KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) — Kebakaran hebat menghanguskan lima unit rumah warga di Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (13/9/2026). Senin (14/9/2026)
Kobaran api dengan cepat membesar dan melalap bangunan rumah warga yang sebagian berbentuk bedengan. Dari lima rumah yang terdampak, empat di antaranya dilaporkan hangus hingga rata dengan tanah. Tidak hanya bangunan, sejumlah barang milik penghuni juga ikut terbakar dalam peristiwa tersebut.
Lima rumah yang terbakar diketahui masing-masing milik Herlina, Nilam, Sumin, Suyarman, dan Agus. Besarnya kerusakan menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Api kemudian berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 WIB setelah petugas pemadam kebakaran bersama aparat keamanan dan masyarakat berjibaku memadamkan kobaran api.
Kebakaran tersebut sempat direkam oleh warga menggunakan kamera telepon seluler. Dalam rekaman yang beredar, terlihat api membesar dan melahap bagian bangunan rumah. Warga di sekitar lokasi tampak berupaya melakukan pemadaman secara mandiri sambil menunggu bantuan petugas.
Setelah api berhasil dipadamkan, kondisi di lokasi memperlihatkan kerusakan cukup parah. Material bangunan berupa kayu terlihat hangus menjadi arang, sementara asbes bagian langit-langit berjatuhan. Puing-puing bangunan juga berserakan di sekitar lokasi kebakaran.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Kepolisian Resor Bangka Barat langsung melakukan penanganan setelah mendapatkan laporan mengenai kebakaran tersebut. Polisi memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian untuk menjaga area sekaligus mendukung proses pemeriksaan.
Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso, membenarkan adanya kebakaran yang menghanguskan lima rumah warga di Desa Cupat.
“Benar, telah terjadi kebakaran lima rumah warga di Desa Cupat, Kecamatan Parittiga. Untuk penyebab kebakaran saat ini masih dalam proses penyelidikan,” kata Yos, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, proses pemadaman melibatkan sejumlah unsur. Personel Polsek Jebus, Bhabinkamtibmas Desa Cupat, personel Yon TP 946/DM, petugas pemadam kebakaran, serta masyarakat sekitar ikut membantu menangani kebakaran.
Kerja sama berbagai pihak tersebut membuat kobaran api dapat dikendalikan sekitar satu setengah jam setelah kejadian dilaporkan.
Setelah api padam, petugas kepolisian langsung melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara atau TKP. Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari mengamankan lokasi, memasang garis polisi, mengamankan barang bukti, hingga memeriksa sejumlah saksi.
Penyebab Kebakaran Masih Didalami
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Polisi masih mendalami keterangan para saksi untuk mengetahui dari mana api pertama kali muncul dan bagaimana kobaran api dapat dengan cepat merambat hingga menghanguskan lima rumah.
Penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi yang dinilai dapat membantu proses penyelidikan. Pemeriksaan dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi sebelum kebakaran terjadi.
Polisi juga membuka kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.
“Semua masih kami dalami. Penyebab pastinya akan diketahui berdasarkan hasil penyelidikan, pemeriksaan saksi dan barang bukti di TKP,” ujar Yos.
Kepolisian memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan hingga penyebab kebakaran dapat diketahui secara jelas. Hasil pemeriksaan saksi dan barang bukti nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan apakah kebakaran tersebut disebabkan faktor kelalaian, korsleting listrik, atau faktor lainnya, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan.
Sementara itu, warga yang rumahnya terdampak kini harus menghadapi kerugian akibat kehilangan tempat tinggal dan barang-barang milik mereka. Kondisi empat rumah yang rata dengan tanah menunjukkan besarnya dampak kebakaran tersebut.
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat tetap berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan instalasi listrik dan sumber api di sekitar rumah dalam kondisi aman. Warga juga diminta segera melapor apabila mengetahui adanya hal mencurigakan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)











