Musim Durian Bawa Berkah, Kontes Durian Lokal Babel Siap Dongkrak Pendapatan Petani dan Pelaku Usaha

Durian Lokal Babel Makin Bernilai, Kontes 2026 Disiapkan untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat dan Ketahanan Pangan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus mendorong pengembangan sektor pertanian berbasis potensi lokal melalui penyelenggaraan Kontes Durian Lokal Tingkat Provinsi Babel Tahun 2026. Ajang tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk mencari varietas durian unggulan, tetapi juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sumber daya genetik tanaman lokal sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Sabtu (4/7/2026)

Kontes yang mulai membuka pendaftaran pada 1 hingga 7 Juli 2026 itu menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, serta memperluas peluang usaha masyarakat yang bergerak di sektor perkebunan dan perdagangan durian.

banner 336x280

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani melalui Sekretaris Lomba Kontes Durian Lokal Babel 2026, Dinar, mengatakan penyelenggaraan kontes merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melestarikan kekayaan plasma nutfah durian lokal yang selama ini menjadi salah satu identitas daerah.

“Penyelenggaraan kontes durian lokal ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Babel untuk terus menjaga keberlanjutan sumber daya genetik buah lokal, sekaligus menjaga ketahanan pangan sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat,” kata Dinar saat ditemui Tim Liputan Diskominfo Babel di Pangkalpinang.

Menurutnya, Bangka Belitung memiliki banyak varietas durian lokal dengan karakteristik rasa dan kualitas yang mampu bersaing dengan durian dari daerah lain di Indonesia.

Karena itu, keberadaan kontes diharapkan dapat memotivasi petani untuk terus merawat pohon-pohon induk unggulan sekaligus memperkenalkan varietas lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Dorong Lahirnya Varietas Unggul

Selain menjadi ajang kompetisi, kontes durian juga menjadi sarana identifikasi varietas unggulan yang memiliki potensi dikembangkan secara komersial.

Dinar menjelaskan pemerintah ingin mendorong lahirnya lebih banyak varietas durian lokal yang memiliki daya saing tinggi sehingga mampu menembus pasar nasional bahkan pasar ekspor.

“Ajang ini menjadi langkah strategis Pemprov Babel untuk mendorong lahirnya varietas-varietas unggul yang dapat bersaing di pasar nasional sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh petani maupun pemilik pohon durian unggulan di seluruh kabupaten dan kota di Bangka Belitung untuk ikut serta dalam kontes tersebut.

Menurutnya, proses pendaftaran tidak dipungut biaya sehingga seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.

“Pendaftaran dibuka mulai 1 sampai 7 Juli 2026 dan tidak dipungut biaya. Kami mengajak seluruh petani dan pemilik pohon durian unggulan di Bangka Belitung untuk ikut meramaikan kontes ini,” katanya.

Durian Jadi Komoditas Andalan Musim Panen

Saat ini Bangka Belitung sedang memasuki musim panen durian.

Di berbagai daerah, masyarakat memanfaatkan momentum tersebut dengan menjual hasil panen di pinggir jalan, sentra penjualan buah, hingga pasar tradisional.

Durian telah menjadi salah satu komoditas musiman yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena selalu diburu masyarakat, baik warga lokal maupun pembeli dari luar daerah.

Selain dikonsumsi langsung, durian juga mulai dikembangkan menjadi berbagai produk olahan seperti pancake durian, dodol, lempok, es krim, hingga aneka makanan berbahan dasar durian.

Potensi tersebut dinilai mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Peluang Bisnis Terus Berkembang

Tingginya minat masyarakat terhadap durian lokal juga dirasakan pelaku usaha durian premium di Pangkalpinang, Anti.

Ia mengaku telah menjalankan usaha penjualan durian selama sekitar tujuh tahun karena melihat prospek bisnis yang terus berkembang.

“Durian memiliki prospek ekonomi yang cukup bagus dan selalu dicari masyarakat. Karena itu kami memulai usaha ini sejak tujuh tahun lalu,” ungkap Anti.

Dalam memenuhi permintaan konsumen, Anti memperoleh pasokan durian langsung dari para petani lokal yang tersebar di sejumlah daerah penghasil durian di Pulau Bangka.

Beberapa wilayah pemasok di antaranya berasal dari Penagan, Kota Kapur, Mesu, serta sejumlah daerah lain di Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat maupun Bangka Induk.

“Sebagian besar durian yang kami jual berasal dari petani lokal. Kami mengumpulkan berbagai jenis durian berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,” katanya.

Banyak Varietas Unggulan Lokal

Menurut Anti, Bangka Belitung memiliki kekayaan varietas durian yang menjadi keunggulan tersendiri dibanding daerah lain.

Setiap jenis memiliki karakteristik berbeda mulai dari bentuk buah, warna daging, ketebalan isi, aroma hingga cita rasa.

Beberapa varietas yang banyak diminati konsumen antara lain Durian Cumasi, Super Tembaga, Mentega, Lemak Manis, serta Lemak Pahit.

Masing-masing memiliki penggemar tersendiri karena menawarkan rasa yang khas.

“Keunggulan durian lokal Bangka Belitung terlihat dari daging buah yang tebal, tekstur lembut, rasa manis dengan sedikit pahit, serta aroma yang kuat. Setiap varietas memiliki keunikan sendiri sehingga menjadi daya tarik bagi konsumen,” jelasnya.

Keberagaman varietas tersebut menjadi salah satu kekayaan sumber daya genetik yang perlu dijaga agar tidak hilang akibat perubahan pola budidaya maupun alih fungsi lahan.

Jaga Kualitas dengan Seleksi Ketat

Untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan, Anti menerapkan proses penyortiran sebelum durian dijual.

Setiap buah diperiksa tingkat kematangannya, kualitas isi, serta kondisi kulit agar pelanggan memperoleh produk terbaik.

Ia bahkan memberikan jaminan penggantian apabila durian yang dibeli ternyata rusak, hambar, atau tidak matang.

“Kami memberikan garansi kepada pelanggan. Kalau durian rusak, hambar, atau belum matang, kami siap menggantinya,” ujarnya.

Menurut Anti, pelayanan seperti itu menjadi salah satu cara menjaga loyalitas pelanggan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap kualitas durian lokal Bangka Belitung.

Permintaan Terus Meningkat

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap durian lokal, usaha yang dijalankan Anti kini berkembang cukup pesat.

Ia bersama suaminya tidak hanya melayani pembeli dari Pangkalpinang, tetapi juga menerima pesanan dari luar daerah.

Dalam sehari, usaha tersebut mampu menjual sekitar 200 butir durian dari berbagai jenis yang dipasok langsung oleh petani lokal.

Tingginya permintaan tersebut memberikan dampak positif terhadap pendapatan petani karena hasil panen dapat terserap dengan baik.

Selain pedagang durian premium, pedagang kaki lima yang menjual durian di sepanjang jalan Bukit Dialova Pangkalpinang juga ikut merasakan peningkatan penjualan selama musim panen berlangsung.

Diharapkan Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung berharap penyelenggaraan Kontes Durian Lokal tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong peningkatan kualitas budidaya, memperkuat identitas durian lokal, serta membuka peluang investasi di sektor hortikultura.

Dengan semakin dikenalnya varietas durian lokal Bangka Belitung, nilai jual hasil panen diharapkan meningkat sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani, pedagang, maupun pelaku usaha berbasis olahan durian.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, petani, dan pelaku usaha, durian lokal Bangka Belitung diharapkan terus berkembang sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat di masa mendatang. (Sumber : koranbabelpos.id, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *