Modus Nopol Palsu Terbongkar, 2.000 Barcode Kendaraan di Babel Diblokir Pertamina

Nopol Palsu Dipakai Beli BBM Subsidi, Pertamina Babel Blokir 2.000 Barcode

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memblokir sekitar 2.000 barcode kendaraan yang terindikasi menggunakan pelat nomor polisi (nopol) palsu untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sabtu (5/9/2026)

Pemblokiran tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pertamina memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran sekaligus mencegah praktik pengisian berulang yang berpotensi mengarah pada pengeritan maupun penimbunan BBM subsidi.

banner 336x280

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepulauan Babel, Satriyo Wibowo Wicaksono, mengatakan ribuan barcode tersebut telah diblokir sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

“Kita sudah melakukan pemblokiran barcode terhadap kendaraan terindikasi berpelat nomor polisi palsu ini yang melakukan pengisian BBM subsidi secara ulang-ulang kali,” kata Satriyo di Pangkalpinang, Jumat.

Menurutnya, kendaraan yang menggunakan barcode tersebut tidak dapat kembali melakukan pengisian BBM bersubsidi setelah dilakukan pemblokiran.

Satriyo mengungkapkan, temuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan pelat nomor kendaraan palsu. Pertamina juga menemukan adanya dugaan manipulasi dokumen kendaraan untuk mendapatkan akses terhadap BBM bersubsidi.

“Sebenarnya nomor polisi kendaraan ini tidak ada, karena nopol ini sudah diedit menggunakan artificial intelligence (AI), baik STNK maupun pelat nomor polisinya untuk bisa mengisi BBM bersubsidi di SPBU,” ujarnya.

Temuan ini menjadi perhatian karena sistem digitalisasi pembelian BBM bersubsidi pada dasarnya digunakan untuk memastikan kendaraan yang melakukan pengisian merupakan kendaraan yang sesuai dengan ketentuan penerima BBM subsidi.

Dengan adanya pemalsuan identitas kendaraan, proses pengawasan dan pendataan berpotensi disalahgunakan oleh pihak tertentu untuk mendapatkan BBM bersubsidi secara berulang.

Pengawasan Bersama Kepolisian

Untuk memperketat pengawasan, Pertamina Patra Niaga Babel berkolaborasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Babel dalam memantau aktivitas pengisian BBM di sejumlah SPBU.

Pengawasan terutama dilakukan pada jam-jam sibuk ketika antrean kendaraan cukup tinggi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendeteksi kendaraan yang melakukan pengisian secara berulang dalam waktu tertentu.

“Kita bersama kepolisian terus menjaga dan mengawasi pengisian BBM di SPBU, terutama di saat jam-jam sibuk untuk mencegah pengeritan dan penimbunan BBM bersubsidi ini,” kata Satriyo.

Pertamina juga terus melakukan pemantauan terhadap transaksi pembelian BBM bersubsidi melalui sistem yang tersedia. Kendaraan yang dinilai menunjukkan pola transaksi tidak wajar dapat menjadi objek pemeriksaan dan penindakan sesuai ketentuan.

Satriyo menegaskan pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab Pertamina dan aparat penegak hukum. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui praktik pengeritan dan penimbunan BBM bersubsidi ini ke call center 135, sehingga kami bisa melakukan pengecekan lebih lanjut,” ujarnya.

Pertamina berharap langkah pemblokiran barcode dan pengawasan bersama tersebut dapat menekan penyalahgunaan BBM bersubsidi di Bangka Belitung. Dengan pengawasan yang lebih ketat, BBM bersubsidi diharapkan benar-benar diterima masyarakat yang berhak sesuai peruntukannya. (Sumber : Babelpos.id, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *