Petugas Gagalkan Penyelundupan 372 Burung dari Belitung, Ratusan Satwa Langsung Dilepasliarkan

Ratusan Burung Hendak Diselundupkan, Petugas Gagalkan Pengiriman dari Pelabuhan Tanjung Pandan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BELITUNG) – Upaya penyelundupan ratusan ekor burung dari Pulau Belitung berhasil digagalkan melalui operasi gabungan yang melibatkan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel), Satuan Pelayanan Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Satuan Lapangan Tricantika Sektor Belitung, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Selasa (28/7/2026)

Sebanyak 372 ekor burung dari berbagai jenis berhasil diamankan petugas dalam operasi pengawasan lalu lintas satwa. Burung-burung tersebut kemudian dikembalikan ke habitat alaminya melalui proses pelepasliaran sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian sumber daya alam hayati dan keanekaragaman hayati Indonesia.

banner 336x280

Pengungkapan dugaan penyelundupan tersebut berlangsung di Pelabuhan Tanjung Pandan, Belitung, pada Minggu (26/7/2026). Dalam pemeriksaan yang dilakukan petugas, ditemukan ratusan burung yang diduga akan dibawa keluar dari Pulau Belitung tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku.

Petugas kemudian melakukan pengamanan terhadap seluruh satwa untuk menjalani proses pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Berdasarkan hasil identifikasi, 372 burung tersebut terdiri atas sejumlah jenis, di antaranya kolibri sepah raja, konin metalik, king konin, sogon, konin wulung, pentis, dan konin hijau.

Setelah proses pengamanan dan pemeriksaan selesai dilakukan, seluruh burung tersebut tidak dipindahkan untuk kepentingan perdagangan, melainkan dikembalikan ke alam. Pelepasliaran dilakukan pada Senin (27/7/2026) di Kawasan Hutan Lindung Gunung Tajam, yang berada di wilayah Lembaga Pengelola Hutan Desa Batu Mentas, Kabupaten Belitung.

Pemilihan kawasan tersebut sebagai lokasi pelepasliaran dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi habitat yang sesuai bagi satwa. Dengan dikembalikan ke lingkungan alaminya, burung-burung tersebut diharapkan dapat kembali menjalankan perannya dalam ekosistem dan berkembang secara alami.

Kepala Karantina Babel, Herwintarti, mengatakan keberhasilan penggagalan upaya penyelundupan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai instansi yang terlibat dalam pengawasan lalu lintas hewan dan tumbuhan.

Menurutnya, pengawasan terhadap pergerakan satwa menjadi hal penting untuk mencegah perdagangan dan penyelundupan satwa liar yang dapat memberikan dampak terhadap kelestarian ekosistem.

“Kami akan terus memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas satwa serta meningkatkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan perdagangan maupun penyelundupan satwa liar. Upaya pelestarian keanekaragaman hayati merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Herwintarti di Belitung, Selasa (28/7/2026).

Ia menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan pada satu titik, tetapi perlu diperkuat di berbagai pintu keluar dan masuk wilayah. Hal tersebut penting mengingat aktivitas perdagangan ilegal satwa liar dapat memanfaatkan berbagai jalur transportasi untuk menghindari pengawasan petugas.

Karena itu, Karantina Babel terus mendorong penguatan koordinasi bersama aparat penegak hukum, instansi konservasi, serta pemangku kepentingan lainnya. Kerja sama lintas sektor dinilai menjadi salah satu kunci untuk mempersempit ruang gerak pelaku perdagangan dan penyelundupan satwa liar.

Herwintarti juga mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam upaya perlindungan satwa. Masyarakat diharapkan tidak membeli, menjual, maupun memelihara satwa yang diperoleh melalui jalur ilegal. Selain itu, warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang mengarah pada perdagangan atau penyelundupan satwa liar.

Pengungkapan 372 burung tersebut menjadi salah satu bentuk nyata upaya pengawasan terhadap lalu lintas sumber daya alam hayati di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Tindakan tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjaga satwa liar agar tidak keluar dari habitatnya secara ilegal.

Kegiatan pelepasliaran di Hutan Lindung Gunung Tajam diharapkan dapat memastikan burung-burung yang berhasil diselamatkan tersebut kembali ke lingkungan yang sesuai. Selain menjaga keberlangsungan hidup satwa, pengembalian ke alam juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan keseimbangan ekosistem.

Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Badan Karantina Indonesia dalam melindungi sumber daya alam hayati Indonesia. Pengawasan lalu lintas satwa yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat mencegah semakin maraknya praktik perdagangan ilegal dan penyelundupan satwa liar.

Dengan kolaborasi antara Karantina Babel, BKSDA, aparat terkait, pengelola kawasan konservasi, dan masyarakat, upaya perlindungan keanekaragaman hayati di Kepulauan Bangka Belitung diharapkan semakin kuat. Langkah tersebut penting untuk memastikan kekayaan satwa Indonesia tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. (Sumber : Badan Karantina Indonesia, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *