Prabowo Dorong Papua Tanam Sawit dan Tebu untuk Produksi BBM dan Etanol

Swasembada Energi, Prabowo Minta Papua Manfaatkan Sawit hingga Tenaga Surya

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mendorong Papua menuju swasembada energi dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang dikelola oleh masyarakat setempat. Melalui pengembangan energi berbasis lokal, Prabowo berharap ketergantungan Papua terhadap pasokan bahan bakar minyak (BBM) dari luar daerah dapat dihentikan, sekaligus menekan tingginya harga energi di wilayah timur Indonesia tersebut. Rabu (17/12/2025)

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Tanah Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025). Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan bahwa Papua memiliki potensi energi yang sangat besar, baik dari sektor pertanian, energi terbarukan, maupun sumber daya alam lainnya.

banner 336x280

“Saya kira Papua punya sumber energi yang sangat baik dan Menteri ESDM juga sudah merancang bahwa daerah-daerah Papua harus menikmati hasil daripada energi yang diproduksi di Papua,” ujar Prabowo di hadapan para kepala daerah.

Menurut Prabowo, konsep swasembada energi menjadi bagian penting dari kemandirian daerah. Dengan memproduksi energi sendiri, Papua tidak lagi bergantung pada distribusi BBM dari wilayah lain yang selama ini membutuhkan biaya logistik tinggi dan berdampak pada mahalnya harga energi di tingkat masyarakat.

Selain energi berbasis pertanian, Prabowo juga menyoroti pentingnya pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya dan tenaga air, khususnya untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil di Papua yang sulit diakses.

“Di samping itu kita ujungnya nanti daerah-daerah yang sulit kita harus dengan menggunakan tenaga surya atau tenaga air. Teknologi tenaga surya sekarang sudah semakin murah dan ini bisa untuk mencapai daerah-daerah terpencil,” katanya.

Prabowo menjelaskan bahwa teknologi energi terbarukan saat ini semakin efisien dan terjangkau. Hal ini membuka peluang besar bagi daerah-daerah yang selama ini belum menikmati listrik secara optimal untuk mandiri secara energi tanpa harus mengandalkan pengiriman BBM dari luar Papua.

Selain tenaga surya, Presiden juga mendorong pemanfaatan pembangkit listrik tenaga air skala kecil atau mini hydro. Menurutnya, model pembangkit tersebut sangat cocok diterapkan di Papua yang memiliki banyak sungai dan kontur wilayah yang mendukung.

“Tenaga hidro sekarang ada hidro-hidro yang mini yang bisa juga dipakai di daerah yang terpencil. Ini semua adalah supaya ada kemandirian tiap daerah,” tegasnya.

Tak hanya berbasis energi terbarukan, Prabowo juga secara khusus menyoroti sektor pertanian sebagai sumber energi alternatif. Ia berharap Papua dapat dikembangkan sebagai wilayah penghasil bahan bakar nabati melalui penanaman kelapa sawit, tebu, hingga singkong.

“Kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit, juga tebu menghasilkan etanol, singkong atau cassava juga untuk menghasilkan etanol,” ujar Prabowo.

Ia menargetkan dalam kurun waktu lima tahun ke depan, seluruh daerah di Indonesia, termasuk Papua, mampu berdiri di atas kaki sendiri dengan mencapai swasembada pangan dan swasembada energi.

Prabowo menilai, jika program tersebut berjalan sesuai rencana, dampak ekonominya akan sangat besar bagi negara. Indonesia diperkirakan dapat menghemat ratusan triliun rupiah setiap tahun yang selama ini digunakan untuk subsidi energi dan impor BBM dari luar negeri.

“Dengan demikian kita akan menghemat ratusan triliun untuk subsidi, ratusan triliun untuk impor BBM dari luar negeri,” katanya.

Prabowo mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia masih mengeluarkan anggaran sangat besar untuk impor BBM. Ia menyebut nilai impor BBM Indonesia mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun, yang seharusnya bisa dialihkan untuk pembangunan daerah.

“Menteri ESDM berapa impor kita BBM dari luar? Rp 520 triliun. Bayangkan kalau kita bisa potong setengah berarti ada Rp 250 triliun,” ungkap Prabowo.

Bahkan, jika Indonesia mampu menekan impor BBM hingga Rp500 triliun, Prabowo menilai dana tersebut dapat dimanfaatkan langsung untuk pembangunan daerah, termasuk di tingkat kabupaten.

“Rp 500 triliun itu berarti tiap kabupaten bisa punya kemungkinan satu triliun. Bagaimana membangunnya, kita coba bayangkan kita negara kaya apa? Ini bisa kita lakukan,” tandasnya.

Arahan Presiden tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo akan menempatkan kemandirian energi sebagai prioritas nasional, sekaligus membuka peluang besar bagi Papua untuk tumbuh sebagai daerah yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing melalui pengelolaan sumber daya alamnya sendiri. (Sumber : detiknews, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *