PT TIMAH Tbk Gelar Pelatihan Ecoprint di Karimun, Perkuat Pelestarian Budaya dan Ekonomi Kreatif Warga

20 Peserta Antusias Ikuti Pelatihan Ecoprint PT TIMAH Tbk di Karimun, Angkat Motif Lokal ke Level Nasional

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (KARIMUN) — PT TIMAH Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat melalui penyelenggaraan Pelatihan Membatik Ecoprint di Kabupaten Karimun. Kegiatan yang berlangsung pada 18–21 November 2025 di Wisma Kundur PT TIMAH Tbk ini diikuti 20 peserta dari berbagai wilayah di Pulau Kundur. Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber sekaligus owner Batik Sepiak, Bella Kartika Aprilia, yang sudah berpengalaman membina UMKM batik di berbagai daerah. Kamis (27/11/2025)

Mengusung tema “Pelatihan Membatik Ecoprint Sebagai Sarana Pelestarian Kebudayaan”, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan teknik ecoprint menggunakan pewarna alami dan memanfaatkan tanaman sekitar sebagai motif. Selain menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya, program ini juga dirancang untuk meningkatkan produktivitas masyarakat serta membuka peluang usaha baru di bidang ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

banner 336x280

Sejak hari pertama, peserta mendapatkan penjelasan mengenai konsep ecoprint, filosofi batik alami, hingga tahapan teknis seperti pembuatan mal, pencantingan, proses pencetakan motif daun, teknik pemukulan daun, pewarnaan, hingga teknik pengukusan (steam) yang menjadi ciri khas ecoprint. Melalui praktik langsung, peserta sudah dapat menghasilkan karya batik ecoprint mereka sendiri di akhir pelatihan.

Salah satu peserta, Mira Azura, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman berharga yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya.

“Ini sangat seru sekali, karena ini ilmu yang sangat mahal yang saya dapatkan karena belum pernah sama sekali. Dari hari pertama kita diajarkan pembuatan mal, pencantingan, pencetakan, pencelupan hingga pewarnaan alami menggunakan daun-daun yang ada di kebun. Ada batik tulis, celup dan ecoprint,” kata Mira.

Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya memperkenalkan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang usaha rumahan yang bisa dikembangkan secara mandiri.

“Saya tertarik dengan pembuatan ecoprint. Saya akan melanjutkan teknik pemukulan daun-daun yang ada. Ini tidak hanya sampai di sini saja, tapi bisa juga dikembangkan di rumah,” ujarnya.

Peserta lainnya, Anggita Aditya, juga menyampaikan bahwa pelatihan ini memberinya motivasi besar untuk menambah variasi produk kerajinan yang selama ini ia hasilkan. Ia berharap PT TIMAH Tbk terus memberikan pendampingan kepada para peserta agar bisa berkembang menjadi pelaku UMKM yang mandiri.

“Saya senang sekali dengan adanya pelatihan batik ecoprint ini. Ke depannya mudah-mudahan saya bisa mengembangkan lagi dari segi ecoprint, dan harapan kami semoga PT TIMAH Tbk terus bisa mensupport kami agar bisa terus berkembang,” ucapnya.

Anggita bahkan berencana mengembangkan delapan motif khas Karimun yang terinspirasi dari tanaman lokal, salah satunya motif daun kundur yang menjadi identitas daerah. Menurutnya, keunikan motif lokal merupakan nilai tambah yang bisa membedakan hasil karya masyarakat Karimun dari daerah lain.

Instruktur pelatihan, Bella Kartika Aprilia, menyebut antusiasme peserta sangat tinggi sepanjang kegiatan. Ia memberikan berbagai teknik dasar hingga teknik lanjutan dalam proses membatik ecoprint, mulai dari pemilihan daun, penataan motif, metode pengukusan, hingga teknik pewarnaan alami.

“Karimun ini sudah punya kekhasan misalnya motif daun kundur. Ini yang harus dikembangkan sehingga menjadi ciri khas daerah sini dan pembeda batik ecoprint di sini dengan daerah lainnya. Tentu ini nantinya akan menjadi branding baru bagi daerah ini,” ujarnya.

Bella berharap PT TIMAH Tbk dapat terus mendampingi peserta pascapelatihan, terutama dalam hal pengembangan desain, pemasaran, hingga produksi massal bagi yang ingin serius menekuni UMKM batik.

“Semoga pelatihan ini tidak hanya sekadar pelatihan, tapi bisa dikembangkan menjadi pemberdayaan masyarakat sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi di sini. Sejak 2019 kami bekerja sama dengan PT TIMAH Tbk membina UMKM lainnya. Apa yang dilakukan PT TIMAH Tbk tidak berhenti di kami, tapi kami juga membagikan ilmu kepada binaan lain agar taraf ekonomi masyarakat semakin meningkat,” tutupnya.

PT TIMAH Tbk melalui program pembinaan dan CSR-nya berharap pelatihan ecoprint ini dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Karimun. Perusahaan menilai bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat, terutama melalui pemanfaatan sumber daya alam lokal yang ramah lingkungan.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat generasi muda untuk menghargai dan melestarikan budaya bangsa sekaligus menciptakan produk kreatif yang berdaya saing. Dengan semakin banyak masyarakat yang terampil dalam teknik ecoprint, peluang munculnya wirausaha baru berbasis batik alami semakin terbuka lebar.

Melalui pelatihan ini, PT TIMAH Tbk kembali mempertegas komitmennya untuk tidak hanya fokus pada sektor pertambangan, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program-program pemberdayaan berkelanjutan.

(Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *