KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Kasus dugaan perampokan ratusan balok timah di sebuah smelter kawasan Sungailiat, Kabupaten Bangka, terus menyita perhatian publik. Selain karena nilai kerugian yang ditaksir mencapai miliaran rupiah, kasus ini juga menyeret dugaan keterlibatan tiga oknum anggota kepolisian dari Polda Kepulauan Bangka Belitung. Kamis (21/5/2026)
Informasi yang beredar menyebutkan, tiga oknum polisi berinisial Id, Dnd, dan Alm dikabarkan turut diamankan guna menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan keterlibatan dalam kasus tersebut. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai status ketiganya maupun sejauh mana keterlibatan mereka dalam perkara tersebut.
Kasus ini bermula dari aksi perampokan yang terjadi di salah satu smelter di wilayah Sungailiat. Komplotan pelaku diduga berhasil membawa kabur ratusan balok timah hasil peleburan dengan nilai fantastis. Dalam menjalankan aksinya, para pelaku disebut sempat menyekap penjaga malam agar proses pengangkutan barang berjalan mulus tanpa perlawanan.
Aksi tersebut sontak memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai pencurian dalam skala besar itu sulit dilakukan tanpa adanya pihak yang memahami sistem keamanan, jalur distribusi, hingga kondisi internal lokasi penyimpanan timah.
Tidak butuh waktu lama, aparat gabungan bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan sejumlah terduga pelaku. Namun di tengah proses pengembangan kasus, muncul kabar mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat kepolisian yang membuat publik semakin geger.
Jika dugaan tersebut terbukti, maka kasus ini dinilai menjadi pukulan serius bagi citra institusi penegak hukum di Bangka Belitung. Apalagi selama ini persoalan tambang dan tata niaga timah ilegal memang menjadi sorotan tajam masyarakat.
Pengamat hukum dan sejumlah elemen masyarakat sipil meminta kepolisian bertindak terbuka dan profesional dalam menangani perkara tersebut. Mereka menilai, transparansi sangat penting agar kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum tidak semakin merosot.
“Jangan sampai kasus ini berhenti hanya pada pelaku lapangan. Harus dibuka secara terang siapa aktor utama, siapa yang diduga membekingi, dan bagaimana jaringan ini bisa bekerja,” ujar salah satu aktivis antikorupsi di Pangkalpinang.
Masyarakat juga mendesak Divisi Propam Polri turun langsung melakukan pengawasan terhadap proses pemeriksaan terhadap oknum anggota yang diduga terlibat. Langkah itu dianggap penting untuk memastikan tidak ada upaya perlindungan internal maupun pengaburan fakta hukum.
Kasus dugaan perampokan balok timah ini kembali memperlihatkan besarnya persoalan mafia timah di Bangka Belitung. Selama bertahun-tahun, praktik ilegal di sektor pertambangan dan perdagangan timah kerap dikaitkan dengan dugaan adanya jaringan kuat yang melibatkan berbagai pihak.
Publik kini menunggu sikap tegas Polda Bangka Belitung dalam mengusut perkara tersebut secara menyeluruh. Penanganan yang transparan dan tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan kasus dan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku. Sementara itu, masyarakat berharap aparat benar-benar serius membersihkan dugaan praktik mafia timah yang selama ini dinilai merugikan daerah dan mencederai rasa keadilan. (Adi Rachmat Widarko/KBO Babel)
















