KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Di balik kenaikan pangkat lima perwira tinggi (Pati) Kopassus pada akhir September 2026, terdapat sosok dengan perjalanan karier yang cukup panjang dan beragam. Salah satunya adalah Mayor Jenderal TNI Putra Widiastawa Dwi Agung Susilo, perwira asal Bali yang kini dipercaya sebagai Inspektur Kopassus (Ir Kopassus). Kamis (1/10/2026)
Nama Putra Widiastawa bukan sosok baru di lingkungan Korps Baret Merah. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1995 dari kecabangan Infanteri Kopassus itu telah melewati berbagai penugasan, mulai dari memimpin pasukan di lapangan, menjaga wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, hingga menduduki jabatan strategis di lingkungan Mabes TNI.
Salah satu momen penting dalam perjalanan kariernya terjadi pada 17 Agustus 2016. Saat masih berpangkat Kolonel Infanteri dan menjabat Danbrigif 22/Ota Manasa, Putra dipercaya menjadi Komandan Upacara (Danup) pada peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka.
Penugasan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan militernya. Sejumlah profil mengenai Putra mencatat bahwa ia ditunjuk sebagai komandan upacara pengibaran bendera dalam peringatan kemerdekaan tersebut.
Putra lahir di Singaraja, Buleleng, Bali, 3 April 1971. Karier militernya dimulai dari lingkungan Kopassus. Ia pernah mengemban sejumlah jabatan di Grup-2 Kopassus, antara lain sebagai komandan peleton hingga komandan kompi, sebelum mendapat penugasan di sejumlah satuan dan wilayah lain.
Pengalaman lapangannya semakin berkembang ketika dipercaya menjadi Wakil Komandan Batalyon Infanteri 600/Raider, kemudian bertugas di Kodim 0906/Tenggarong, Kasi Ops Divif 1 Kostrad, hingga Danyonif Linud 328/Dirgahayu pada 2011.
Menjaga Perbatasan Indonesia-Malaysia
Pada 2013, Putra dipercaya menjadi Komandan Kodim 0911/Nunukan. Jabatan tersebut membawanya ke salah satu wilayah strategis Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Dokumentasi ANTARA pada Oktober 2013 mencatat Putra sebagai Dandim 0911/Nunukan. Saat itu, ia terlibat dalam berbagai kegiatan di wilayah perbatasan, termasuk mendukung program pelayanan sosial bagi masyarakat Nunukan dan Sebatik.
Dari penugasan di wilayah perbatasan, karier Putra berlanjut ke sejumlah posisi strategis di lingkungan Kostrad dan TNI. Ia dipercaya menjadi Waasops Kasdivif 1 Kostrad dan kemudian Danbrigif 22/Ota Manasa pada 2015.
Dari posisi itulah namanya kemudian tercatat dalam sejarah sebagai perwira yang mendapat kepercayaan memimpin upacara kenegaraan HUT Kemerdekaan RI di Istana pada 2016.
Masuk Lingkaran Strategis Mabes TNI
Setelah pengalaman di berbagai satuan, Putra mendapat sejumlah penugasan strategis. Ia menjadi Asops Kasdam XIII/Merdeka pada 2017, Wadan Rindam XIII/Merdeka pada 2018, serta Perwira Liaison Officer (LO) BNPB dan Paban II/Orstra Sops TNI pada 2019.
Kariernya kemudian memasuki level yang lebih strategis ketika pada 21 Januari 2022 ia dipercaya menjabat Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Kapusdalops) TNI. Jabatan tersebut diembannya hingga 2024 sebelum kemudian menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Pengalaman di Kapusdalops TNI menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan karier Putra. Dari posisi tersebut, ia berada dalam struktur yang berkaitan dengan fungsi pengendalian operasi TNI.
Pada 15 Agustus 2025, Putra kembali ke satuan yang membesarkan karier militernya. Ia dipercaya menjabat sebagai Inspektur Kopassus. Penugasan tersebut menandai kembalinya perwira lulusan Akmil 1995 itu ke lingkungan Baret Merah setelah sebelumnya mengemban berbagai jabatan di luar satuan.
Dari Baret Merah, Perbatasan hingga Bintang Dua
Perjalanan Mayjen Putra Widiastawa memperlihatkan lintasan karier yang cukup panjang, dari satuan Kopassus, pasukan Raider dan Kostrad, penugasan teritorial di perbatasan, hingga jabatan strategis di lingkungan Mabes TNI.
Kini, dengan pangkat Mayor Jenderal TNI dan posisi sebagai Ir Kopassus, Putra kembali berada di lingkungan pasukan yang menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya sejak awal karier.
Perjalanan tersebut menjadikan nama Putra Widiastawa sebagai salah satu perwira Kopassus yang memiliki pengalaman lintas satuan dan lintas penugasan—dari medan tugas di perbatasan hingga pusat pengendalian operasi TNI.
Bagi perjalanan karier seorang prajurit, jejak tersebut menjadi bagian dari catatan panjang pengabdian Putra Widiastawa kepada TNI dan negara. (Gus Wedha/KBO Babel)

















