Presiden Prabowo: Kartel Narkoba Kini Selundupkan Barang Haram Lewat Kapal Selam

Modus Baru Kartel Narkoba Terungkap, Prabowo Minta Aparat Bersatu Hadapi Ancaman Laut

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan modus baru penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh jaringan kartel internasional melalui jalur laut. Dalam sambutannya pada kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025), Prabowo menyebutkan bahwa para pelaku kini bahkan menggunakan kapal selam untuk mengelabui aparat penegak hukum. Kamis (30/10/2025)

“Kita mau cegah penyelundupan narkotika lewat sampan-sampan di ribuan wilayah tikus,” kata Presiden Prabowo di hadapan jajaran Polri dan pejabat tinggi negara. “Bahkan, sekarang ada modus si kartel-kartel narkoba punya kapal selam, dia punya kapal selam,” ungkapnya.

banner 336x280

Menurut Prabowo, perkembangan teknologi yang digunakan para sindikat narkotika menunjukkan bahwa perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan secara biasa-biasa saja. Ia menegaskan pentingnya koordinasi lintas lembaga, termasuk antara Polri, TNI, Bea Cukai, BNN, dan aparat di daerah perbatasan, agar bisa menutup seluruh jalur penyelundupan.

“Polisi harus lebih sigap. Harus kompak bekerja sama dengan TNI, Bea Cukai, dan semua lembaga. Kita harus jadi satu tim. Saya selalu bekerja dengan teamwork, jangan ego sektoral,” tegasnya.

Prabowo juga mengingatkan agar loyalitas terhadap institusi tidak boleh melampaui kepentingan negara. Ia meminta aparat menanamkan semangat kebersamaan demi membela Merah Putih.

“Loyalitas korps jangan berlebihan. Kita satu korps, Merah Putih. Korps NKRI,” ujar Presiden.

Selain memperkuat pengawasan di laut dan perbatasan, Prabowo menilai penting bagi Polri untuk menjadi mitra masyarakat, agar warga bisa berperan sebagai “mata dan telinga” bagi aparat dalam memantau peredaran narkoba di lingkungan sekitar.

“Polri dan TNI harus menjadi mitra rakyat. Rakyatlah yang bisa memberi informasi pertama. Jika masyarakat percaya pada aparat, maka pengawasan akan lebih efektif,” kata Prabowo.

Turut hadir dalam kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba itu sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI Nazaruddin Dek Gam, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, dan Kepala BNN Suyudi Ario Seto.

Selain itu, hadir pula Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, Wamen Polkam Lodewijk F. Paulus, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Menteri Komunikasi Digital Meutya Hafid.

Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana juga turut mendampingi dalam kegiatan tersebut.

Dalam laporan yang dibacakan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, disebutkan bahwa sepanjang periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, Polri berhasil menyita 214,84 ton narkotika dengan nilai ekonomi mencapai Rp29,37 triliun.

Dari hasil pengungkapan tersebut, sebanyak 65.572 tersangka berhasil ditangkap dalam 49.306 kasus, serta terungkap 22 kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan aset senilai Rp221,38 miliar.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan pemusnahan 2,1 ton narkotika berbagai jenis, hasil kolaborasi antara Polri, BNN, Bea Cukai, Kejaksaan, dan PPATK. Barang bukti tersebut meliputi sabu, ekstasi, ganja, hingga kokain hasil pengungkapan dari berbagai wilayah Indonesia.

Kapolri menegaskan bahwa pengungkapan besar-besaran ini tidak lepas dari kerja sama lintas sektor dan partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba.

“Ini hasil kerja sama yang luar biasa antara Polri, TNI, BNN, Bea Cukai, Kejaksaan, dan PPATK. Kita semua berkomitmen memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

Presiden Prabowo dalam sambutannya menegaskan kembali komitmennya untuk memberantas narkoba tanpa kompromi, karena dampaknya telah merusak masa depan generasi bangsa.

“Narkoba ini ancaman serius terhadap masa depan bangsa kita. Anak-anak muda harus kita lindungi, jangan sampai masa depan mereka hancur karena racun ini,” tegasnya.

Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat armada keamanan laut dan memperluas jangkauan pengawasan udara untuk mengantisipasi berbagai modus penyelundupan, termasuk penggunaan kapal selam oleh kartel narkoba internasional.

“Kalau mereka sudah bisa gunakan kapal selam, berarti mereka punya dana dan jaringan luar biasa. Kita tidak boleh kalah. Indonesia harus siap dengan teknologi dan kerja sama intelijen yang lebih kuat,” pungkasnya.

Acara kemudian ditutup dengan pemusnahan simbolis barang bukti narkotika oleh Presiden Prabowo bersama jajaran pejabat negara dan penegak hukum, sebagai simbol perang melawan peredaran narkotika di Tanah Air. (Sumber : CNN Indonesia, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *