KBOBABEL.COM (Jakarta) — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, memastikan pemerintah segera mengirimkan school kit atau paket perlengkapan sekolah ke sejumlah wilayah di Sumatera yang terdampak bencana banjir dan longsor. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memulihkan proses belajar-mengajar pascakerusakan fasilitas pendidikan di daerah terdampak. Rabu (3/12/2025)
Dalam acara Insight Politic CNN Indonesia, Selasa (2/12), Mu’ti menjelaskan bahwa data mengenai sekolah-sekolah yang rusak masih dalam proses pendataan. Namun, ia memastikan bahwa sejumlah data awal khususnya dari Sumatera Barat sudah masuk dalam pengawasan kementerian.
“Saya belum bisa menyampaikan mengenai jumlah kerusakan sekolah, tapi yang nanti ini sudah ada di dalam data kami untuk di Sumatra Barat,” ujar Mu’ti.
510 Paket School Kit untuk Kabupaten Agam
Pada tahap awal penyaluran, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI akan mengirimkan school kit sebanyak 510 paket untuk tingkat sekolah dasar, serta 50 paket tambahan khusus untuk tingkat SMP di Kabupaten Agam.
“Untuk tahap pertama kita rencananya akan mengirimkan school kit untuk 510 paket dan school kit untuk SMP 50 paket ini di Kabupaten Agam,” jelasnya.
Mu’ti menyebut bahwa bantuan ini difokuskan pada wilayah yang mengalami dampak paling parah dan membutuhkan dukungan segera, terutama untuk memastikan anak-anak tetap dapat menjalani kegiatan belajar meski berada di lokasi pengungsian.
Pasokan Tambahan untuk Kota Padang Panjang dan Kota Padang
Tidak hanya Kabupaten Agam, bantuan juga akan dikirimkan ke dua wilayah lain di Sumatera Barat, yakni Kota Padang Panjang dan Kota Padang. Masing-masing daerah tersebut akan menerima 495 paket school kit.
“Kemudian di Kota Padang Panjang itu 495 paket school kit dan di Kota Padang itu juga 495 paket school kit,” kata Mu’ti.
Selain paket perlengkapan sekolah, pemerintah juga menyiapkan bantuan lain seperti tenda darurat untuk menunjang kegiatan pendidikan sementara. Namun, jumlah dan lokasi pendirian tenda akan disesuaikan dengan kondisi lapangan serta laporan terbaru dari pemerintah daerah.
Isi Paket: Buku Bacaan hingga Perlengkapan Belajar
Mu’ti menjelaskan bahwa school kit yang dikirim berisi buku-buku bacaan, perlengkapan belajar, serta beberapa buku pelajaran. Meskipun tidak seluruhnya merupakan buku teks, paket ini dinilai mampu menunjang kegiatan literasi dan pembelajaran dasar anak-anak di pengungsian.
“School kit terdiri dari buku-buku bacaan dan perlengkapan belajar, serta memuat buku pelajaran,” ujarnya.
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) juga berperan dalam penyiapan materi pembelajaran dalam bentuk buku. Menurut laporan yang diterima Mu’ti, BSKAP telah menyediakan sedikitnya 50 paket buku untuk tahap awal.
“Misalnya tadi kami dapat laporan dari BSKAP, mereka juga menyediakan buku-buku minimal sementara 50 paket ya yang sudah disediakan. Yang itu mudah-mudahan bisa, ya memang tidak mencukupi, tapi paling tidak bisa menjadi bagian dari kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak di tempat penampungan sementara untuk belajar itu,” jelasnya.
Penyesuaian Berdasarkan Ketersediaan Buku dan Kondisi Daerah
Mu’ti menegaskan bahwa bantuan school kit yang dikirim tidak seragam ke setiap daerah. Perbedaan isi paket ditentukan berdasarkan kebutuhan, ketersediaan buku, serta kondisi daerah terdampak.
“School kit yang dikirim ke tiap daerah tidaklah sama, sesuai dengan ketersediaan buku dan perlengkapan belajar,” tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa pemerintah berupaya mempercepat proses distribusi agar kegiatan belajar anak-anak yang terdampak tidak mengalami jeda berkepanjangan. Dengan adanya paket tersebut, diharapkan anak-anak tetap memperoleh kesempatan belajar yang layak meskipun di tengah situasi darurat.
Upaya Pemerintah Pulihkan Aktivitas Pendidikan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memetakan kebutuhan lanskap pendidikan secara lebih lengkap. Hal ini menjadi penting mengingat banyak sekolah yang terdampak bencana masih dalam proses asesmen kerusakan.
Mu’ti memastikan bahwa pemerintah siap menanggung kebutuhan dasar pendidikan sementara, baik berupa perlengkapan belajar, buku bacaan, maupun fasilitas penunjang seperti tenda darurat.
Nantinya, penyediaan tersebut akan terus ditingkatkan seiring dengan analisis kebutuhan yang dilakukan oleh pemerintah pusat.
“Yang lain-lain yang pendirian tenda dan sebagainya tentu akan mengikuti perkembangan yang ada,” ujarnya.
Prioritas Utama: Kelangsungan Belajar Anak-Anak
Langkah cepat pemerintah ini merupakan bagian dari strategi mencegah terhentinya aktivitas belajar-mengajar anak-anak pasca bencana. Mu’ti memastikan distribusi tahap pertama akan dilakukan sesegera mungkin.
Dengan dukungan berbagai pihak termasuk BSKAP dan jajaran pendidikan daerah, pemerintah berharap anak-anak di Sumatera Barat tetap dapat belajar dalam kondisi aman dan nyaman meski secara sementara berada di tempat pengungsian. (Sumber : CNN Indonesia, Editor : KBO Babel)
















