Penyelundupan Timah Ilegal Jadi Sorotan, Danrem 045 Garuda Jaya Tegaskan Tak Ada Toleransi

Danrem 045 Garuda Jaya Buka Suara soal Timah Ilegal: Oknum Terlibat Bakal Ditindak Tegas

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Komandan Korem (Danrem) 045 Garuda Jaya Brigjen TNI Nur Wahyudi menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap oknum yang terbukti terlibat dalam aktivitas ilegal, termasuk penyelundupan pasir timah dan penambangan ilegal di wilayah Bangka Belitung. Sabtu (22/8/2026)

Nur Wahyudi mengatakan, dirinya tidak ingin citra institusi TNI tercoreng akibat ulah oknum yang melakukan pelanggaran. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya anggota yang diduga terlibat dalam kegiatan ilegal.

banner 336x280

“Tentu saja saya sebagai komandan, tidak mau satuan saya jelek gara-gara oknum. Bila ada yang melakukan pelanggaran atau melaksanakan kegiatan penambangan ilegal, maupun kegiatan-kegiatan yang lain sampaikan ke kami dan kami akan bertindak tegas,” ujar Nur Wahyudi, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, tindakan tegas tersebut tidak hanya berlaku terhadap dugaan keterlibatan dalam penyelundupan pasir timah ilegal. Seluruh bentuk kegiatan ilegal yang melibatkan oknum anggota juga akan menjadi perhatian.

Ia menyebut narkoba sebagai salah satu bentuk pelanggaran serius yang tidak akan ditoleransi. Komitmen tersebut, kata dia, telah disampaikan kepada seluruh jajaran anggota Korem 045 Garuda Jaya.

“Sudah banyak ya contoh kasus terkait dengan oknum ini, saya akan bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang berhubungan dengan ilegal-ilegal ini seperti narkoba. Ini komitmen saya dan disampaikan kepada seluruh anggota semua,” tegasnya.

Sinergi Aparat Perkuat Pengawasan

Pernyataan Danrem tersebut disampaikan di tengah upaya aparat penegak hukum memperketat pengawasan terhadap penyelundupan pasir timah di Bangka Belitung.

Sebelumnya, Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T Sihombing menekankan pentingnya sinergitas antarlembaga untuk mencegah komoditas timah ilegal dikirim keluar daerah maupun ke luar negeri.

Polda Babel bersama sejumlah unsur terkait sebelumnya berhasil menggagalkan penyelundupan sekitar 90,151 ton pasir timah dari empat kasus yang diungkap di Pulau Belitung.

Viktor mengatakan pengawasan terhadap upaya penyelundupan dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Satgas Wilayah dan TNI Angkatan Laut.

“Beberapa waktu yang lalu kami juga sudah berkomunikasi dan bekerja sama, baik dari Satgas Wilayah, kemudian dari Angkatan Laut, untuk mensinergikan dan mengkolaborasikan bagaimana mengawasi proses-proses upaya-upaya penyelundupan ini agar tidak terjadi,” kata Viktor.

Menurut dia, koordinasi lintas institusi diperlukan karena jaringan penyelundupan tidak hanya melibatkan pelaku di lapangan. Polisi juga akan mengembangkan perkara untuk mengungkap pihak yang berperan sebagai pemilik maupun pemodal.

Kejar Pemodal dan Pemilik Perusahaan

Polda Babel memastikan pengungkapan kasus penyelundupan timah tidak berhenti pada tersangka yang telah diamankan. Penyidik akan melakukan pengembangan untuk mengejar pihak lain yang diduga terlibat.

Viktor mengatakan pihaknya melakukan percepatan penanganan setiap perkara, termasuk berkoordinasi dengan Satlap Tri Cakti, TNI AL, PT Timah, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Kita juga melakukan koordinasi dengan Satlap Tricakti, TNI AL, PT Timah dan stakeholder terkait. Melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya, baik pemilik perusahaan atau pemodal,” ungkapnya.

Selain itu, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap PT Timah sebagai bagian dari pengembangan perkara yang berkaitan dengan mitra perusahaan tersebut.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh mata rantai dalam dugaan penyelundupan dapat diungkap secara menyeluruh.

Dukung Pemberantasan Tambang Ilegal

Kapolda Babel juga menyatakan dukungannya terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pemberantasan dan pembersihan aktivitas pertambangan ilegal di Bangka Belitung.

Menurut Viktor, pidato kenegaraan Presiden memberikan motivasi tambahan bagi aparat di daerah untuk memperkuat pemberantasan kegiatan ilegal, termasuk penyelundupan timah.

“Sebenarnya kalau dilihat dari waktu dan tanggalnya, itu duluan pengungkapannya, baru pidato kenegaraannya Presiden. Tapi pidato kenegaraan itu memberikan motivasi bagi kita di lapangan untuk kemudian bersama-sama, meniadakan upaya-upaya penyelundupan barang-barang termasuk timah,” jelasnya.

Ke depan, Polda Babel juga berencana lebih aktif menyampaikan hasil pengungkapan kasus pertambangan dan penyelundupan kepada publik. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk transparansi sekaligus peringatan kepada pelaku agar menghentikan aktivitas ilegal.

Sementara itu, Danrem 045 Garuda Jaya kembali menegaskan bahwa institusinya tidak akan memberikan ruang bagi oknum yang mencoba memanfaatkan jabatan maupun institusi untuk kepentingan kegiatan ilegal.

Ia memastikan setiap informasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan untuk dilakukan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *