KBOBABEL.COM (Mentok, Bangka Barat) — Warga pesisir Pantai Limbung, Gang Sadar, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dikejutkan oleh penemuan sebuah granat aktif pada Rabu (10/12/2025) petang. Temuan benda berbahaya tersebut sontak membuat warga geger dan memicu kepanikan di sekitar lokasi. Kamis (11/12/2025)
Granat itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Syamsuri sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Syamsuri sedang berada di tepi pantai dan melihat sebuah benda mencurigakan yang sebagian tertimbun pasir. Merasa khawatir, ia kemudian memastikan lebih dekat dan mendapati bahwa benda tersebut adalah granat yang masih utuh. Kondisi granat yang tidak berkarat dan pin yang masih terpasang membuat situasi semakin mengkhawatirkan.
“Saya langsung terkejut begitu melihat bentuknya. Saya tidak berani menyentuh dan langsung memberitahu Pak Abidin selaku tokoh masyarakat,” ujar Syamsuri dalam keterangannya. Setelah mendapat laporan, Abidin segera menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan temuan tersebut.
Menerima laporan itu, Jajaran Polres Bangka Barat bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengamanan awal. Sekitar pukul 17.00 WIB, polisi memasang garis polisi (police line) untuk mencegah masyarakat mendekat. Upaya pengamanan dilakukan dengan ketat mengingat granat masih dalam kondisi aktif dan bisa membahayakan siapa pun yang berada di sekitar.
Pemasangan garis polisi itu ternyata menarik perhatian warga. Dalam waktu singkat, masyarakat sekitar berbondong-bondong mendekat untuk melihat langsung penemuan granat aktif yang jarang terjadi di wilayah tersebut. Petugas pun terus mengimbau warga agar menjaga jarak untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Tidak berselang lama, tepatnya pukul 17.50 WIB, Tim Gegana Satbrimobda Polda Kepulauan Bangka Belitung tiba di lokasi kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Tim Gegana kemudian melakukan identifikasi awal terhadap granat tersebut dan memastikan kondisinya.
Dari hasil pemeriksaan, granat ditemukan masih dalam kondisi aktif dengan pin yang masih menyatu. Kondisi ini menandakan potensi ledakan cukup besar jika terjadi kesalahan penanganan. Oleh karena itu, Tim Gegana bekerja dengan prosedur khusus untuk mengevakuasi granat agar dapat dilakukan disposal di tempat aman.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati dan penuh perhitungan. Setelah dipastikan aman untuk dipindahkan, granat kemudian dibawa oleh Tim Gegana menggunakan peralatan khusus. Seluruh langkah dilakukan mengikuti standar operasional agar tidak menimbulkan risiko bagi anggota tim maupun masyarakat sekitar.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar selalu waspada dan tidak menyentuh benda-benda mencurigakan.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Kami mengimbau agar warga tidak menyentuh atau mendekati benda mencurigakan apa pun, terutama yang berpotensi berbahaya. Polres Bangka Barat siap menindaklanjuti setiap situasi darurat dengan cepat dan aman,” ujar Pradana.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa personel Direktorat Polairud Polda Babel, Polres Bangka Barat, dan Polsek Mentok bekerja sama secara profesional dalam proses pengamanan hingga evakuasi granat untuk memastikan semuanya berjalan aman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menyelidiki asal-usul granat tersebut. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan bahwa granat tersebut terbawa arus atau merupakan sisa peninggalan aktivitas militer lama, namun penyelidikan lebih mendalam masih diperlukan.
Penemuan granat aktif ini menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika menemukan benda asing di area pantai. Polisi pun menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan kenyamanan warga Kabupaten Bangka Barat. (Sumber : Wowbabel, Editor : KBO Babel)
















