
KBOBABEL.COM (BANGKA) — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah perairan dan sumber daya alam nasional. Melalui operasi terpadu, TNI AL berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pasir timah ilegal seberat sekitar 4,25 ton di kawasan Muara Air Jukung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Sabtu malam (20/6/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Senin (22/6/2026)
Operasi ini dilakukan oleh Satgas Aju Manggala Bhakti (AMB) Pangkalan TNI AL (Lanal) Bangka Belitung bersama Satgassus Satintelmar Pusat Intelijen TNI AL (Pusintelal). Penggagalan aksi ilegal tersebut merupakan hasil dari pemantauan intensif serta operasi intelijen yang telah dilakukan sebelumnya terhadap aktivitas mencurigakan di wilayah perairan Belinyu.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat berhasil mengamankan 85 kampil atau karung pasir timah yang diduga kuat akan diselundupkan melalui jalur laut. Barang bukti tersebut ditemukan siap untuk diangkut dan diperjualbelikan secara ilegal ke luar daerah.
Dari hasil penghitungan awal di lapangan, total muatan pasir timah yang diamankan diperkirakan mencapai 4,25 ton. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa aktivitas penyelundupan ini bukan skala kecil, melainkan terorganisir dan berpotensi melibatkan jaringan tertentu. Berdasarkan estimasi harga timah di pasar global saat ini, kerugian negara yang berhasil dicegah diperkirakan mencapai lebih dari Rp4 miliar.
Pihak TNI AL menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama lintas satuan serta pemanfaatan informasi intelijen yang akurat. Setelah operasi dilakukan, seluruh barang bukti langsung diamankan ke Markas Komando Lanal Bangka Belitung untuk proses pendalaman lebih lanjut.
Selain mengamankan barang bukti, aparat juga tengah melakukan pengembangan penyelidikan guna mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam upaya penyelundupan tersebut. Tidak menutup kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas yang beroperasi di wilayah perairan Bangka Belitung.
Komandan Lanal Bangka Belitung Kolonel Marinir Yulindo menyampaikan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas ilegal di wilayah laut. Menurutnya, perairan Bangka Belitung kerap menjadi jalur rawan penyelundupan komoditas tambang, khususnya pasir timah yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Keberhasilan ini juga sejalan dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menegaskan pentingnya peningkatan kewaspadaan dan penegakan hukum di wilayah laut Indonesia. TNI AL diminta untuk tidak ragu menindak tegas setiap bentuk pelanggaran hukum yang merugikan negara dan mengganggu keamanan maritim.
“TNI AL akan terus hadir di garda terdepan untuk menjaga kekayaan alam Indonesia dari praktik ilegal, termasuk penyelundupan hasil tambang,” demikian semangat yang ditekankan dalam setiap operasi pengamanan laut.
Sementara itu, proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap aktor utama di balik upaya penyelundupan pasir timah tersebut. Aparat juga tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain yang membantu proses pengangkutan hingga distribusi.
Dengan digagalkannya penyelundupan 4,25 ton pasir timah ini, TNI AL kembali menegaskan perannya sebagai penjaga kedaulatan laut dan pelindung sumber daya alam nasional dari praktik ilegal yang merugikan negara. (Sumber : Timelines.id, Editor : KBO Babel)















