Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bangka Belitung » Pangkalpinang Waspada Banjir! Wawako Dessy Soroti Drainase Tersumbat dan Kawasan Rawan Genangan

Pangkalpinang Waspada Banjir! Wawako Dessy Soroti Drainase Tersumbat dan Kawasan Rawan Genangan

  • account_circle Farraz Prakasa
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang mulai meningkatkan langkah antisipasi terhadap potensi banjir dan genangan air seiring memasuki musim penghujan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan pembersihan saluran drainase serta mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. Rabu (28/10/2026)

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin menunggu terjadinya banjir sebelum mengambil tindakan. Karena itu, sejumlah langkah pencegahan mulai dilakukan, terutama memastikan saluran pembuangan air berfungsi dengan baik.

Menurut Dessy, Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama instansi terkait untuk melakukan pembersihan drainase dan lingkungan di wilayah Kota Pangkalpinang.

Instruksi tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam meminimalkan risiko genangan air yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat ketika intensitas curah hujan meningkat.

“Pak Wali sudah memerintahkan kepada DLH dan lain-lain untuk membersihkan drainase dan lain-lainnya. Masyarakat juga, ayo sama-sama kita bersihkan drainase dekat rumah kita, agar saat musim hujan airnya dapat mengalir dengan baik,” kata Dessy.

Pemkot Minta Masyarakat Ikut Bertanggung Jawab

Dessy menekankan bahwa persoalan banjir tidak dapat diselesaikan hanya melalui tindakan pemerintah daerah. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan lingkungan tetap bersih dan saluran air tidak tersumbat.

Ia mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke selokan, parit, maupun saluran drainase yang berfungsi mengalirkan air hujan.

Sampah yang menumpuk di dalam drainase dapat menghambat aliran air dan memperbesar kemungkinan terjadinya genangan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Karena itu, masyarakat diminta mulai melakukan langkah sederhana dari lingkungan rumah masing-masing, seperti membersihkan selokan, mengangkat sampah yang menyumbat saluran air, serta menjaga kebersihan halaman dan lingkungan sekitar.

“Kita sama-sama menjaga lingkungan biar tidak banjir. Karena semua itu dimulai dari rumah dan lingkungan kita sendiri,” ujarnya.

Dessy juga mengajak insan pers untuk berperan dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan banjir.

Menurutnya, penyampaian informasi yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa persoalan sampah dan drainase memiliki kaitan erat dengan risiko genangan air.

Sejumlah Kawasan Rendah Rawan Genangan

Lebih lanjut, Dessy menjelaskan bahwa genangan air di Kota Pangkalpinang selama ini kerap ditemukan pada kawasan yang memiliki kondisi geografis lebih rendah atau berbentuk cekungan.

Kondisi tersebut menyebabkan air hujan lebih mudah berkumpul di titik tertentu, terutama ketika volume air meningkat dalam waktu singkat.

Salah satu kawasan yang disebut pernah mengalami genangan adalah Kampung Bintang. Meski demikian, Dessy menyampaikan bahwa genangan yang terjadi sebelumnya dapat surut relatif cepat setelah hujan berhenti.

“Biasanya titik-titik banjir ini di titik-titik yang cekung-cekung. Kayak kemarin di Kebun Bintang, tapi sebentar, hujan berhenti dan sebentar kering,” tuturnya.

Kendati genangan di sejumlah lokasi dapat surut dalam waktu singkat, langkah antisipasi tetap diperlukan agar kondisi serupa tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius ketika curah hujan meningkat.

Pembersihan drainase menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan air hujan dapat mengalir menuju saluran pembuangan tanpa terhambat tumpukan sampah maupun material lainnya.

Pencegahan Banjir Harus Dilakukan Bersama

Pemkot Pangkalpinang berharap instruksi pembersihan drainase dapat ditindaklanjuti secara optimal oleh perangkat daerah terkait dengan dukungan masyarakat.

Upaya pencegahan juga diharapkan tidak hanya dilakukan ketika musim hujan tiba, tetapi menjadi kebiasaan dalam menjaga kebersihan lingkungan sepanjang tahun.

Melalui kerja sama pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak, risiko genangan air di kawasan permukiman diharapkan dapat ditekan.

Dessy kembali mengingatkan bahwa menjaga kebersihan saluran air merupakan tanggung jawab bersama. Langkah sederhana yang dilakukan warga dari lingkungan rumah masing-masing dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pencegahan banjir di Kota Pangkalpinang.

Dengan drainase yang terjaga dan kesadaran masyarakat yang meningkat, pemerintah berharap aktivitas warga tetap berjalan lancar meskipun intensitas hujan mengalami peningkatan selama musim penghujan. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

  • Penulis: Farraz Prakasa
  • Editor: Sri Rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less