
KBOBABEL.COM (TOBOALI) — Komandan Korem (Danrem) 045/Garuda Jaya Bangka, Brigjen TNI Nur Wahyudi, mengingatkan seluruh prajurit TNI di jajarannya agar tidak terjebak dalam praktik judi online (judol) yang marak dan berpotensi merusak karier serta kehormatan prajurit. Penegasan tersebut disampaikan saat kegiatan pembinaan personel di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (28/1/2026).
Danrem menegaskan bahwa judi online merupakan perbuatan melanggar hukum dan bertentangan dengan disiplin militer. Setiap personel yang terbukti terlibat akan dikenakan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan TNI.

“Judi online adalah pelanggaran hukum. Tidak ada toleransi. Setiap personel yang terlibat akan dikenakan sanksi,” ujar Brigjen TNI Nur Wahyudi.
Ia menambahkan, keterlibatan prajurit TNI dalam judi online bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga mencoreng nama baik satuan dan institusi. Oleh karena itu, Danrem meminta seluruh prajurit untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan disiplin sebagai prajurit TNI.
Menurut Danrem, aktivitas judi online sangat mudah terdeteksi karena seluruh transaksi digital dapat tercatat dan terpantau oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dengan demikian, ia mengingatkan prajurit agar tidak berpikir bahwa aktivitas tersebut dapat dilakukan secara tersembunyi.
“Semua transaksi bisa terlacak. Jangan sampai karena kelalaian atau godaan sesaat, masa depan dan karier hancur,” katanya.
Danrem juga memaparkan secara rinci sanksi yang akan diberikan kepada prajurit yang terlibat judi online. Untuk nominal keterlibatan sebesar Rp100 ribu, personel akan dikenakan sanksi penundaan kenaikan pangkat selama satu periode atau enam bulan, disertai sanksi disiplin berupa pembinaan fisik. Sementara itu, jika keterlibatan mencapai nominal Rp100 juta atau lebih, penundaan kenaikan pangkat dapat dijatuhkan hingga dua periode.
Selain menyoroti bahaya judi online, Brigjen TNI Nur Wahyudi juga mengingatkan seluruh prajurit agar tidak terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal yang kerap menjadi persoalan di wilayah Bangka Belitung. Ia menegaskan bahwa prajurit TNI dilarang keras terlibat langsung maupun tidak langsung dalam praktik penambangan ilegal.
“Jangan sekali-kali terlibat atau menjadi bagian dari penambangan ilegal. Syukuri apa yang telah didapatkan, laksanakan tugas dengan baik, dan jaga nama baik satuan serta institusi TNI,” tegasnya.
Danrem berharap para prajurit dapat lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi dan media digital. Ia mendorong personel untuk menggunakan waktu luang pada kegiatan yang positif, produktif, dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun keluarga, seperti olahraga, pendidikan, dan kegiatan sosial.
Selain itu, Danrem juga mengajak para komandan satuan di jajaran Korem 045/Garuda Jaya untuk terus meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap anggotanya secara berkelanjutan. Dengan pengawasan yang melekat dan pembinaan yang konsisten, potensi pelanggaran disiplin diharapkan dapat dicegah sejak dini.
“Profesionalisme, disiplin, dan integritas adalah kunci utama seorang prajurit. Jika itu dijaga, maka prajurit akan terhindar dari perbuatan yang merugikan diri sendiri, keluarga, dan satuan,” pungkas Brigjen TNI Nur Wahyudi. (Sumber : Antara Babel, Editor : KBO Babel)








