Bangka Belitung bersama jajaran Polres Bangka Selatan. Koordinasi intensif terus dilakukan guna mempercepat pengungkapan kasus yang menjadi perhatian publik tersebut.

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Viktor T. Sihombing, turut memberikan atensi khusus terhadap penanganan perkara ini. Ia disebut secara langsung memberikan asistensi kepada tim penyidik agar proses pengungkapan berjalan maksimal dan profesional.

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis lingkungan ini menjadi sorotan karena diduga berkaitan dengan aktivitas advokasi lingkungan yang dilakukan korban. Meski demikian, pihak kepolisian belum menyimpulkan motif di balik kejadian tersebut dan masih fokus pada pengumpulan alat bukti.

Polda Babel menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan pelaku dapat segera diungkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku. Aparat juga berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada masyarakat secara transparan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan terhadap aktivis lingkungan yang kerap berada di garis depan dalam memperjuangkan isu-isu ekologis. Banyak pihak berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap kasus ini demi memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarganya.

Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berjalan dengan fokus pada pendalaman alat bukti, analisis rekaman CCTV, serta penelusuran kemungkinan keterlibatan pihak lain. Polisi juga membuka peluang bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk turut membantu proses pengungkapan.

Dengan berbagai langkah yang dilakukan, diharapkan kasus ini dapat segera menemukan titik terang dan memberikan kepastian hukum, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di wilayah Bangka Belitung. (Sumber : Antara Babel, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *