KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Sejarah berdirinya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjang industri timah. Di balik dinamika sosial, ekonomi, hingga transformasi tata kelola daerah, PT TIMAH Tbk menjadi institusi yang tidak hanya membentuk struktur ekonomi masyarakat, tetapi juga mempengaruhi arah pembangunan provinsi ke-31 Indonesia itu. Selama puluhan tahun, perusahaan ini telah menjadi mitra utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan, menyediakan lapangan kerja, hingga menggerakkan roda perdagangan di wilayah kepulauan tersebut. Senin (24/11/2025)
Sebelum Bangka Belitung resmi ditetapkan sebagai provinsi pada tahun 2000, industri timah sudah lebih dulu menjadi nadi kehidupan masyarakat pulau-pulau ini. Sejak masa kolonial Belanda, penambangan timah menjadi pusat aktivitas ekonomi yang membentuk permukiman baru, membuka pelabuhan, menarik tenaga kerja dari berbagai daerah, dan membawa arus modernisasi lebih cepat dibanding banyak wilayah lain di Indonesia.
Masuknya PT TIMAH Tbk sebagai transformasi dari perusahaan kolonial ke perusahaan negara pascakemerdekaan menandai babak baru dalam pemanfaatan mineral timah secara lebih modern dan terstruktur. Keberadaan perusahaan ini pada akhirnya turut menentukan arah pembentukan identitas ekonomi dan sosial masyarakat Bangka Belitung.
PT TIMAH Tbk: Fondasi Pemekaran Provinsi
Ketika wacana pemekaran Bangka Belitung mulai menguat pada akhir 1990-an, potensi timah menjadi salah satu argumen utama para tokoh daerah. Mereka menilai bahwa Bangka dan Belitung memiliki kapasitas fiskal dan kekuatan industri yang cukup untuk berdiri sebagai provinsi mandiri. Tanpa potensi timah, perjuangan pemekaran dipercaya tidak akan memiliki landasan kuat.
Pada masa transisi menuju pembentukan provinsi, PT TIMAH Tbk berperan vital dalam mendukung persiapan dan pembangunan wilayah. Kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta pajak memberikan stimulus besar bagi kekuatan fiskal daerah. Selain itu, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, fasilitas umum, pelabuhan, hingga dukungan pendidikan menjadi pendorong penting kesiapan Bangka Belitung naik status menjadi provinsi.
Ketika DPR RI menetapkan Bangka Belitung sebagai provinsi pada tahun 2000, semangat kemandirian ekonomi yang bertumpu pada industri timah menjadi salah satu fondasinya. Hilirisasi, tata kelola pertambangan yang lebih baik, serta modernisasi industri diyakini sebagai masa depan ekonomi daerah. Eksistensi PT TIMAH Tbk tersebar di hampir seluruh kabupaten menjadikan perusahaan ini bukan hanya institusi ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat.
Kontribusi dari Masa ke Masa
Dua puluh lima tahun setelah provinsi ini berdiri, PT TIMAH Tbk tetap memegang peran strategis sebagai penopang ekonomi. Kontribusi perusahaan terhadap PNBP dan perpajakan menjadi salah satu pilar bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tidak hanya itu, penguatan sektor hilirisasi dan transformasi industri juga terus dilakukan agar keberlanjutan mineral timah dapat terjamin.
Sejalan dengan kebijakan nasional, PT TIMAH Tbk kini semakin fokus pada hilirisasi mineral, pemanfaatan mineral ikutan, serta pengembangan logam tanah jarang yang dapat membuka peluang ekonomi baru bagi Bangka Belitung. Upaya tersebut dilakukan agar masa depan daerah tidak hanya bergantung pada penambangan timah mentah, tetapi juga industri turunannya yang bernilai tambah tinggi.
Selain sebagai perusahaan tambang, PT TIMAH Tbk menjalankan peran sosial sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR, perusahaan aktif mendukung pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, sarana publik, rehabilitasi lingkungan, hingga pengembangan kebudayaan. Perusahaan berupaya memastikan bahwa industri timah tidak hanya memberi manfaat jangka pendek, tetapi juga kontribusi berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Suara Tokoh: Kesaksian Sejarah Peran PT TIMAH Tbk
Salah satu tokoh Presidium Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Adaw, menegaskan bahwa PT TIMAH Tbk telah memberikan kontribusi besar bahkan sebelum provinsi ini berdiri. Menurutnya, keberadaan perusahaan ini menjadi fondasi ekonomi dan sosial masyarakat.
“Sebelum membentuk Bangka Belitung, PT TIMAH Tbk sudah membangun dan sudah berbuat. Contohnya, sebelum ada Bangka Selatan itu sudah ada wilayah Bangka Selatan. Sebelum ada Kabupaten Bangka Barat, sudah ada wilayah produksi Mentok. Jadi peranan PT TIMAH Tbk ini sudah dari awal,” ujarnya.
Agus juga mengungkapkan bahwa PT TIMAH Tbk turut membiayai perjuangan pembentukan provinsi pada tahun 1999–2000. “Kalau peranan PT TIMAH Tbk dalam perjuangan pembentukan Bangka Belitung, itu nomor satu. PT TIMAH itu membantu perjuangan ini dengan anggaran. Dulu sekilo timah seribu. Jadi bisa dibayangkan berapa produksi pada tahun 1999 sampai 2000. Itulah duitnya,” tegasnya.
Ia berharap generasi sekarang tetap menghargai peran perusahaan ini dalam sejarah daerah. “Kalau hari ini ada yang mengkhianati, ada yang menodai PT TIMAH Tbk, mereka tidak bersyukur. Ingat, di pundak para pejabat yang ada di provinsi itu, ada sebutir pasir timah,” katanya.
Senada dengan Agus, tokoh masyarakat Bangka Belitung Apik Chakip Rasjidi juga menilai PT TIMAH Tbk sebagai institusi yang memiliki jejak panjang dalam pembangunan Babel. “Industri timah secara keseluruhan telah membangun sekolah, timah yang bikin jalanan. Jangan kita lupakan itu. Sebagai BUMN, PT TIMAH Tbk harus bersinergi dengan masyarakat,” ujarnya.
Harapan Pemuda dan Mahasiswa untuk Masa Depan
Koordinator Wilayah BEM SI Sumbagsel, Ikbal, melihat komitmen PT TIMAH Tbk tercermin dari pemindahan kantor pusat ke Bangka Belitung. Menurutnya, langkah ini memberikan pesan bahwa perusahaan benar-benar ingin dekat dengan masyarakat.
“PT TIMAH Tbk di Bangka Belitung ini sudah lama dan kantor pusat PT TIMAH Tbk ada di sini. Biasanya perusahaan besar hanya berkantor cabang di Babel. Ini menunjukkan komitmen. Meski ada pro dan kontra, perjalanan PT TIMAH Tbk bersama Bangka Belitung sudah luar biasa,” katanya.
Ia berharap generasi muda Babel bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan pendidikan dan pekerjaan. “Kami berharap PT TIMAH Tbk memberi kesempatan bagi anak-anak yang kurang mampu untuk bersekolah dan melirik potensi SDM lokal untuk bekerja. Banyak bibit unggul di Babel,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KNPI Bangka Belitung Zamzami menyebut bahwa usia 25 tahun provinsi ini adalah masa transisi menuju kemajuan baru. Menurutnya, pembangunan dasar sudah baik tetapi masih banyak ruang yang perlu diperkuat, terutama diversifikasi ekonomi di luar sektor tambang.
“Secara keseluruhan kemajuannya terasa, tapi sebagai pemuda kita ingin lebih banyak langkah progresif menuju ekonomi yang berkelanjutan, modern, dan ramah generasi masa depan,” katanya.
Ia menilai PT TIMAH Tbk memiliki peran strategis dalam transformasi itu. “Masyarakat, khususnya pemuda, berharap PT TIMAH Tbk bukan hanya berorientasi produksi, tetapi juga masa depan: praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan, transparan, dan aktif membantu transformasi ekonomi daerah,” ujarnya.
Komitmen PT TIMAH Tbk untuk Babel Berdaya
Corporate Secretary PT TIMAH Tbk, Rendi Kurniawan, menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan. “PT TIMAH Tbk adalah bagian yang tak terpisahkan dari Bangka Belitung. Perusahaan terus meneguhkan komitmennya untuk mendukung kemajuan masyarakat dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sehingga bisa mewujudkan Bersatu Bersama untuk Babel Berdaya,” katanya.
Ia menegaskan bahwa sejarah panjang PT TIMAH Tbk dan Bangka Belitung adalah perjalanan yang saling terhubung. Dari masa kolonial, masa perjuangan pembentukan provinsi, hingga era hilirisasi saat ini, perusahaan terus menyesuaikan diri untuk memberikan manfaat jangka panjang.
PT TIMAH Tbk: Bagian dari Masa Depan Bangka Belitung
PT TIMAH Tbk kini tidak hanya dipandang sebagai institusi ekonomi, tetapi juga simbol sejarah dan identitas masyarakat Babel. Dengan transformasi industri, hilirisasi mineral, penguatan CSR, dan keterlibatan masyarakat, perusahaan ini diproyeksikan tetap menjadi pilar penting dalam arah pembangunan daerah.
Perjalanan panjang PT TIMAH Tbk menunjukkan bahwa industri timah bukan hanya cerita masa lalu, tetapi juga bagian penting dari masa depan Bangka Belitung yang ingin tumbuh sebagai provinsi modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.
(Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)












