KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – PT TIMAH Tbk menyampaikan sikap resmi menyikapi aksi massa masyarakat yang berlangsung di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Perusahaan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat sekaligus menyesalkan adanya tindakan perusakan yang menimbulkan kerugian. Sabtu (8/8/2026)
Corporate Secretary PT TIMAH Tbk, Ruddy Nursalam, mengatakan perusahaan memahami bahwa aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat, terutama masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Karena itu, PT TIMAH meminta seluruh pihak mengedepankan komunikasi terbuka dan dialog konstruktif untuk mencari jalan keluar atas dinamika yang berkembang.
“PT TIMAH menghormati aspirasi yang disampaikan masyarakat. Bagi kami, komunikasi dan dialog merupakan pendekatan yang paling tepat untuk membangun kesepahaman serta menjaga situasi yang kondusif di wilayah operasional,” ujar Ruddy.
Ia menambahkan, perusahaan menyesalkan kejadian perusakan yang terjadi dalam rangkaian aksi tersebut. Menurutnya, peristiwa tersebut pada akhirnya dapat menimbulkan kerugian bagi berbagai pihak.
“Perusahaan menyesalkan kejadian perusakan yang menimbulkan kerugian bagi kita semua. Menyikapi hal tersebut, perusahaan akan terus berupaya dan berkoordinasi untuk mencari solusi dalam konteks kepentingan seluruh pihak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Sebagai langkah penanganan terhadap situasi tersebut, PT TIMAH telah mengaktifkan Rencana Tanggap Darurat atau Emergency Response Plan. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur perusahaan dalam menghadapi insiden yang dikategorikan sebagai keadaan kahar atau force majeure.
Pengaktifan prosedur tanggap darurat dilakukan untuk memastikan keselamatan pekerja sekaligus menjaga keamanan aset perusahaan di tengah kondisi yang belum sepenuhnya kondusif.
Sejumlah langkah telah dilakukan perusahaan, di antaranya melakukan evakuasi personel dari lokasi yang terdampak, mengamankan lokasi bersama aparat berwenang, serta melaksanakan upaya pemulihan secara bertahap.
PT TIMAH memastikan seluruh karyawan perusahaan berada dalam kondisi aman. Perusahaan juga memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Hingga saat ini, kegiatan operasional di sebagian wilayah Belitung masih mengalami gangguan dan belum kembali berjalan secara normal. Perusahaan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku sebelum operasional dapat dipulihkan secara penuh,” jelas Ruddy.
Menurut Ruddy, persoalan yang terjadi tidak terlepas dari kompleksitas industri pertimahan yang melibatkan banyak kepentingan. Keberlanjutan industri tersebut, kata dia, membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.
Selain komunikasi antara perusahaan dan masyarakat, kepastian regulasi serta tata kelola yang konsisten dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim pertimahan yang tertib dan berkelanjutan.
“PT TIMAH berkomitmen menjalankan seluruh aktivitas operasional sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
Perusahaan juga memandang penguatan tata kelola pertimahan melalui regulasi yang jelas dan konsisten diperlukan untuk memberikan kepastian bagi seluruh pelaku usaha yang terlibat dalam ekosistem pertimahan.
Ruddy menyebut kepastian tersebut menjadi salah satu prasyarat untuk mewujudkan tata kelola pertimahan nasional yang lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan.
“Perusahaan juga memandang bahwa penguatan tata kelola pertimahan melalui regulasi yang jelas, konsisten, dan mampu memberikan kepastian bagi seluruh pelaku usaha merupakan salah satu prasyarat untuk mewujudkan tata kelola pertimahan nasional yang lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sebelumnya, PT TIMAH telah melakukan sejumlah pertemuan dengan perwakilan penambang di Kabupaten Belitung Timur. Pertemuan tersebut dilakukan sebagai upaya perusahaan untuk mendengarkan langsung berbagai masukan dan aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Pertemuan dengan perwakilan penambang menjadi bagian dari pendekatan dialog yang ditempuh perusahaan dalam merespons berbagai persoalan yang berkembang di lapangan.
Selain melakukan komunikasi dengan masyarakat, PT TIMAH juga telah kembali mengoperasikan sejumlah stasiun pengumpul di wilayah Belitung.
Pengoperasian kembali sejumlah stasiun pengumpul tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung kelancaran tata niaga bijih timah yang legal, transparan, dan akuntabel.
Perusahaan berharap langkah tersebut dapat mendukung terciptanya tata niaga pertimahan yang memiliki kepastian serta tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Di tengah situasi yang masih dalam tahap pemulihan, PT TIMAH mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban.
Ruddy menegaskan perusahaan tetap membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan bersama.
“PT TIMAH berharap seluruh pihak dapat menjaga kondusifitas. Mari terus memperkuat sinergi dalam membangun tata kelola pertimahan yang memberikan kepastian hukum dan kepastian berusaha,” pungkas Ruddy.
Sikap tersebut menjadi penegasan bahwa PT TIMAH memilih pendekatan dialog dan koordinasi dalam menghadapi dinamika pertambangan di Belitung Timur. Di sisi lain, perusahaan tetap menempatkan aspek keselamatan pekerja, keamanan aset, kepatuhan terhadap regulasi, serta keberlangsungan operasional sebagai prioritas dalam proses pemulihan kegiatan di wilayah Belitung. (Sumber : Babelpos.id, Editor : KBO Babel)

















