Panglima TNI Rotasi 14 Brigjen, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Rotasi Besar TNI Maret 2026: 14 Brigjen Pindah Jabatan, Ada Kasdam Jaya dan Dir C Bais

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Panglima TNI Agus Subiyanto kembali melakukan mutasi, rotasi, dan promosi jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia pada Maret 2026. Dalam kebijakan tersebut, sebanyak 35 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) masuk dalam daftar pergeseran jabatan, termasuk 14 Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI yang mengalami perubahan posisi strategis. Senin (30/3/2026)

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Aulia Dwi Nasrullah menegaskan bahwa mutasi merupakan hal yang lazim dalam tubuh TNI sebagai bagian dari pembinaan karier prajurit sekaligus kebutuhan organisasi.

banner 336x280

“Mutasi jabatan di tubuh TNI merupakan hal yang biasa dalam rangka pembinaan karier prajurit dan kebutuhan organisasi,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan, langkah tersebut juga bertujuan untuk menjaga dinamika organisasi agar tetap adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan. Setiap keputusan yang diambil telah melalui pertimbangan matang demi mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI secara optimal.

Dari daftar mutasi tersebut, sejumlah jabatan strategis mengalami pergeseran. Salah satunya adalah Brigjen TNI Mirza Patria Jaya yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur C Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat III Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat.

Selain itu, Brigjen TNI Zulhadrie S Mara yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam Jaya (Kasdam Jaya) kini dipromosikan sebagai Kepala Pusat Zeni Angkatan Darat (Kapusziad). Posisi Kasdam Jaya kemudian diisi oleh Brigjen TNI Putra Widyawinaya yang sebelumnya menjabat sebagai Kasdam XII/Tanjungpura.

Perubahan juga terjadi di lingkungan Kostrad. Brigjen TNI Vivin Alivianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Divisi Infanteri (Kasdivif) 1 Kostrad kini dipercaya sebagai Komandan Korem (Danrem) 173/PVB Kodam XVII/Cenderawasih. Posisi yang ditinggalkannya kemudian diisi oleh Brigjen TNI Setyo Wibowo yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Operasi Kaskostrad.

Sementara itu, Brigjen TNI Bambang Sujarwo yang sebelumnya menjabat sebagai Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro kini mengisi jabatan Kasdam XII/Tanjungpura, menggantikan posisi yang ditinggalkan Putra Widyawinaya.

Di bidang kesehatan militer, Brigjen TNI Gunawan Rusuldi yang sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Ir Puskesad) kini dipercaya sebagai Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Kapuskesad).

Mutasi juga menyentuh sejumlah perwira yang bertugas di lingkungan Badan Intelijen Negara (BIN). Brigjen TNI Fahmi Sudirman yang sebelumnya menjabat sebagai Agen Intelijen Ahli Madya pada Direktorat Jawa dan Bali Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN kini mengemban tugas baru sebagai Staf Ahli Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup BIN.

Selanjutnya, Brigjen TNI Bayu Sudarmanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua kini dipercaya sebagai Staf Khusus KSAD. Posisi Kabinda Papua kemudian diisi oleh Brigjen TNI Dedi Hardono yang sebelumnya bertugas sebagai Penata Kelola Intelijen Ahli Madya pada Direktorat Operasi Deputi Bidang Kontra Intelijen BIN.

Perubahan juga terjadi di lingkungan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia TNI. Brigjen TNI Hasandi Lubis yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) Iskandar Muda kini ditugaskan sebagai Staf Khusus KSAD dalam rangka mengikuti Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII Tahun Anggaran 2026 di Lemhannas.

Di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu yang sebelumnya menjabat sebagai Danrem 172/PWY kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Asisten Teritorial Kaskogabwilhan II. Sementara itu, posisi Danrem 172/PWY kini diisi oleh Brigjen TNI Robby Suryadi yang sebelumnya menjabat sebagai Aster Kaskogabwilhan II.

Mutasi ini menunjukkan adanya penyegaran organisasi di berbagai lini strategis TNI, baik di tingkat komando wilayah, satuan tempur, hingga lembaga intelijen. Langkah ini juga mencerminkan upaya TNI dalam menjaga profesionalisme serta meningkatkan efektivitas kinerja organisasi.

Selain sebagai bagian dari pembinaan karier, rotasi jabatan juga menjadi sarana untuk meningkatkan pengalaman dan kapasitas kepemimpinan para perwira. Dengan penugasan baru, diharapkan para pejabat yang dimutasi mampu membawa inovasi serta memperkuat sinergi dalam menjalankan tugas-tugas pertahanan negara.

Panglima TNI melalui kebijakan ini menegaskan pentingnya regenerasi dan distribusi kepemimpinan yang merata di tubuh TNI. Hal ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas organisasi sekaligus menghadapi dinamika tantangan pertahanan yang semakin kompleks.

Dengan total 35 perwira yang mengalami mutasi pada Maret 2026, TNI berharap dapat terus meningkatkan kinerja dan kesiapsiagaan dalam menjaga kedaulatan negara serta melindungi kepentingan nasional di berbagai sektor. (Sumber : SindoNews, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *