KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mendapat perhatian serius dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI). Selasa (8/9/2026)
Sebagai langkah pencegahan, tim penyuluh karhutla Mabes TNI turun langsung ke wilayah Bangka Barat pada Senin, 7 September 2026. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkuat mitigasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak pembakaran lahan.
Tim Mabes TNI melakukan kunjungan ke wilayah Kodim 0431/Bangka Barat serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat. Kehadiran tim pusat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Satgas Karhutla, masyarakat, serta pihak perusahaan yang memiliki aktivitas berkaitan dengan pengelolaan lahan.
Ketua Tim Satgas Penyuluhan Karhutla Bangka Belitung, Kolonel Mar Inggit Dahana Setyawawan, mengatakan kedatangan tim tersebut merupakan bagian dari tugas Panglima TNI untuk memastikan langkah pencegahan karhutla di daerah berjalan lebih intensif.
“Kami dari tim Mabes TNI melaksanakan penyuluhan atau mitigasi untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ujar Inggit seusai audiensi dengan Pemkab Bangka Barat.
Menurutnya, tim yang diturunkan Mabes TNI melibatkan personel dari tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.
Keterlibatan tiga matra tersebut menunjukkan bahwa pencegahan karhutla menjadi perhatian bersama dan membutuhkan penanganan secara terintegrasi. Tim pusat tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah.
“Kami dari tim pusat, ini merupakan tugas dari Bapak Panglima, terdiri dari tiga angkatan, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut, maupun Angkatan Udara, untuk langsung terjun ke lapangan,” tegasnya.
Inggit menjelaskan, pencegahan menjadi langkah utama yang harus dilakukan untuk menghindari munculnya titik api baru. Edukasi kepada masyarakat menjadi penting karena salah satu risiko karhutla berkaitan dengan kebiasaan membuka lahan menggunakan metode pembakaran.
Karena itu, Mabes TNI bersama Satgas Karhutla Bangka Barat akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk kelompok perkebunan dan perusahaan yang melakukan kegiatan berkaitan dengan lahan.
“Kita akan berkolaborasi secara terintegrasi dan bersama-sama dengan Satgas Karhutla yang ada di wilayah Bangka Barat untuk lebih intensif lagi memberikan edukasi kepada masyarakat, perkebunan atau perusahaan-perusahaan yang terkait dengan lahan,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api ketika melakukan pembukaan lahan. Menurutnya, masih terdapat metode lain yang dapat digunakan untuk membersihkan atau membuka lahan tanpa melakukan pembakaran.
Larangan penggunaan api tersebut menjadi penting karena kebakaran yang awalnya berasal dari pembukaan lahan dapat dengan cepat meluas, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.
Selain mencegah munculnya titik api, Inggit juga menekankan pentingnya kecepatan dalam melakukan penanganan apabila kebakaran sudah terjadi.
Ia berharap setiap potensi kebakaran dapat segera dilaporkan sehingga petugas bisa mengambil langkah penanggulangan sedini mungkin. Dengan demikian, api tidak berkembang dan meluas ke wilayah lainnya.
“Kalaupun nanti sampai terjadi hal yang sudah menjadi api, kita jangan sampai terjadi api. Sehingga tidak menambah lagi spot,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Inggit juga memberikan apresiasi terhadap sistem penanganan karhutla yang telah berjalan di Kabupaten Bangka Barat.
Menurutnya, keberadaan Satgas Karhutla yang dibentuk pemerintah daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menghadapi potensi kebakaran. Sistem tersebut juga telah didukung mekanisme deteksi dini, pelaporan cepat, serta penanggulangan cepat.
“Yang sudah ada di sini sudah bagus, Satgas Karhutlanya dari Bapak Bupati ini. Ada deteksi dini, lapor cepat, penanggulangan cepat,” tukasnya.
Upaya pencegahan karhutla di Bangka Barat selanjutnya diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat. Kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting dalam memastikan kawasan hutan dan lahan tetap aman dari ancaman kebakaran.
Masyarakat yang hendak membuka lahan diminta memahami ketentuan yang berlaku dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Begitu pula dengan perusahaan dan pelaku usaha yang memiliki kegiatan pengelolaan lahan, agar memastikan seluruh aktivitas dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan lingkungan.
Sinergi antara Mabes TNI, satuan kewilayahan, pemerintah daerah dan Satgas Karhutla diharapkan mampu memperkuat sistem pencegahan sekaligus mempercepat respons apabila ditemukan potensi kebakaran.
Dengan langkah tersebut, ancaman karhutla di Bangka Barat diharapkan dapat ditekan sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat, lingkungan, maupun perekonomian daerah.
Pencegahan sejak dini menjadi kunci utama. Sebab, ketika titik api telah berkembang menjadi kebakaran besar, proses pemadaman membutuhkan sumber daya, waktu, dan koordinasi yang jauh lebih besar.
Karena itu, edukasi, deteksi dini, pelaporan cepat, dan penanggulangan cepat menjadi rangkaian penting dalam menjaga Bangka Barat dari ancaman karhutla. (Sumber : wowbabel.com, Editor : KBO Babel)
















