Perairan Babel Dijaga Ketat, TNI AL Selamatkan 448 Ton Timah Sepanjang 2025–2026

Operasi Penyekatan TNI AL di Perairan Babel Berhasil Selamatkan Ratusan Ton Timah

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menyatakan berhasil menyelamatkan sekitar 448 ton timah dari wilayah perairan Kepulauan Bangka Belitung sepanjang periode 2025 hingga 2026. Penyelamatan tersebut dilakukan melalui berbagai operasi penegakan hukum di laut untuk mencegah praktik penyelundupan sumber daya alam strategis tersebut. Senin (16/3/2026)

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal), Yayan Sofiyan, menjelaskan bahwa dalam operasi pengamanan tersebut TNI AL mengerahkan puluhan kapal perang untuk melakukan penyekatan di sejumlah titik perairan Bangka Belitung yang selama ini rawan dijadikan jalur penyelundupan timah.

banner 336x280

“Selama 2025 sampai dengan 2026 ini, tidak kurang dari 28 Kapal Republik Indonesia (KRI) yang sudah melaksanakan penyekatan di perairan-perairan yang ada di Bangka Belitung. Tidak kurang dari 448 ton timah yang sudah diselamatkan,” ujar Yayan saat memberikan keterangan di Markas Komando Lintas Laut Militer di Jakarta Utara, Minggu (15/3/2026).

Menurut Yayan, nilai ekonomi dari timah yang berhasil diamankan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp146 miliar. Nilai tersebut menunjukkan besarnya potensi kerugian negara yang dapat terjadi apabila praktik penyelundupan timah tidak berhasil dicegah.

Ia menegaskan bahwa operasi pengamanan di wilayah perairan Bangka Belitung masih terus berlangsung. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga dan melindungi sumber daya alam nasional dari berbagai aktivitas ilegal yang merugikan negara.

Wilayah Bangka Belitung memang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil timah terbesar di Indonesia. Karena nilai ekonominya yang tinggi, komoditas tersebut kerap menjadi sasaran praktik penyelundupan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab melalui jalur laut.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran tersebut, TNI AL secara rutin melakukan patroli serta operasi penyekatan di sejumlah jalur pelayaran yang dianggap rawan. Kapal-kapal perang yang dikerahkan berfungsi untuk memantau aktivitas kapal yang mencurigakan serta melakukan pemeriksaan jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum.

Selain operasi penyekatan, TNI AL juga melaksanakan berbagai kegiatan latihan militer di wilayah perairan Bangka Belitung. Salah satunya adalah latihan anti-akses dan anti-amfibi yang digelar pada Februari 2026.

Latihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi berbagai ancaman di wilayah laut, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengamanan kawasan perairan yang memiliki potensi sumber daya alam besar.

Menurut Yayan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi TNI Angkatan Laut dalam menjalankan arahan dari Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia terkait penguatan penegakan hukum serta penertiban berbagai kegiatan ilegal di sektor sumber daya alam.

“Bukti konkretnya kita sudah melihat semuanya, dan kita ketahui bersama bahwa Bangka Belitung itu suatu area atau suatu pulau yang luar biasa dengan sumber daya alamnya,” kata Yayan.

Ia menambahkan bahwa perlindungan terhadap kekayaan alam Indonesia merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, TNI AL akan terus memperkuat pengawasan di wilayah perairan yang memiliki potensi kerawanan tinggi terhadap praktik penyelundupan.

Dengan berbagai operasi yang telah dilakukan, TNI AL berharap dapat memberikan efek jera kepada pelaku penyelundupan sekaligus memastikan sumber daya alam nasional tetap terlindungi dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan masyarakat. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *