KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pemerintah Kota Pangkalpinang memastikan ketersediaan stok bahan pangan, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kepastian tersebut diperoleh setelah jajaran Pemerintah Kota Pangkalpinang melakukan peninjauan langsung ke gudang Bulog Kota Pangkalpinang, Rabu (20/5/2026). Kamis (21/5/2026)
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, didampingi sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kepala Inspektorat, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Dinas Pertanian, serta Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang.
Saat melakukan peninjauan, rombongan melihat langsung kondisi gudang Bulog yang dipenuhi tumpukan karung beras dan karton minyak goreng. Kondisi tersebut menunjukkan stok bahan pangan untuk kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha hingga beberapa bulan ke depan dipastikan masih mencukupi.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna mengatakan, kunjungan ke gudang Bulog merupakan langkah pengawasan rutin yang dilakukan pemerintah daerah guna memastikan ketersediaan dan kualitas bahan pangan tetap terjaga.
Menurutnya, stabilitas stok pangan sangat penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan pengendalian harga di pasaran.
“Kunjungan ini memang rutin dilakukan untuk memastikan stok pangan aman, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Iduladha. Dari hasil pengecekan hari ini, stok beras dan minyak goreng di gudang Bulog masih sangat mencukupi,” ujar Dessy.
Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga memantau penyaluran bantuan pangan dari Bulog kepada masyarakat. Bantuan tersebut berupa beras dan minyak goreng yang akan disalurkan ke seluruh kelurahan di Kota Pangkalpinang.
Dessy menjelaskan, Kota Pangkalpinang mendapatkan kuota bantuan pangan sebanyak 440 ton beras dan minyak goreng yang akan disalurkan secara bertahap kepada masyarakat penerima manfaat.
“Bulog juga memiliki program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng yang akan dibagikan ke seluruh kelurahan di Kota Pangkalpinang. Untuk Pangkalpinang sendiri mendapatkan kuota sekitar 440 ton dan saat ini mulai disalurkan, salah satunya di Kecamatan Gabek,” katanya.
Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat yang berhak menerima. Program itu diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga daya beli warga di tengah kebutuhan yang meningkat menjelang Iduladha.
Menurut Dessy, keberadaan stok pangan yang memadai dan bantuan dari Bulog juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran.
Ia menyebutkan, hingga saat ini harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Pangkalpinang masih relatif stabil meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga.
Namun demikian, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum memberikan dampak signifikan terhadap inflasi daerah.
“Memang ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga di pasar, tetapi tidak terlalu signifikan dan masih terkendali,” ujarnya.
Dessy juga mengungkapkan bahwa Kota Pangkalpinang saat ini berhasil menempati peringkat kedua nasional dalam pengendalian inflasi dari 96 kota di Indonesia. Capaian tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, Forkopimda, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Kondisi ini bisa tercapai karena adanya kerja sama yang baik antarinstansi dan kerja keras TPID dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di Kota Pangkalpinang,” katanya.
Pemerintah Kota Pangkalpinang memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap stok dan harga kebutuhan pokok menjelang Iduladha guna memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang stabil dan pasokan yang aman. (Munawar Sazali/KBO Babel)











