Aktivitas Penyeberangan Terganggu, Gubernur Babel Tinjau Langsung Dermaga Sadai yang Amblas

Dermaga Sadai Amblas, Distribusi Logistik Terganggu, Gubernur Babel Desak ASDP Bergerak Cepat

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA SELATAN) – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, meninjau langsung kondisi Dermaga Pelabuhan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, yang mengalami kerusakan dan amblas pada bagian jembatan besi. Kerusakan tersebut mengakibatkan aktivitas penyeberangan dan distribusi logistik di pelabuhan sempat terganggu. Rabu (24/6/2026)

Kunjungan kerja dilakukan pada Selasa (23/6/2026) siang setelah pemerintah daerah menerima laporan mengenai kerusakan pada fasilitas pelabuhan yang menjadi salah satu jalur transportasi penting bagi masyarakat Pulau Lepar Pongok dan wilayah sekitarnya.

banner 336x280

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Hidayat Arsani mengenakan pakaian dinas harian dan langsung melihat kondisi jembatan besi yang mengalami penurunan struktur. Ia tampak memeriksa beberapa titik kerusakan untuk memastikan tingkat kerusakan serta kekuatan konstruksi dermaga.

Kerusakan diketahui terjadi pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB ketika proses pemuatan kendaraan menuju Kapal Motor (KM) Gorare yang akan berlayar menuju Pelabuhan Tanjung Gading, Kecamatan Lepar Pongok.

Amblasnya bagian jembatan besi diduga disebabkan faktor usia bangunan dan korosi yang telah terjadi dalam jangka waktu lama. Kondisi tersebut mengakibatkan struktur dermaga melemah sehingga tidak mampu menahan beban secara maksimal.

Akibat kejadian itu, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Sadai sempat terhenti sementara demi menjaga keselamatan pengguna jasa pelabuhan.

Pelabuhan Sadai merupakan salah satu jalur transportasi laut penting di Kabupaten Bangka Selatan. Pelabuhan ini melayani penyeberangan penumpang, kendaraan, distribusi bahan bakar, hasil perikanan, serta kebutuhan logistik menuju Pulau Lepar Pongok dan Belitung.

Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa pelabuhan tersebut harus segera dapat difungsikan kembali karena memiliki peran strategis bagi perekonomian masyarakat.

“Kejadian ini belum memberatkan. Masih bisa digunakan untuk menurunkan muatan. Tetapi ke depannya memang perlu diperbaiki,” kata Hidayat saat meninjau lokasi.

Menurutnya, penanganan darurat perlu segera dilakukan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama. Ia meminta agar bagian jembatan besi yang mengalami amblas ditutup sementara menggunakan plat baja atau material kuat lainnya sehingga masih dapat dilalui dengan aman.

Langkah tersebut dinilai penting sebagai solusi sementara sembari menunggu proses perbaikan permanen terhadap struktur dermaga.

Selain meninjau kondisi fisik pelabuhan, Gubernur juga meminta pihak PT ASDP Indonesia Ferry untuk segera mengambil langkah cepat dalam menangani kerusakan tersebut.

Ia meminta General Manager ASDP Bangka, Agustinus Cahyo, agar segera melakukan tindakan perbaikan sehingga operasional pelabuhan dapat kembali berjalan normal.

Dalam kesempatan tersebut, Hidayat juga meminta agar satu kapal segera diberangkatkan untuk mengangkut avtur dan hasil perikanan berupa udang dari Sadai menuju Belitung.

Permintaan tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi logistik dan komoditas masyarakat tidak mengalami gangguan yang berkepanjangan.

Pasokan avtur menjadi kebutuhan penting bagi operasional penerbangan, sementara hasil perikanan yang berasal dari nelayan dan pelaku usaha perikanan harus segera dikirim agar kualitas produk tetap terjaga.

Kerusakan dermaga dikhawatirkan dapat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat apabila penanganannya tidak dilakukan dengan cepat.

Sejumlah kendaraan pengangkut barang dan hasil perikanan sempat mengalami penundaan akibat terbatasnya akses menuju kapal.

Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menuju Pulau Lepar Pongok maupun Belitung juga terdampak akibat penghentian sementara aktivitas penyeberangan.

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam pengoperasian pelabuhan.

Karena itu, penggunaan dermaga hanya akan dilakukan setelah dipastikan aman dan tidak membahayakan pengguna jasa maupun pekerja pelabuhan.

Pihak terkait saat ini masih melakukan pemeriksaan teknis untuk mengetahui tingkat kerusakan secara menyeluruh dan menentukan metode perbaikan yang akan dilakukan.

Kerusakan pada struktur dermaga juga menjadi perhatian karena Pelabuhan Sadai merupakan salah satu pintu distribusi logistik penting di Bangka Selatan.

Gubernur Hidayat berharap koordinasi antara pemerintah daerah, ASDP, dan instansi terkait dapat mempercepat proses penanganan sehingga pelayanan kepada masyarakat kembali normal.

Ia menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur transportasi harus menjadi prioritas mengingat perannya yang sangat vital dalam mendukung mobilitas masyarakat dan perekonomian daerah.

Dengan adanya langkah cepat yang dilakukan pemerintah dan operator pelabuhan, diharapkan aktivitas penyeberangan, distribusi logistik, serta pengiriman hasil perikanan melalui Pelabuhan Sadai dapat kembali berjalan lancar dalam waktu dekat. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *