Pemkab dan Polres Bangka Barat Bersinergi Tanam Jagung Serentak, Wujudkan Daerah Mandiri Pangan

Bangka Barat Menuju Kemandirian Pangan, Pemerintah dan Polres Tanam Jagung di Lahan 1,8 Hektare

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Mentok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat bersama Kepolisian Resor (Polres) Bangka Barat melaksanakan kegiatan penanaman jagung serentak di lahan seluas 1,8 hektare di kawasan Kebun Jagung Polres Bangka Barat, Rabu (8/10/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Ketahanan Pangan kuartal keempat tahun 2025 yang digagas untuk memperkuat kemandirian pangan daerah melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Senin (13/10/2025)

Asisten II Setda Bangka Barat, Drs. Heru Wasito, yang hadir mewakili Bupati Bangka Barat, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan langkah konkret memperkuat pondasi ekonomi berbasis pangan lokal di tingkat desa.

banner 336x280

“Desa-desa di Bangka Barat telah bergerak maju bersama. Dengan dana desa dan semangat kolaborasi, mereka kini tak lagi berjalan sendiri,” ujar Heru dalam sambutannya.

Ia mencontohkan sinergi antara Desa Belo Laut dan Desa Air Lintang yang kini menjadi model kerja sama antar-desa dalam penguatan ketahanan pangan daerah. Menurutnya, Desa Belo Laut fokus pada pengolahan pakan ternak berbahan dasar jagung, sedangkan Desa Air Lintang mengembangkan peternakan ayam petelur. Kedua desa tersebut saling menopang kebutuhan satu sama lain sehingga menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan berbasis pertanian dan peternakan.

“Kolaborasi ini bukan hanya soal jagung dan pakan, tetapi bagaimana desa-desa saling menghidupi. Dari tanah ke ternak, dari petani ke peternak, dari rakyat untuk rakyat,” tegas Heru.

Heru juga menceritakan pengalamannya secara pribadi membeli hasil produksi jagung dari BUMDes Belo Laut untuk dijadikan pakan ternak bebek miliknya. “Walau sederhana, tapi kualitasnya luar biasa,” ujarnya sambil tersenyum bangga.

Ia berharap semangat kolaborasi tersebut terus tumbuh di seluruh wilayah Bangka Barat agar mampu menjadi contoh daerah tangguh dalam menghadapi tantangan pangan global.

“Mungkin nanti, Bangka Barat bukan hanya dikenal sebagai sentra durian, tapi juga sebagai pusat tanaman alternatif seperti jagung dan anggur,” tambahnya optimistis.

Sementara itu, Kapolres Bangka Barat AKBP Aditya Nugraha Pratama, S.Ik, menegaskan komitmen jajarannya untuk mendukung penuh program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah daerah. Ia menyebut keterlibatan Polres bukan hanya dalam aspek pengamanan, melainkan juga langsung turun ke lapangan mengolah lahan dan menanam bibit bersama masyarakat.

“Luar biasa, kita semua angkat-angkat pupuk waktu itu, 14 ton kompos,” ujar Aditya sambil tersenyum mengenang proses awal pengolahan lahan.

Menurutnya, langkah ini menjadi contoh kecil dari upaya besar bersama untuk memulihkan unsur hara tanah yang sudah lama tidak produktif dan menjadikannya lahan subur kembali.

Selain jagung, Kapolres juga mendorong masyarakat untuk terus berinovasi dalam mengembangkan tanaman alternatif yang berpotensi ekonomi tinggi.

“Kita sudah panen cabai, panen malam, siapa tahu sebentar lagi kita panen anggur,” ujarnya berkelakar, disambut tawa hangat para peserta.

Menurut Aditya, ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab sektor pertanian semata, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh komponen masyarakat.

“Kalau masyarakat, pemerintah, dan aparat bersatu, maka ketahanan pangan bukan lagi impian, melainkan kenyataan,” ujarnya.

Kegiatan penanaman jagung serentak ini diikuti oleh jajaran pejabat daerah, anggota Polres, perwakilan kelompok tani, serta masyarakat sekitar. Acara tersebut menjadi simbol nyata kolaborasi lintas sektor dalam menggerakkan potensi sumber daya lokal menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Heru Wasito juga menegaskan bahwa Pemkab Bangka Barat berkomitmen melanjutkan program serupa di beberapa kecamatan lain dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur milik desa.

“Kita ingin setiap jengkal tanah di Bangka Barat menjadi sumber kehidupan, bukan hanya lahan kosong. Inilah bentuk nyata visi Bangka Barat Mandiri Pangan,” tegasnya.

Pemkab juga berencana memperluas kerja sama dengan instansi vertikal seperti Kodim, Polres, dan perguruan tinggi untuk memperkuat aspek riset dan teknologi pertanian.

“Ke depan, kita akan menggandeng mahasiswa pertanian untuk melakukan uji tanah dan membantu petani dalam meningkatkan hasil panen,” ujar Heru.

Gerakan ketahanan pangan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan, lahan tidur, maupun lahan kritis menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomi. Melalui kerja sama berbagai pihak, baik dari unsur pemerintah, aparat, hingga kelompok tani dan BUMDes, Bangka Barat optimistis dapat menjadi daerah percontohan dalam pengembangan pangan lokal yang berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan penanaman bibit jagung secara simbolis oleh Asisten II Setda Bangka Barat dan Kapolres Bangka Barat, didampingi peserta lainnya. Mereka berharap, dari butir-butir jagung yang ditanam hari itu, akan tumbuh semangat baru menuju kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat Bangka Barat.

Dengan semangat “Dari Desa untuk Indonesia Maju”, kolaborasi antara Pemkab dan Polres Bangka Barat menjadi bukti nyata bahwa ketahanan pangan bisa terwujud jika seluruh elemen bersatu dalam kerja nyata, bukan sekadar wacana. (Yopi Herwindo/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *