KBOBABEL.COM (BELITUNG) — Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Viktor Togi Tambunan, memantau langsung proses pelepasan ribuan peserta program mudik gratis Lebaran 2026 menggunakan kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Semarang, di Kabupaten Belitung, Jumat (27/3/2026). Sabtu (28/3/2026)
Sebanyak 1.200 pemudik diberangkatkan dalam program tersebut, yang merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, TNI Angkatan Laut, dan Polri. Para peserta mudik berasal dari dua wilayah utama, yakni Pulau Bangka dan Pulau Belitung.
Dari total jumlah tersebut, sebanyak 600 pemudik diberangkatkan melalui Pelabuhan Tanjung Batu yang terletak di Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung. Sementara 600 lainnya diberangkatkan melalui Pelabuhan Belinyu, Kabupaten Bangka.
Kapolda Babel menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pelepasan pemudik telah dipersiapkan dengan matang, termasuk dari sisi pengamanan. Ia memastikan bahwa sinergi antara Polri, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan berjalan dengan baik guna menjamin kelancaran proses keberangkatan.
“Kami dari Polda Kepulauan Bangka Belitung bersama TNI dan instansi terkait telah melaksanakan pengamanan secara optimal, baik di area pelabuhan maupun selama proses keberangkatan,” ujar Viktor.
Ia menambahkan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh peserta mudik dapat berangkat dengan aman, tertib, dan nyaman. Hingga berakhirnya kegiatan pelepasan sekitar pukul 12.00 WIB, situasi di lapangan terpantau kondusif tanpa adanya gangguan berarti.
Program mudik gratis menggunakan KRI Semarang ini menjadi salah satu solusi transportasi bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman saat Hari Raya Idulfitri. Selain membantu meringankan beban biaya perjalanan, program ini juga memberikan alternatif moda transportasi laut yang aman dan terorganisir.
Kapolda juga mengimbau seluruh pemudik untuk tetap menjaga ketertiban selama perjalanan serta mematuhi arahan petugas yang bertugas di kapal. Hal ini penting guna memastikan keselamatan bersama selama pelayaran berlangsung.
“Kepada seluruh pemudik agar tetap menjaga ketertiban selama perjalanan serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” tambahnya.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat, terutama di wilayah kepulauan seperti Bangka Belitung yang sangat bergantung pada transportasi laut. Kehadiran kapal perang TNI AL dalam program mudik gratis juga menunjukkan komitmen negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan pengamanan yang maksimal serta koordinasi lintas instansi yang solid, diharapkan perjalanan para pemudik dapat berlangsung lancar hingga tiba di tujuan. Program ini sekaligus menjadi bukti nyata kolaborasi antar lembaga dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. (Sumber : detiksumbasel, Editor : KBO Babel)















