KBOBABEL.COM (BABEL) — Suasana penuh haru menyelimuti Gedung Tri Brata Mapolda Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat malam (31/10/2025). Dalam acara pisah sambut Kapolda Babel, Irjen Pol Hendro Pandowo menyampaikan pesan perpisahan yang sarat makna dan menggugah hati. Jenderal bintang dua itu berpamitan dengan menegaskan bahwa warisan terbesarnya di Bangka Belitung bukanlah bangunan fisik, melainkan persaudaraan yang kuat antaranggota Polri dan masyarakat. Sabtu (1/11/2025)
Acara pisah sambut tersebut dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat utama Polda Babel, tokoh masyarakat, dan para tamu undangan. Dalam sambutannya, Irjen Hendro mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang telah dijalankannya selama kurang lebih 15 bulan memimpin Polda Babel.
“Alhamdulillah, situasi keamanan dan ketertiban di Bangka Belitung selama ini relatif aman, tertib, dan kondusif. Semua ini bukan semata karena kerja keras Polri, tapi berkat sinergi luar biasa antara Forkopimda, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya disambut tepuk tangan panjang para tamu yang hadir.
Irjen Hendro menegaskan bahwa selama masa jabatannya, Polda Babel berkomitmen penuh menjaga keamanan dan ketertiban tanpa mengedepankan ego sektoral. Ia menyampaikan bahwa hubungan antarinstansi di Babel menjadi contoh soliditas yang perlu dijaga dan diwariskan.
“Kita membangun kebersamaan dan saling percaya. Kadang Ketua DPRD, Pak Gubernur, atau Pak Danrem menelepon tengah malam hanya untuk membahas masalah kecil di lapangan. Semua diselesaikan bersama dengan semangat satu tujuan: menjaga stabilitas daerah,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Hendro juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polda Babel yang dinilainya telah bekerja dengan integritas tinggi. Ia menyebut kerja keras seluruh anggota kepolisian sebagai fondasi utama keberhasilan institusi dalam menjaga keamanan di wilayah kepulauan.
“Kepada seluruh anggota, saya bangga. Kita telah melewati banyak tantangan bersama, mulai dari penanganan konflik sosial, pengamanan pemilu, hingga berbagai kegiatan masyarakat. Semua berjalan baik karena semangat kebersamaan,” ucapnya.
Dengan suara bergetar, Hendro juga menyampaikan permohonan maaf jika selama menjabat masih ada kebijakan atau tindakan yang kurang berkenan.
“Sebagai manusia biasa, tentu saya tak luput dari kekhilafan. Saya mohon maaf sebesar-besarnya jika ada kata atau keputusan yang kurang berkenan di hati rekan-rekan semua,” katanya dengan nada tulus.
Namun, momen yang paling menyentuh datang ketika ia menyampaikan kalimat perpisahan yang kini menjadi sorotan publik.
“Saya mungkin tidak meninggalkan banyak bangunan atau prasasti fisik di Bangka Belitung, tapi saya meninggalkan persaudaraan, persahabatan, dan silaturahmi yang akan terus hidup di hati kita,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ucapan itu langsung disambut suasana hening dan tepuk tangan hangat dari seluruh hadirin. Banyak yang terharu, termasuk para pejabat dan anggota Polda yang mengenal sosok Irjen Hendro sebagai pemimpin yang rendah hati, disiplin, dan sangat dekat dengan bawahannya.
Dalam kesempatan yang sama, Hendro juga memperkenalkan Kapolda Babel yang baru, Irjen Pol Viktor T. Sihombing. Ia menyampaikan selamat datang sekaligus pesan hangat mengenai keindahan dan karakter masyarakat di Bangka Belitung.
“Selamat datang di Bangka Belitung, tanah yang indah dan masyarakatnya ramah. Saya yakin di bawah kepemimpinan Bapak, Polda Babel akan semakin baik dan solid,” ujarnya optimistis.
Sebelum menutup sambutannya, Irjen Hendro kembali menegaskan ikatan emosionalnya dengan masyarakat Babel.
“Bagi saya, Bangka Belitung bukan sekadar tempat bertugas, tapi rumah kedua saya. Banyak kenangan, banyak sahabat, dan banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan di sini,” katanya.
Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata, foto kenangan, serta pelukan hangat antara Irjen Hendro dan para pejabat Polda. Tangis haru mewarnai malam itu, menjadi bukti betapa kuatnya ikatan kekeluargaan yang terbentuk selama kepemimpinannya.
Irjen Hendro Pandowo dikenal sebagai sosok pemimpin yang humanis dan tegas. Selama masa tugasnya, ia fokus pada penguatan pelayanan publik, pemberantasan tambang ilegal, dan pembinaan mental spiritual anggota Polri di Babel.
Malam itu, perpisahan bukan sekadar seremoni jabatan, melainkan perwujudan nilai-nilai persaudaraan yang akan terus dikenang oleh jajaran Polda dan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung. (Sumber : Radar Bahtera, Editor : KBO Babel)

















