KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Pemerintah menggelar retret Kabinet Merah Putih yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di kawasan Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1). Kegiatan yang berlangsung sekitar delapan jam sejak siang hingga malam hari itu difokuskan pada evaluasi kinerja, pembekalan menteri, serta penajaman arah kebijakan strategis nasional. Rabu (7/1/2026)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan retret tersebut menjadi forum konsolidasi internal kabinet setelah satu tahun pemerintahan berjalan. Presiden, kata dia, ingin memastikan seluruh jajaran memiliki pemahaman yang sama terkait prioritas program dan tantangan yang dihadapi ke depan.
“Bapak Presiden dalam rangka memberikan pembekalan kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih telah selesai dilaksanakan,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Hambalang.
Dalam forum tersebut, sejumlah menteri menyampaikan paparan sesuai bidang masing-masing. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan kondisi sektor pertanian nasional, termasuk upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas produksi di tengah tantangan iklim dan distribusi. Paparan itu menyoroti pentingnya percepatan program strategis agar swasembada pangan dapat terjaga secara berkelanjutan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul juga menyampaikan laporan terkait program perlindungan sosial. Ia menekankan pentingnya ketepatan sasaran bantuan serta penguatan basis data penerima manfaat agar program sosial benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan capaian target lifting minyak nasional. Prasetyo menyebut target lifting minyak sesuai APBN sebesar 600 ribu barel per hari telah menjadi perhatian utama Presiden. Selain itu, Menteri ESDM juga menyoroti persoalan elektrifikasi nasional.
“Masih terdapat sekitar 5.700 desa yang hingga saat ini belum teraliri listrik. Pada tahun 2025, sekitar 1.400 desa telah berhasil dialiri listrik,” kata Prasetyo mengutip laporan Menteri ESDM. Presiden, lanjutnya, meminta percepatan agar akses listrik merata hingga ke wilayah terpencil.
Dari bidang luar negeri, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan paparan mengenai situasi global, termasuk perkembangan konflik di Gaza. Pemerintah Indonesia, menurut Prasetyo, terus mencermati dinamika di wilayah tersebut, termasuk rencana pengiriman pasukan perdamaian sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan kemanusiaan dunia.
Paparan kemudian ditutup oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kapolri melaporkan kondisi sosial serta keamanan dan ketertiban masyarakat sepanjang tahun 2025 yang dinilai relatif stabil. Meski demikian, Presiden tetap meminta aparat waspada terhadap potensi gangguan keamanan, terutama yang berkaitan dengan dinamika sosial dan ekonomi.
Menutup rangkaian retret, Presiden Prabowo memberikan sejumlah penekanan penting. Ia meminta seluruh menteri dan pimpinan lembaga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian selama satu tahun terakhir. Presiden juga menegaskan perlunya perubahan pola kerja.
“Presiden menegaskan bahwa seluruh jajaran harus bekerja cepat, cerdas, tidak normatif, dan mampu berpikir out of the box untuk menemukan terobosan-terobosan demi percepatan pencapaian program nasional,” kata Prasetyo.
Retret Kabinet Merah Putih ini diharapkan menjadi momentum penguatan soliditas pemerintahan sekaligus penajaman langkah strategis dalam menghadapi tantangan nasional dan global ke depan. (Sumber : CNN Indonesia, Editor : KBO Babel)










