KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Rekaman video yang memperlihatkan perkelahian satu lawan satu antarremaja putri di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, viral di media sosial. Peristiwa tersebut menuai keprihatinan publik karena aksi kekerasan itu disaksikan sejumlah remaja lain yang berada di sekitar lokasi. Sabtu (29/8/2026)
Video yang sempat diunggah melalui akun Facebook Ananda Zella Zella tersebut memperlihatkan dua remaja putri terlibat perkelahian fisik. Keduanya tampak saling menyerang, sementara sejumlah orang yang berada di lokasi terlihat menyaksikan kejadian tersebut.
Situasi kemudian berubah ketika salah satu remaja putri terjatuh dan terkapar di atas aspal. Korban diduga mengalami benturan keras pada bagian kepala dalam peristiwa tersebut.
Ironisnya, aksi pertikaian itu baru dihentikan setelah korban berada dalam kondisi tidak berdaya. Orang-orang yang sebelumnya berada di sekitar lokasi kemudian bergerak untuk memisahkan kedua remaja yang terlibat.
Peristiwa tersebut tidak langsung diketahui oleh orang tua korban. Korban disebut sempat mengeluhkan sakit kepala hebat kepada keluarganya. Namun, korban pada awalnya tidak menceritakan secara terbuka mengenai kejadian yang dialaminya.
Keluarga kemudian mengetahui adanya perkelahian setelah menerima rekaman video yang memperlihatkan aksi bentrok fisik tersebut.
Terkejut dengan kondisi anaknya dan tidak terima atas kejadian yang menimpa korban, pihak keluarga selanjutnya membawa korban ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan medis sekaligus menjalani visum.
Tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan, keluarga juga memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada pihak kepolisian di wilayah Kota Pangkalpinang.
Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi aparat untuk mengungkap secara utuh kronologi peristiwa, termasuk penyebab awal terjadinya perselisihan, pihak-pihak yang terlibat, serta kondisi korban setelah mengalami benturan.
Kasus ini sekaligus kembali menyoroti persoalan kekerasan di kalangan remaja. Terlebih, keberadaan sejumlah teman sebaya di lokasi yang tidak langsung melerai pertikaian dinilai menjadi perhatian tersendiri.
Aksi kekerasan antarremaja tidak hanya berpotensi menyebabkan cedera fisik, tetapi juga dapat menimbulkan dampak psikologis bagi korban. Karena itu, pengawasan orang tua, lingkungan pendidikan, serta kepedulian teman sebaya dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak menjadikan aksi perkelahian sebagai tontonan atau bahkan merekam dan menyebarkannya di media sosial. Sikap yang lebih tepat ketika menyaksikan kekerasan adalah berupaya menghentikan kejadian secara aman atau segera meminta bantuan orang dewasa maupun aparat terkait.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti yang memicu perkelahian tersebut belum diketahui. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Konfirmasi terhadap para pihak yang terlibat, termasuk remaja yang berada di lokasi saat kejadian, juga masih terus diupayakan.
Dengan adanya laporan dari keluarga korban, penanganan perkara tersebut selanjutnya diharapkan dapat dilakukan secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan selama proses penyelidikan. (Sumber : Buletinexpres.com, Editor : KBO Babel)

















