Peringatan Maulid Nabi: Bangkitkan Akhlak Mulia, Jauhi Budaya Idola yang Melenceng

Bangkitkan Akhlak Mulia, Maulid Nabi di Bahrul Ulum Tekankan Pentingnya Keteladanan Rasulullah

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Sungailiat) — Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Gedung Serbaguna Kompleks Islamic Centre Sungailiat, Jumat (28/8/2026). Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, menghadirkan tokoh penceramah seorang akademisi, tokoh agama, dan pejabat kampus yang saat ini menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) di IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, sekaligus Ketua Ikatan Persatuan Masjid (IPIM) Bangka Belitung, Dr. H. Suparta, S.Ag., M.Ag. 


Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Bahrul Ulum Sungailiat, jajaran pengurus yayasan, Kepala SMA Plus beserta guru dan staf, Kepala MTs Plus Bahrul Ulum beserta dewan pendidik, serta para santri dan santriwati yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Penampilan istimewa juga ditampilkan oleh Tim Hadroh Jam’iyyah IC yang memeriahkan suasana keagamaan.
Tausiyah Dr. H. Suparta, S.Ag., M.Ag.: Mengapa Zaman Jahiliyah Disebut Demikian?

banner 336x280

Dalam paparannya, Dr. Suparta mengajak para santri untuk memahami makna sebenarnya dari “Zaman Jahiliyah”. “Disebut jahiliyah bukan karena orang Arab saat itu bodoh secara intelektual. Peradaban dunia saat itu sudah luar biasa—di Mesir ada Piramida, di Arab Saudi pun peradaban sudah maju. Mereka pintar, tapi secara moral dan spiritual mereka tertinggal,” ujarnya seraya bertanya kepada para santri.

“Yang pertama diutus Allah SWT adalah memperbaiki moral dan akhlak. Sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an, Rasulullah hadir untuk menyempurnakan akhlak manusia,” lanjutnya.

Dr. Suparta mengajak para santri merenungkan kondisi masa kini. “Dulu kaum jahiliyah mengidolakan berhala dan mempercayai dukun serta tenung. Bagaimana dengan zaman sekarang? Banyak generasi muda yang mengidolakan artis dan tokoh publik. Survey membuktikan 99 persen menjadikan tokoh hiburan dan model sebagai pedoman hidup. Bukankah ini mirip dengan zaman jahiliyah?” tanyanya, disambut jawaban serentak dari para santri.

“Karena itu, mari kita sepakat untuk mengidolakan Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah suri tauladan yang sesungguhnya. Sejak kecil, beliau hidup dalam keadaan yatim, diasuh paman, belajar berdagang—namun tak pernah mengeluh. Ketika kalian merasa tak betah di pondok, ingatlah perjuangan beliau. Jangan mudah mengeluh,” pesan Dr. Suparta.

Beliau juga menekankan peran lingkungan pesantren. “Di luar sana, anak-anak tak terbendung pengawasannya. Namun di pondok, kalian dibentuk menjadi pribadi yang baik. Barang siapa menggabungkan iman dan ilmu, maka ia akan membahagiakan kedua orang tuanya,” ucapnya penuh harap.

Komentar Ketua Yayasan Bahrul Ulum, H. Syaiful Zohri

Drs. H. Syaiful Zohri, Ketua Yayasan Bahrul Ulum Sungailiat:

“Kegiatan peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen untuk menanamkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah di tengah arus zaman yang semakin melunturkan akhlak. Kami sangat mengapresiasi penyampaian Ustadz Dr. Suparta yang mengingatkan kita bahwa kemajuan peradaban tanpa moralitas hanya akan melahirkan generasi yang kosong.

Sebagai lembaga pendidikan, Yayasan Bahrul Ulum berkomitmen untuk terus membimbing para santri tidak hanya secara intelektual, tetapi juga pembentukan karakter. Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak mulia, meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW—yang gigih, rendah hati, dan bermanfaat bagi sesama.

Terima kasih kepada seluruh jajaran, guru, staf, dan para santri yang telah menyukseskan kegiatan ini. Semoga kebersamaan ini semakin memperkuat ikatan persaudaraan dan menumbuhkan semangat untuk mengikuti jejak keteladanan Baginda Nabi.”

Kegiatan ditutup dengan membaca selawat nabi,doa dan harapan agar semangat Maulid Nabi tidak hanya dirasakan saat peringatan saja, melainkan tercermin dalam perilaku sehari-hari. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *