Pengawasan MBG Ditingkatkan: Baru Enam SPPG yang Penuhi Sertifikat Higiene Sanitasi

Dinkes Pangkalpinang Percepat Sertifikasi Higiene Sanitasi untuk Seluruh SPPG Program MBG

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang terus memperketat pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari upaya memastikan kualitas dan keamanan pangan dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah. Hingga pertengahan November 2025, enam dari sepuluh SPPG aktif telah resmi mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sementara lainnya masih menunggu proses verifikasi lanjutan. Kamis (20/11/2025)

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pangkalpinang, Abdus Sihabudin, mengatakan pihaknya berkomitmen mendorong percepatan penerbitan SLHS agar seluruh penyedia layanan pemenuhan gizi terstandarisasi dengan baik. Sertifikasi tersebut, kata Abdus, merupakan syarat penting untuk menjamin kualitas makanan yang diberikan kepada pelajar penerima manfaat program MBG.

banner 336x280

“SLHS ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah jaminan bahwa makanan yang diberikan sudah memenuhi standar higiene sanitasi. Aspek ini sangat menentukan keamanan pangan dan kualitas gizi yang akan diterima anak-anak sekolah,” ujarnya.

Enam SPPG yang dinyatakan telah laik berdasarkan hasil pemeriksaan Dinkes adalah SPPG City Hall, Gerunggang, Polda Kepulauan Babel, Taman Sari (Pundok Cabik), Berlian Sriwijaya, dan Bukit Intan. Seluruhnya telah melalui serangkaian pengujian dan dinyatakan memenuhi persyaratan kebersihan lingkungan, pengolahan bahan makanan, sanitasi alat, hingga kualitas air yang digunakan.

Sementara sejumlah SPPG lain masih menunggu hasil uji ulang yang menjadi bagian dari proses wajib sebelum SLHS diterbitkan. Abdus menyebut bahwa uji swab merupakan komponen krusial karena menyangkut kebersihan peralatan serta potensi kontaminasi mikrobiologis yang bisa membahayakan konsumen.

“Untuk sertifikasi tidak bisa dipaksakan. Jika uji swab belum memenuhi syarat, maka harus diperbaiki dulu. Ini tidak bisa dinegosiasikan karena menyangkut keselamatan anak-anak,” tegas Abdus.

Ia mengakui bahwa pengawasan terhadap seluruh SPPG masih menghadapi tantangan, terutama karena keterbatasan sumber daya manusia di lapangan. Di sisi lain, jumlah SPPG terus bertambah seiring meluasnya cakupan program MBG di Pangkalpinang. Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinkes memperkuat koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta para koordinator wilayah guna memastikan pemantauan berjalan efektif dan cepat.

“Kita terus berkoordinasi dengan BGN untuk mempercepat tindak lanjut di lapangan. Dukungan mereka sangat penting mengingat jangkauan layanan yang luas,” jelas Abdus.

Selain pengawasan, Dinkes juga aktif mendorong SPPG lain seperti Air Kepala Tujuh dan Girimaya yang telah mulai beroperasi untuk segera melengkapi seluruh persyaratan SLHS. Hal yang sama juga dilakukan terhadap tiga SPPG tambahan yang masih berada dalam tahap pra-operasional dan tengah mempersiapkan berbagai kelengkapan teknis sesuai standar.

Menurut Abdus, percepatan penerbitan sertifikat higiene sanitasi sangat penting agar semua penyelenggara MBG berada pada standar kualitas yang sama. Dengan demikian, pelajar yang menerima makanan dari program ini mendapatkan manfaat yang optimal tanpa kekhawatiran terkait kesehatan.

“Kita ingin semua SPPG memberikan layanan terbaik. Bukan hanya enak, tetapi aman, bergizi, dan memenuhi semua standar kesehatan,” tambahnya.

Melalui pengetatan standar, kerja sama lintas instansi, serta pembinaan berkelanjutan terhadap pengelola SPPG, Dinas Kesehatan berharap seluruh layanan pemenuhan gizi di Kota Pangkalpinang dapat segera memenuhi standar yang dipersyaratkan. Upaya tersebut sekaligus memperkuat kualitas pelaksanaan program MBG sebagai salah satu agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan ketahanan gizi pelajar Indonesia.

Dengan bertambahnya jumlah SPPG yang telah tersertifikasi, Dinkes Pangkalpinang optimis seluruh layanan akan tuntas memenuhi SLHS dalam waktu dekat. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan setiap anak sekolah di Pangkalpinang memperoleh makanan layak, aman, higienis, dan bergizi sesuai target nasional. (Sumber : Jakarta Terkini, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *