Pemkot Pangkalpinang Ajukan Gedung Kesenian, Wali Kota Lobi Dukungan Pemerintah Pusat

Temui Menteri Kebudayaan, Wali Kota Pangkalpinang Percepat Rencana Gedung Kesenian

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (YOGYAKARTA) — Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menunjukkan komitmen kuat dalam pelestarian budaya daerah dengan memperjuangkan pembangunan Gedung Kesenian Pangkalpinang. Upaya tersebut disampaikannya secara langsung saat bertemu dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Yogyakarta, Minggu (29/3/2026). Senin (30/3/2026)

Pertemuan itu berlangsung usai Wali Kota menghadiri kegiatan Peringatan Hari Filateli Nasional (HFN) yang digelar di Taman Budaya Embung Giwangan. Momentum tersebut dimanfaatkan Saparudin, yang akrab disapa Prof. Udin, untuk menyampaikan kebutuhan mendesak akan fasilitas kesenian yang representatif di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

banner 336x280

Menurutnya, sebagai daerah yang memiliki nilai historis tinggi, khususnya dalam perjalanan perjuangan kemerdekaan, Pangkalpinang membutuhkan sarana yang mampu menjadi pusat aktivitas seni sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat.

“Dengan adanya gedung kesenian, segala aktivitas kesenian dan kebudayaan punya wadah terpusat. Di gedung itu pula akan menampilkan catatan sejarah perjalanan perjuangan masyarakat untuk bangsa,” ujar Saparudin.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini Pangkalpinang belum memiliki gedung kesenian yang memadai untuk menampung berbagai kegiatan seni budaya, baik yang bersifat lokal maupun nasional. Kondisi ini dinilai menjadi kendala dalam pengembangan potensi seni dan budaya di daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Saparudin juga memaparkan rencana Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk membangun Gedung Kesenian yang dapat dimanfaatkan oleh komunitas seni, pelaku budaya, hingga generasi muda. Gedung tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi juga pusat pembelajaran dan pelestarian budaya.

“Kita sudah menyampaikan kepada Pak Menteri bahwa Pangkalpinang belum memiliki sarana prasarana berupa gedung kesenian yang dapat mewadahi kegiatan seni budaya masyarakat. Ini menjadi salah satu harapan besar masyarakat kita,” tambahnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kota Pangkalpinang telah menyiapkan proposal pembangunan yang sebelumnya telah diajukan kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Proposal tersebut memuat rencana teknis, fungsi gedung, serta kebutuhan anggaran yang diharapkan dapat didukung melalui pembiayaan dari pemerintah pusat.

Selain itu, Saparudin juga menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung realisasi proyek tersebut, termasuk dalam hal penyediaan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan gedung kesenian.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon disebut memberikan respons positif. Ia bahkan berencana melakukan kunjungan kerja ke Pangkalpinang guna menindaklanjuti pembahasan lebih lanjut terkait rencana pembangunan tersebut.

“Pak Menteri menyampaikan akan melakukan kunjungan kerja ke Pangkalpinang untuk melihat langsung kesiapan daerah, termasuk terkait penyediaan lahan untuk pembangunan Gedung Kesenian,” ungkap Saparudin.

Rencana kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong percepatan realisasi pembangunan gedung kesenian yang selama ini dinantikan masyarakat Pangkalpinang.

Pembangunan Gedung Kesenian Pangkalpinang dinilai penting tidak hanya sebagai fasilitas fisik, tetapi juga sebagai simbol komitmen pemerintah dalam menjaga identitas budaya daerah. Keberadaan gedung tersebut nantinya diharapkan mampu menjadi pusat kreativitas, inovasi, serta kolaborasi bagi para pelaku seni.

Selain itu, gedung kesenian juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pangkalpinang dan berdampak positif terhadap perekonomian daerah.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat, Pemerintah Kota Pangkalpinang optimistis rencana pembangunan Gedung Kesenian dapat segera terealisasi. Masyarakat pun berharap upaya ini dapat segera terwujud sehingga aktivitas seni dan budaya di daerah memiliki ruang yang layak dan representatif.

Langkah yang diambil Wali Kota ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik semata, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai budaya sebagai bagian penting dari jati diri daerah. (Sandy Batman/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *