KBOBABEL.COM (Jakarta) – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara 62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyajikan Menu Makan Bergizi (MBG) gratis karena tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan. Penutupan ini berlaku selama bulan Ramadan untuk memastikan kualitas dan kelayakan makanan bagi penerima manfaat. Rabu (18/3/2026)
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan setelah ditemukan sejumlah menu yang tidak sesuai standar, baik dari segi kualitas maupun nilai gizi.
“Total ada 62 SPPG yang kami hentikan sementara operasionalnya karena tidak sesuai dalam penyajian menu. Ini menjadi perhatian kami untuk terus melakukan pembinaan,” ujar Dadan pada Selasa (17/3/2026).
Menurut Dadan, jumlah SPPG yang ditutup ini hanya sebagian kecil dari total unit yang beroperasi secara nasional. BGN menerapkan mekanisme sanksi bertahap bagi pelanggaran, dimulai dari peringatan hingga penutupan sementara. Mitra yang telah diberi sanksi tetap diberi kesempatan untuk memperbaiki pelanggaran.
“Jika pelanggaran terus berulang, tidak menutup kemungkinan dilakukan penutupan permanen,” tegasnya.
Selain menu yang tidak sesuai standar, penutupan juga diberlakukan pada SPPG yang belum memenuhi persyaratan administratif dan teknis, seperti kelengkapan fasilitas pendukung dan standar kebersihan dapur. Fokus utama BGN, kata Dadan, adalah pembinaan dan peningkatan kualitas layanan, sehingga seluruh penerima manfaat bisa memperoleh layanan makanan bergizi yang layak.
BGN menegaskan bahwa apabila ditemukan pelanggaran yang dapat dibuktikan secara hukum, proses lebih lanjut tetap dimungkinkan.
“Kami ingin memastikan seluruh penerima manfaat mendapatkan layanan yang layak dan berkualitas,” tambahnya.
Untuk mendukung pengawasan, BGN membuka layanan pengaduan masyarakat yang tersedia 24 jam melalui berbagai kanal komunikasi. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. Hal ini termasuk memverifikasi kondisi dapur, kualitas bahan makanan, serta kesesuaian menu dengan standar gizi yang telah ditetapkan.
Dadan juga menekankan pentingnya kepatuhan mitra dalam menjalankan program MBG.
“Menu bergizi yang tepat tidak hanya meningkatkan kesehatan penerima manfaat, tapi juga mencerminkan integritas dan profesionalisme SPPG. Kami berharap semua pihak menjalankan program ini dengan serius,” ujarnya.
Program MBG yang digelar selama Ramadan merupakan bagian dari upaya BGN dalam meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga kurang mampu. Dengan adanya pembinaan dan pengawasan ketat, diharapkan kualitas makanan bergizi dapat terjamin dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat penerima.
Dengan langkah ini, BGN menegaskan komitmennya untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar, transparan, dan profesional. Penutupan sementara 62 SPPG ini menjadi peringatan bagi seluruh unit lain agar selalu memprioritaskan kualitas dan keamanan makanan bagi penerima layanan. (Sumber : Tempo, Editor : KBO Babel)
















