Program MBG Polda Babel Tuai Cinta, Petugas Dapur Terharu Terima Pesan Hangat dari Para Siswa

Anak-Anak Sekolah Kirim Surat Cinta ke Dapur SPPG Polda Babel, Ada yang Minta Menu Ayam Geprek dan Melon

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Di tengah rutinitas padat menyediakan makanan bergizi bagi ribuan siswa di Bangka Belitung, para petugas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Polda Babel menemukan sumber semangat yang tak terduga: secarik kertas kecil berisi tulisan tangan penuh cinta dari anak-anak penerima Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Selasa (4/11/2025)

Setiap hari, setelah wadah makanan atau ompreng dikembalikan ke dapur SPPG di kawasan Taman Sari, Kota Pangkalpinang, para petugas kerap menemukan “surat cinta” tersembunyi di antara tumpukan wadah bekas. Surat-surat itu ditulis oleh para siswa yang ingin mengungkapkan rasa terima kasih dan kebahagiaan mereka setelah menikmati makanan dari dapur MBG Polda Babel.

banner 336x280

“Hay kak, makanannya enak banget hari ini. Terimakasih,” tulis seorang siswa di selembar kertas kecil yang dilipat rapi.

Ada pula pesan lain yang berbunyi, “Terimakasih ya kak, abang, Pak, Ibu. Makanan hari ini enak banget!”

Bukan hanya ucapan terima kasih, beberapa surat juga berisi permintaan menu kesukaan mereka dengan nada polos dan penuh semangat anak-anak.

“Terimakasih ya Bapak, Ibu yang sudah menyiapkan MBG untuk kami dengan penuh niat dan semangat. Makanannya enak semua. Kalau bisa request ayam katsu atau ayam geprek dan buahnya melon,” tulis seorang siswa yang tak lupa menambahkan gambar emoticon senyum di ujung suratnya.

Surat lain yang ditemukan para petugas bahkan disertai penilaian unik: “Makanan hari ini 100/10. Terimakasih Ibu, Bapak, kakak, abang. Request ayam setiap harinya, buahnya melon atau strawberry dan susu.”

Menurut Kepala SPPG Polri Polda Babel, Hafiz Tri, surat-surat dari anak-anak penerima manfaat MBG tersebut datang hampir setiap hari. Ia menyebut bahwa setiap lembar surat menjadi penyemangat luar biasa bagi seluruh petugas dapur yang bekerja dari pagi hingga siang untuk memastikan makanan tersaji segar, sehat, dan bergizi.

“Hampir setiap hari kami menemukan surat cinta dari anak-anak. Ada yang diselipkan di bawah wadah, ada juga yang ditempel di tutup ompreng. Lucu sekaligus haru melihat mereka bisa mengungkapkan rasa senang dan bahagia setelah menikmati makanan yang kita buat,” ungkap Hafiz dengan senyum haru.

Ia menuturkan bahwa bagi para petugas dapur, surat-surat itu bukan sekadar tulisan tangan polos, tetapi bentuk penghargaan tulus yang tak ternilai.

“Surat-surat itu jadi motivasi besar buat kami semua di dapur. Rasanya lelah langsung hilang begitu baca tulisan mereka. Artinya apa yang kami lakukan benar-benar dirasakan manfaatnya,” katanya.

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah pusat dan dilaksanakan oleh berbagai lembaga, termasuk Polda Babel melalui dapur SPPG, bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah, menekan angka stunting, serta menumbuhkan kebiasaan makan sehat sejak dini.

Di dapur SPPG Polri Polda Babel, setiap hari puluhan petugas bekerja bergantian menyiapkan ratusan porsi makanan yang harus dikirim ke berbagai sekolah. Prosesnya dimulai sejak dini hari: memasak nasi, lauk, sayur, buah, hingga memastikan nilai gizinya sesuai standar.

“Setiap menu yang kami buat sudah disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Ada karbohidrat, protein hewani, nabati, sayur, dan buah. Kami juga selalu memperhatikan kebersihan dan kualitas bahan,” jelas Hafiz.

Ia menambahkan, tak jarang anak-anak juga mengirim gambar hati, bunga, atau bahkan foto makanan favorit mereka bersama ucapan terima kasih.

“Itu spontan dari mereka. Tidak ada yang suruh. Jadi benar-benar murni ungkapan rasa syukur dan senang,” ujarnya.

Meski sederhana, momen tersebut menggambarkan bagaimana interaksi kecil bisa menghadirkan kebahagiaan besar. Para petugas dapur yang sebelumnya hanya bekerja di balik layar kini merasa dihargai dan diperhatikan.

“Ini bentuk cinta yang luar biasa. Anak-anak kecil itu mungkin tidak tahu betapa berarti surat-surat mereka bagi kami. Tapi sungguh, dari hal kecil seperti itu kami belajar bahwa pekerjaan ini punya makna sosial yang dalam,” tutur Hafiz penuh haru.

Dengan tumpukan “surat cinta” yang kini disimpan rapi di ruang kerja SPPG Polda Babel, Hafiz berharap semangat anak-anak tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh tim.

“Kami tidak akan berhenti berjuang menyajikan makanan terbaik untuk mereka. Karena di setiap suapan yang mereka nikmati, ada doa dan kerja keras kami,” tutupnya dengan senyum.

Cerita haru dari balik dapur SPPG Polda Babel ini menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan sebuah program bukan hanya diukur dari angka dan data, tapi juga dari rasa syukur dan cinta yang tumbuh di hati anak-anak penerima manfaatnya. (Sumber : TBNews, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *