Menteri Pariwisata dan Menteri Koperasi Luncurkan Program Nasional di Belitung, Pokdarwis Siap Bertransformasi

Pemerintah Jadikan Belitung Laboratorium Nasional Pariwisata Berbasis Koperasi, UMKM dan Desa Wisata Diuntungkan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BELITUNG) – Pemerintah pusat resmi menjadikan Kabupaten Belitung sebagai daerah percontohan nasional dalam pelaksanaan program Integrasi dan Transformasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui Koperasi. Program kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Koperasi tersebut diharapkan menjadi model baru pengembangan desa wisata yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat berbasis koperasi. Senin (6/7/2026)

Peluncuran program nasional itu digelar di Pendopo Pantai Tanjung Kelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Minggu (5/7/2026), dan dihadiri sekitar 150 undangan dari berbagai unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga kelompok masyarakat.

banner 336x280

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana, jajaran kementerian terkait, Pemerintah Kabupaten Belitung, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pelaku pariwisata, pengurus koperasi, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari berbagai wilayah.

Peluncuran program ini menjadi tonggak baru dalam pembangunan sektor pariwisata nasional. Pemerintah ingin menjadikan Pokdarwis tidak hanya sebagai penggerak aktivitas wisata, tetapi juga sebagai pengelola kegiatan ekonomi masyarakat melalui wadah koperasi yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Belitung Dipilih sebagai Daerah Percontohan

Kabupaten Belitung dipilih karena dinilai memiliki potensi besar di sektor pariwisata sekaligus pengalaman dalam mengembangkan desa wisata berbasis masyarakat.

Keindahan pantai, kekayaan budaya, kuliner, hingga potensi ekonomi kreatif menjadikan Belitung dinilai layak menjadi laboratorium nasional untuk penerapan model integrasi Pokdarwis dan koperasi.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap desa-desa wisata di Belitung mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola potensi wisata secara terpadu dengan penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diharapkan mampu menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi desa.

Menurutnya, koperasi harus menjadi lokomotif yang menghubungkan berbagai sektor usaha sehingga seluruh potensi ekonomi masyarakat dapat berkembang secara bersama-sama.

“Kalau lokomotifnya kuat, seluruh gerbong ekonomi akan ikut bergerak. Tetapi jika lokomotif berhenti, seluruh sektor yang bergantung di belakangnya juga akan ikut terhenti,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa koperasi nantinya tidak hanya bergerak di sektor pariwisata, tetapi juga mengintegrasikan bidang pertanian, perikanan, perdagangan, UMKM, hingga ekonomi kreatif dalam satu ekosistem pembangunan desa.

Kurangi Ketergantungan pada Sektor Timah

Djoni menilai Belitung perlu mulai mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan timah yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Menurutnya, pariwisata memiliki peluang besar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan apabila dikelola secara profesional.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, terutama terkait konektivitas transportasi udara.

Menurut Djoni, persoalan utama bukan sekadar membuka rute penerbangan baru menuju Belitung, tetapi menjaga tingkat keterisian penumpang agar tetap stabil sehingga maskapai memiliki kepastian bisnis.

Karena itu, ia berharap pemerintah pusat terus memberikan dukungan terhadap pengembangan destinasi wisata Belitung, baik melalui promosi maupun peningkatan infrastruktur pendukung.

Ia optimistis Belitung mampu berdiri sejajar dengan destinasi unggulan nasional seperti Bali maupun Labuan Bajo apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak secara bersama-sama.

Selain itu, Djoni juga mengajak seluruh pemerintah desa menjadikan program ini sebagai momentum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan warga, dan pengurangan angka kemiskinan.

Pokdarwis Diperkuat Lewat Koperasi

Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana mengatakan Kelompok Sadar Wisata selama ini telah menjadi ujung tombak pembangunan pariwisata berbasis masyarakat.

Namun, menurutnya, manfaat ekonomi yang dihasilkan masih perlu diperkuat melalui kelembagaan yang lebih kokoh agar aktivitas usaha masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Kami ingin membangun ekosistem pariwisata yang bukan hanya ramai dikunjungi wisatawan, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Koperasi menjadi instrumen untuk mengelola berbagai aktivitas ekonomi secara kolaboratif,” katanya.

Menurut Widyanti, integrasi Pokdarwis ke dalam koperasi akan memberikan banyak manfaat, mulai dari penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kapasitas usaha masyarakat, hingga memperluas akses terhadap pembiayaan dan pasar.

Dengan model tersebut, desa wisata diharapkan tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lokal.

Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Nasional

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pemerintah berkomitmen menjadikan koperasi sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional.

Ia mengatakan koperasi harus mampu berkembang menjadi badan usaha yang profesional dan mampu bersaing dengan perusahaan swasta maupun badan usaha milik negara.

Ferry mengungkapkan bahwa sejak Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diluncurkan pada Maret 2025, perkembangan kelembagaan koperasi menunjukkan hasil yang cukup signifikan.

Hingga saat ini, sekitar 83.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah memperoleh badan hukum.

Selain itu, pemerintah juga telah menyelesaikan pembangunan sekitar 14.000 gedung koperasi, sementara sekitar 23.000 gudang koperasi masih dalam proses pembangunan.

Pemerintah juga menargetkan mulai menempatkan manajer koperasi profesional pada Agustus 2026 setelah seluruh peserta menyelesaikan pelatihan yang telah disiapkan.

Menurut Ferry, setiap koperasi akan dikembangkan berdasarkan potensi unggulan daerah masing-masing.

Di Belitung, sektor pariwisata dipandang sebagai salah satu kekuatan utama yang dapat menjadi motor penggerak koperasi.

Melalui pendekatan tersebut, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata diharapkan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat desa.

Komitmen Bersama Bangun Pariwisata Berkelanjutan

Peluncuran program Integrasi dan Transformasi Pokdarwis melalui Koperasi ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara pengurus Pokdarwis, pengurus koperasi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta pemerintah daerah.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan simbolis kartu anggota koperasi kepada perwakilan Pokdarwis dan kartu peserta pelatihan yang difasilitasi oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

Setelah acara peluncuran, kedua menteri bersama rombongan meninjau stan binaan KDKMP yang menampilkan berbagai produk unggulan UMKM lokal.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menghadiri penutupan Belitung Expo 2026 di kawasan Pantai Wisata Tanjung Pendam.

Peluncuran program nasional di Belitung menjadi sinyal kuat bahwa arah pembangunan pariwisata Indonesia kini tidak lagi semata-mata mengejar peningkatan jumlah wisatawan.

Pemerintah mulai menempatkan penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan sektor pariwisata. Dengan integrasi Pokdarwis dan koperasi, desa wisata diharapkan mampu berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi rakyat yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045. (Sumber : hitvberita.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *